Beranda News Tangkap Pengedar Sabu, Polisi Sita Brankas dan Surat Tanah

Tangkap Pengedar Sabu, Polisi Sita Brankas dan Surat Tanah

0
Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustamam memperlihatkan brankas yang disita dari penggeledahan rumah tersangka pengedar sabu. @Anuar Syahadat

BLANGKEJEREN – Aparat kepolisian dari Polres Gayo Lues berhasil mengungkap jaringan pengedar sabu di daerah dataran tinggi tersebut. Tiga orang ditangkap, polisi menyita barang bukti beberapa paket narkoba jenis sabu-sabu dan surat tanah.

Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustamam didampinggi Wakapolres Kompol Muhammad Wali dan Kasat Narkoba AKP Syamsuir, Senin 25 Januari 2021 dalam konfersi pers di Mapolres Gayo Lues mengungkapkan, penangkapan pertama dilakukan pada Kamis, 21 Januari 2021 pukul 03:00 WIB terhadap J (34) warga desa Sekuelen, Kecamatan Blangjeranggo.

Dari tersangka J polisi amankan satu bungkus narkotika jenis sabu dengan berat 0,06 gram, satu bungkus ganja dengan berat 18,30 gram, satu unit telepon seluler, dan uang tunai Rp 200 ribu.

Setelah dilakukan pengembangan, polisi kembali melakukan penangkapan terhadap R (25) warga dusun Pasar Lama, Kota Blangkejeren, R merupakan orang yang menjual sabu kepada J yang ditangkap sebelumnya. Tak berselang lama, polisi kembali melakukan penangkapan terhadap AR alias Dul warga desa Sere, Kecamatan Blangkejeren. Ternyata, R membeli sabu dari AR dan menjualnya kepada J yang pertama sekali ditangkap.

Dari Dul polisi menyita 19 paket sabu dengan berat 6,42 gram yang terdiri lima paket dengan harga Rp 500 ribu per paket, dan 14 paket kecil dengan harga Rp 300 ribu per paket. Polisi juga menyita satu buah kaca pirek dan satu sumbu alat pembakar sabu.

Selain itu, satu berankas milik Dul yang berisi satu bungkus sabu dengan berat 86,72 gram, uang tunai Rp 17 juta, satu BPKB mobil Suzuki Jeep, satu BPKB kenderaan roda dua, satu BPKB mobil penumpang, satu BPKB kendaraan roa dua jenis Yamaha, dua lembar surat pernyataan atas nama Abd dan Vy tentang harta gono gini, satu kwitansi jual beli tanah kebun dengan harga Rp 2,2 juta, satu kwitansi jua beli kebun seharga Rp 2,8 juta, satu lembar surat jual beli tanah kebun dengan harga Rp 7 juta, satu surat jual beli tanah yang tidak tertera harganya, dan dua surat jual beli tanah lainya.

“Setelah kita priksa, ternyata sabu yang dijual Dul ini dibeli dengan harga Rp 45 juta dari sesorang yang berinisial A warga desa Agusen, yang saat ini ditahan di Tanjung Gusta Medan, kita menemukan bukti transfer uang kepada A ini,” jelasnya.

Atas perbuatannya, J terancam hukuman paling singkat lima tahun,  R terancam hukuman paling lama 20 tahun, dan tersangka AT alias Dul paling singkat 6 tahun penjara paling lama 20 tahun penjara.[]

.

Tinggalkan Balasan