Beranda News Gapensi Subulussalam Sarankan Proses Tender Proyek Dipercepat

Gapensi Subulussalam Sarankan Proses Tender Proyek Dipercepat

0
Ketua Gapensi Kota Subulussalam, Aradhi Karim
SUBULUSSALAM – Gabungan Pelaksanaan Kontruksi Seluruh Indonesia (Gapensi) Kota Subulussalam menyarankan pemerintah daerah mempercepat proses tender proyek untuk memacu serapan anggaran sekaligus solusi mengatasi perlambatan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19.
“Gapensi berharap di tahun 2021 ini Pemerintah Kota Subulussalam mempercepat proses tender proyek untuk memacu serapan anggaran di daerah,” kata Ketua Gapensi Kota Subulussalam, Aradhi Karim kepada portalsatu.com, Selasa, 23 Februari 2021.
Menurut Gapensi Subulussalam, proses tender proyek tahun lalu terlambat dilakukan karena kondisi Pandemi Covid-19 sedang meningkat. Akibatnya banyak pekerjaan tidak selesai di akhir tahun dan proses pembayaran pun terpaksa dibayar di tahun berikutnya.
Untuk mengatasi hal serupa, Gapensi Subulussalam meminta Pemerintah Kota Subulussalam mempercepat proses proyek tahun ini dengan beberapa pertimbangan lainnya seperti musim hujan yang kerap melanda Bumi Syekh Hamzah, sehingga rentan terjadi ancaman banjir.
“Ini supaya proyek 2021 terlaksana dengan baik selesai di akhir tahun. Sehingga tidak ada yang gagal, atau rendahnya serapan anggaran akibat pekerjaan tidak siap. Salah satu penyebab terjadinya kegagalan pekerjaan proyek fisik biasanya faktor  lambatnya proses tender,” kata Aradhi Karim.
Menurutnya,  semakin cepat proyek pembangunan ditenderkan makin mempercepat realisasi serapan anggaran baik yang bersumber dari APBK dan Otsus sehingga di penghujung tahun realisasi pekerjaan dapat digenjot.
Jika proses tender dipercepat, akan membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat seperti toko bangunan, mobil truk kembali beroperasi mengangkut material, pedagang sayur juga merasakan nikmatnya karena para pekerja belanja kebutuhan sehari-hari.
“Gapensi juga berharap pemerintah segera membayar paket-paket pekerjaan tahun lalu yang telah selesai dikerjakan pihak rekanan, banyak yang belum dibayar, supaya segera dibayar,” pinta Aradhi Karim. []

Tinggalkan Balasan