Gubernur Aceh Laporkan Perkembangan Investasi kepada Kepala BKPM, Apa Saja?

0
39 views

JAKARTA – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, melaporkan perkembangan investasi di Aceh kepada Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia. Selain melaporkan tentang Blok Andaman III dikelola perusahaan Migas Spanyol, dan soal investasi UEA beralih ke Sabang, Nova juga berharap bantuan terkait pengembangan KEK Arun Lhokseumawe, serta PLTP Seulawah, Aceh Besar.

“Saya laporkan semua investasi di Aceh yang sebenarnya hanya terkendala dengan Covid-19 saja. Karena yang lainnya tidak ada kendala, seperti kondusivitas, keamanan, kepastian hukum di Aceh, Alhamdulillah berjalan baik,” kata Nova dalam pertemuan dengan Bahlil di Kantor BKPM, Jakarta, Kamis, 18 Februari 2021.

Nova menyebut Blok Andaman III dikelola Repsol, perusahaan Migas asal Spanyol, dan Mubadala Petroleum, seharusnya pada Februari tahun ini sudah mulai melakukan eksplorasi.

“Namun mereka menunda. Memungkinkan penundaan dilakukan setahun,” kata Nova didampingi Ketua BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Aceh, Rizky Syahputra.

Nova juga menyampaikan, terbaru terkait investasi Uni Emirat Arab (UEA) yang awalnya merencanakan ke Pulau Banyak, Aceh Singkil. Namun, mereka terakhir beralih ke Sabang.

“Karena di Pulau Banyak airborne, dermaganya belum ada, mereka berharap kita membangun infrastruktur dulu. Padahal alamnya sangat bagus,” kata Nova.

Untuk tahap awal, kata Nova, para investor UEA yang akan melakukan investasi di Sabang, akan mengeluarkan anggaran terlebih dulu sekitar setengah triliun yang dipergunakan untuk pembangunan resor.

Selain itu, Nova juga meminta bantuan terkait pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe yang saat ini baru direalisasi PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dan sudah mulai membangun pabrik pupuk.

Selanjutnya, Nova melaporkan tentang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Nagan Raya dengan kapasitas 10 megawatt. Namun, sudah berjalan 5 megawatt.

“Kalau untuk PLTA Peusangan 1 dan 2 yang berdaya 88 megawatt sudah saya tinjau baru-baru ini ke lokasi, ada kendala konstruksi di bawah tanah, tapi mereka janji akhir 2022 akan selesai,” kata Nova.

Namun, Nova juga memohon bantuan terkait pengembangan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Seulawah, Aceh Besar, dengan proyeksi 80 megawatt, di bawah pengelolaan PT Pertamina Geothermal Energy.

“Dulunya mereka berjanji dalam dua tahun sudah mulai melakukan pengerjaan, tapi ini sudah lebih dari tiga tahun belum adanya pengerjaan,” kata Nova.

Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, menyambut baik kedatangan Gubernur Aceh, dan menyampaikan laporan terkait investasi di Aceh. “Jika ada yang terkendala, pihak kita akan mencoba membantu penyelesaiannya,” ujar Bahlil.[](*)

Tinggalkan Balasan