27.2 C
Banda Aceh
Rabu, April 21, 2021

Tim Kejati Aceh Tangkap Terpidana Korupsi Renovasi Studio Penyiaran

BERITA DAERAH

BANDA ACEH – Tim tangkap buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Aceh menangkap seorang terpidana korupsi setelah sempat buron selama lima tahun. Terpidana bernama Yusri tersebut tersandung kasus Renovasi Studio Penyiaran Kabupaten Aceh Selatan tahun 2008.

“Tindak pidana korupsi dengan terpidana Yusri ini merugikan keuangan negara sebesar Rp. 619.520.128. Sebelum ditangkap, terpidana ini sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Aceh sejak lima tahun lalu,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Muhammad Yusuf dalam konferensi pers di Aula Kantor Kejati Aceh, Selasa, 16 Februari 2021.

Menurut Muhammad Yusuf, terpidana Yusri ditangkap tim Tabur di kediamannya di Desa Alue Deah Tengoh, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Selasa sekira pukul 13:00 WIB. Penangkapan dilakukan setelah tim Tabur memantau dan mengintai selama kurang lebih tiga minggu di wilayah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Selatan.“Penangkapan ini atas kerja sama tim Tabur Kejati dengan tim Tabur Kejari Aceh Selatan,” ujarnya.

Terpidana Yusri, tambah Kajati, selama ini berpindah pindah tempat tinggal sehingga menghambat pencarian. Setelah memastikan terpidana berada di kediamannya di Kota Banda Aceh, tim Tabur langsung melakukan penangkapan. Terpidana Yusri langsung diamankan dan dibawa ke Kejati Aceh meskipun ada sedikit perlawanan dari pihak keluarga.

Muhammad Yusuf menjelaskan, dalam kasus ini Yusri dihukum penjara selama empat tahun dan denda Rp 200 juta berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) pada tahun 2016. Majelis Hakim MA menyatakan Yusri terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi pada renovasi studio penyiaran beserta kelengkapannya di Kabupaten Aceh Selatan tahun anggaran 2008. Dalam proyek tersebut Yusri merupakan konsultan pengawas.

Kajati merincikan, dengan ditangkapnya terpidana Yusri sehingga sudah delapan buronan ditangkap tim Tabur Kejati Aceh pada tahun 2021. Dua orang menyerahkan diri yaitu dari Banda Aceh dan Simeulue, enam orang ditangkap dan 39 orang terpidana lagi masih dalam pencarian atau berstatus DPO.

“Kami mengimbau dan mengingatkan kembali kepada para buronan pada wilayah hukum Kejati Aceh supaya menyerahkan diri, karena tim Tabur Kejati Aceh akan terus melakukan pemantauan,” pungkas Kajati Aceh Muhammad Yusuf.[-](Zulfikri)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Bazar Perpena, 100 Persen Keuntungan Disalurkan kepada Warga Kurang Mampu

SUBULUSSALAM - Ketua Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena) Kota Subulussalam, R Hidayat Putra Manurung mengatakan...

Pegawai Kejaksaan Gayo Lues Teken Komitmen Wilayah Bebas Korupsi

BLANGKEJEREN - Pegawai Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues melakukan penandatanganan komitmen bersama untuk mewujudkan...

Keuchik Diminta Pahami Permendes Terkait Penggunaan Dana Desa

BANDUNG – Para kepala desa (keuchik) diminta untuk memahami Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 5

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Dari atas...

Perkemahan Penghafal Alquran di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe Dibuka

LHOKSEUMAWE - Perkemahan Tahfidz Gerakan Pemuda Rihlah Shaum (PETA GPRS) ke-5 dan Daurah Ramadhan...

Pimpinan DPRK Surati Bupati, Kisruh Penetapan Komisioner Baitul Mal Gayo Lues Berakhir

BLANGKEJEREN - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues sudah melayangkan surat kepada...

Polisi Buru Tersangka Penganiayaan Ibu Rumah Tangga di Dewantara

ACEH UTARA - Polsek Dewantara, Aceh Utara, memburu pria berinisial D (24), diduga melakukan...

Ikamat Harap Dukungan Pemerintah Aceh

ISTANBUL - Pengurus Ikatan Masyarakat Aceh - Turki (Ikamat) menyampaikan apresiasi dan terima kasih...

Rintihan Putri Kamaliah, Putri Pahang dibalik Puing-Puing Kehilangan

Karya: Jamaluddin Peminat Sastra, Lhokseumawe. Perhiasan ini telah berdebu Rinduku takkan pernah lekang Apa yang telah terjadi Duhai Pemilik...

Rapat IPAL di Kantor Ombudsman Aceh, Ini Pandangan Mapesa

BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh melaksanakan rapat tentang Instalasi Pembuangan Air Limbah...

Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Tongkat Nabi Musa Dicari

Heboh penemuan Kota Emas berusia 3.000 tahun yang digadang-gadang peninggalan kerjaan Firaun melengkapi penemuan...

Anggota Dewan Gayo Lues ‘Dinonaktifkan’, Ini Surat Ketua DPRK

BLANGKEJEREN - Masyarakat Kabupaten Gayo Lues yang hendak berurusan atau menjumpai Anggota Dewan Perwakilan...

Operasi Senyap Kopassus Jalan Kaki Ratusan Km saat Puasa di Rimba Kalimantan

Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam. Selama...

Akhlak Calon Suami Antarkan Nadya Jadi Mualaf

Nadya Noviena, yang saat ini berusia 24 tahun, wanita yang baru saja memeluk Islam...

Bintang Borong Takjil Perpena, Bagikan kepada Abang Becak

SUBULUSSALAM - Lapak pedagang takjil menyediakan menu berbuka puasa milik  Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena)...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 4

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Setelah matahari...

Pemilik Tanah di Areal Waduk Keureuto Datangi BPN Aceh Utara Terkait Persoalan Ini

ACEH UTARA - Sejumlah pemilik tanah sah yang berada di Gampong Blang Pante, Kecamatan...

Perang Aceh-Portugis Dalam Lukisan Maestro Delsy Syamsumar

Memasuki ruang kontemporer Museum Aceh, Rabu, 14 April 2021 lalu, 28 lukisan dari para...

Putra Subulussalam ini Wakili Aceh jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara

SUBULUSSALAM - Kota Subulussalam, patut berbangga hati, dua putra putri terbaik di Bumi Syekh...

Anak 8 Tahun Diculik di Prancis, Penyelamatannya Mirip Operasi Militer

Seorang anak perempuan delapan tahun asal Prancis diselamatkan di Swiss kemarin setelah lima hari...