27.9 C
Banda Aceh
Selasa, April 20, 2021

Rekanan Kembalikan Rp4,2 M, MaTA: Kasus Tanggul Cunda-Meraksa Harus Tuntas Secara Hukum

BERITA DAERAH

LHOKSEUMAWE – Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) meminta kejaksaan tetap melanjutkan proses hukum sampai tuntas terhadap kasus dugaan penyimpangan dalam proyek pengaman pantai Cunda-Meuraksa, walaupun rekanan sudah mengembalikan dana proyek tanggul tahun anggaran 2020 itu Rp4,2 miliar lebih kepada Pemko Lhokseumawe.

“MaTA mengingatkan Kejaksaan Negeri Lhokseumawe untuk dapat menuntaskan penanganan kasus pembangunan “tanggul fiktif” sumber dana Otsus secara utuh dan tidak mengesampingkan pelanggaran hukum yang nyata telah terjadi. Dalam konteks pemahaman di level APH (aparat penegak hukum) sudah clear, korupsi merupakan kejahatan luar biasa (extra ordinary crime). Jadi, dalam proses penanganannya juga harus luar biasa,” kata Koordinator MaTA, Alfian, dalam pernyataan tertulis dikirim kepada portalsatu.com, Senin, 25 Januari 2021.

Alfian menilai langkah rekanan yang telah melakukan pengembalian keuangan negara ke Kas Daerah (Kasda) Pemko Lhokseumawe hanya menjadi bagian dari pertimbangan “meringankan saja” ketika sudah di pengadilan.

“Akan tetapi, terjadinya pengembalian keuangan ke kas daerah secara cepat juga menjadi titik penting bagi kejaksaan untuk meneliti kembali. Artinya, paket ini dapat terjadi ada kesepakat “jahat” di level pejabat negara sehingga mudah di awal terjadinya pencairan, dan begitu juga saat pengembalian ketika katahuan,” ujar Alfian.

Menurut Alfian, penyelamatan potensi kerugian keuangan negara satu langkah penting. “Akan tetapi, penindakan terhadap pelaku menjadi lebih penting, karena kalau kita dalami kasus ini (diduga) di awal terjadi kesepakan untuk melakukannya,” ungkapnya.

“(Setelah terjadi) pengembalian potensi kerugian negara, kejaksaan tidak dapat menghentikannya begitu saja dengan alasan belum masuk tahap penyidikan. Karena (diduga) niat para pelaku jelas di awal,” tambah Alfian.

Alfian menyebut jika terjadi penghentian kasus itu maka menjadi preseden buruk dalam pemberantasan korupsi oleh “negara”. “Karena UU (Pemberantasan Tindak Pidana) Korupsi sudah jelas mengaturnya, dan mengabaikan mandat dari UU tersebut merupakan pelanggaran yang serius,” tegasnya.

“Publik menilai kalau suatu kasus korupsi sudah ketahuan dan uangnya bisa dikembalikan tanpa ada proses hukum jelas mencederai keadilan, dan ini jelas lahir ketidakpercayaan publik terhadap APH. MaTA tetap berpegang, pengembalian kerugian keuangan negara tidak menghapus pidana korupsi,” kata Alfian.

MaTA sebelumnya sudah mengingatkan kejaksaan tidak fokus hanya pada penyelamatan keuangan negara, tapi proses hukum harus berjalan. “Kami akan melakukan langkah selanjutnya kalau kejaksaan benar-benar menghentikan kasus tersebut dengan alasan uangnya sudah dikembalikan. Apalagi kasus tersebut sudah menjadi konsumsi publik,” tuturnya.

Berdasarkan data pada slip/tanda penyetoran diperoleh MaTA dan dikirim kepada portalsatu.com, Senin, 25 Januari 2021, rekanan proyek pengaman pantai Cunda-Meuraksa tahun anggaran 2020 sudah mengembalikan/menyetorkan dana proyek tanggul itu ke Rekening Kas Umum Daerah Kota Lhokseumawe Rp4.271.653.127 (Rp4,2 miliar lebih) pada Kamis, 21 Januari 2021.

Sementara itu, update data hasil penelusuran MaTA pada situs LPSE Provinsi Aceh dan LPSE Lhokseumawe, Senin, 25 Januari 2021, total dana sudah dialokasikan pemerintah untuk pembangunan pengaman pantai Cunda-Meuraksa sejak tahun 2013 sampai 2020 mencapai Rp47.108.502.551 (Rp47,1 miliar lebih). Dari jumlah itu terbagi dalam enam paket konstruksi, empat paket pengawasan, dan satu paket perencanaan.

(Sumber: MaTA)

Diberitakan sebelumnya, rekanan proyek pengaman pantai Cunda-Meuraksa, Lhokseumawe, sumber dana Otsus TA 2020 telah mengembalikan anggaran kegiatan tersebut ke Kasda Pemko Lhokseumawe, Kamis, 21 Januari 2021. Sedangkan konsultan pengawas dilaporkan akan mengembalikan dana pengawasan proyek itu ke Kasda pada Senin, 25 Januari 2021.

Informasi tersebut diperoleh portalsatu.com dari MaTA, Jumat, 22 Januari 2021, malam.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Lhokseumawe, Marwadi Yusuf, dikonfirmasi portalsatu.com melalui telepon seluler, Jumat malam, membenarkan rekanan pemenang lelang paket “Lanjutan Pembangunan Pengaman Pantai Cunda-Meuraksa” tahun anggaran 2020 sudah mengembalikan dana proyek itu ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

“Betul, betul. Kemarin (Kamis, 21, Januari 2021, dikembalikan ke RKUD Pemko Lhokseumawe, red),” ujar Marwadi.

Ditanya berapa jumlah dana dikembalikan perusahaan rekanan itu ke RKUD, Marwadi mengatakan, “Sesuai jumlah yang diterima”. Marwadi tidak ingat persis angkanya. Yang jelas, kata dia, Rp4 miliar lebih.

Sedangkan dari konsultan pengawas, Marwadi mengaku belum mengecek, apakah sudah dikembalikan dana pengawasan proyek itu ke RKUD atau belum. “Belum saya cek. Nomor rekening (RKUD) sudah diminta dua hari lalu, belum saya cek (apakah dananya sudah masuk),” tuturnya.

Pihak Kejari Lhokseumawe sudah memeriksa sejumlah pejabat dan mantan pejabat Dinas PUPR, termasuk konsultan pengawas, Kuasa Bendahara Umum Daerah (BUD), dan rekanan proyek itu. Menurut pihak Kejari, pemeriksaan itu dalam rangka penyelidikan untuk pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket).[](red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Perkemahan Penghafal Alquran di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe Dibuka

LHOKSEUMAWE - Perkemahan Tahfidz Gerakan Pemuda Rihlah Shaum (PETA GPRS) ke-5 dan Daurah Ramadhan...

Pimpinan DPRK Surati Bupati, Kisruh Penetapan Komisioner Baitul Mal Gayo Lues Berakhir

BLANGKEJEREN - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues sudah melayangkan surat kepada...

Polisi Buru Tersangka Penganiayaan Ibu Rumah Tangga di Dewantara

ACEH UTARA - Polsek Dewantara, Aceh Utara, memburu pria berinisial D (24), diduga melakukan...

Ikamat Harap Dukungan Pemerintah Aceh

ISTANBUL - Pengurus Ikatan Masyarakat Aceh - Turki (Ikamat) menyampaikan apresiasi dan terima kasih...

Rintihan Putri Kamaliah, Putri Pahang dibalik Puing-Puing Kehilangan

Karya: Jamaluddin Peminat Sastra, Lhokseumawe. Perhiasan ini telah berdebu Rinduku takkan pernah lekang Apa yang telah terjadi Duhai Pemilik...

Rapat IPAL di Kantor Ombudsman Aceh, Ini Pandangan Mapesa

BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh melaksanakan rapat tentang Instalasi Pembuangan Air Limbah...

Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Tongkat Nabi Musa Dicari

Heboh penemuan Kota Emas berusia 3.000 tahun yang digadang-gadang peninggalan kerjaan Firaun melengkapi penemuan...

Anggota Dewan Gayo Lues ‘Dinonaktifkan’, Ini Surat Ketua DPRK

BLANGKEJEREN - Masyarakat Kabupaten Gayo Lues yang hendak berurusan atau menjumpai Anggota Dewan Perwakilan...

Operasi Senyap Kopassus Jalan Kaki Ratusan Km saat Puasa di Rimba Kalimantan

Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam. Selama...

Akhlak Calon Suami Antarkan Nadya Jadi Mualaf

Nadya Noviena, yang saat ini berusia 24 tahun, wanita yang baru saja memeluk Islam...

Bintang Borong Takjil Perpena, Bagikan kepada Abang Becak

SUBULUSSALAM - Lapak pedagang takjil menyediakan menu berbuka puasa milik  Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena)...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 4

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Setelah matahari...

Pemilik Tanah di Areal Waduk Keureuto Datangi BPN Aceh Utara Terkait Persoalan Ini

ACEH UTARA - Sejumlah pemilik tanah sah yang berada di Gampong Blang Pante, Kecamatan...

Perang Aceh-Portugis Dalam Lukisan Maestro Delsy Syamsumar

Memasuki ruang kontemporer Museum Aceh, Rabu, 14 April 2021 lalu, 28 lukisan dari para...

Putra Subulussalam ini Wakili Aceh jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara

SUBULUSSALAM - Kota Subulussalam, patut berbangga hati, dua putra putri terbaik di Bumi Syekh...

Anak 8 Tahun Diculik di Prancis, Penyelamatannya Mirip Operasi Militer

Seorang anak perempuan delapan tahun asal Prancis diselamatkan di Swiss kemarin setelah lima hari...

2 Kasat dan 2 Kapolsek Diganti, Ini Kata Kapolres Gayo Lues

BLANGKEJEREN - Empat perwira di jajaran Polres Kabupaten Gayo Lues digantikan dengan yang baru...

Mengenal Struktur Tulang Belakang dan Fungsinya

Tulang belakang memiliki peran penting dalam menopang tubuh manusia. Dengan mengenali struktur tulang belakang,...

Kisah Putri Tanjung Jatuh Bangun Jalani Bisnis Sejak Usia 15 Tahun

Putri Indahsari Tanjung dikenal dengan Putri Tanjung, adalah anak pertama dari Chairul Tanjung. Menjadi...

Ratusan Petani Jagung Gayo Lues Sulit Tebus Pupuk Subsidi, Pemda Diminta Ambil Tindakan

BLANGKEJEREN - Petani jagung di Kabupaten Gayo Lues mengaku kesulitan menebus pupuk subsidi dari...