26.9 C
Banda Aceh
Sabtu, April 17, 2021

Ini Komentar Anggota DPRK Soal Penyegelan Rumah Sakit PMI Aceh Utara

BERITA DAERAH

ACEH UTARA – Anggota DPRK Aceh Utara, Ismed Nur Aj. Hasan, merasa sedih melihat penyegelan Rumah Sakit PMI yang dilakukan PT Peugot Konstruksi terkait persoalan utang.

“Tapi paling penting hubungan sebenarnya, karena kalau dilihat secara defacto tidak mungkin disegel. Sekarang ini yang mengelola rumah sakit itu adalah Bupati Aceh Utara (Muhammad Thaib, yang juga menjabat Ketua PMI Aceh Utara), dan di bawahnya juga orang-orang profesional di bidangnya. Kita melihat kok bisa kejadian (penyegelan),” kata Ismed Nur Aj. Hasan saat dihubungi portalsatu.com via telepon seluler, Kamis, 4 Februari 2021, siang.

Namun, menurut Ismed, perusahaan rekanan itu tidak berhak melakukan penyegelan RS PMI Aceh Utara. “Yang bisa melakukan hal itu adalah atas nama perintah hukum, ada pengadilan yang menyatakan apa persoalan dan lain sebagainya. Misalnya, ada malpraktik yang terjadi atas manusia (pasien), itu atas perintah penegak hukum baru bisa penyegelan,” ujarnya.

Artinya, kata Ismed, ada jalur yang bisa ditempuh PT Peugot Konstruksi dan tidak berhak menyegel rumah sakit. “Itu rumah sakit semi pemerintah, dan PMI organisasi yang punya aturan atau undang-undang. Jadi, tidak serta-merta begitu melakukan penyegelan. Jika memang ada keberatan maka ajukan ke PTUN terhadap pihak Rumah Sakit PMI atau pengurusnya”.

“Kalau utang itu semua berutang, mana ada orang tidak ada utang. Jumlah (utang) senilai Rp2 miliar itu keseluruhannya. Ada niat memang dari pihak PMI untuk membayar. Kalau tidak salah saya hampir Rp200 juta sudah mulai cicil bayar, tapi kondisi terakhir dengan pandemi Covid-19 tidak ada lagi orang (pasien) yang merujuk ke rumah sakit tersebut, dan mungkin ada beberapa hal,” tambah Ismed yang juga mantan Ketua PMI Aceh Utara.

Ismed menyarankan agar pihak Rumah Sakit PMI duduk bersama untuk menjalin hubungan komunikasi yang baik dengan PT Peugot Konstruksi terkait proses pembayaran utang. “Paling penting yang perlu digarisbawahi, mereka tidak berhak menyegel rumah sakit itu,” ucapnya.

Ismed juga menceritakan upaya pihaknya sebagai pengurus PMI pada tahun 2002 dan 2003 hingga RS PMI Aceh Utara bisa beroperasi. “Kami juga dulu meminta kepada Bupati ketika itu, eksgedung Rumah Sakit Umum Cut Meutia untuk kita jadikan Rumah Sakit PMI Aceh Utara. Jadi, saya pernah mengelola rumah sakit itu. Di samping kami yang mengurus ada beberapa kawan lainnya”.

“Pertama sekali ada LSM USAID dari Amerika Serikat yang ikut membantu untuk membangun PMI dan seluruh alat medis, bahan yang ada serta tempat yang ada. Itu dibantu oleh mereka dengan bantuan berupa peralatannya, bukan uangnya (dana). Jadi, pada saat saya sebagai Ketua PMI Aceh Utara periode 2011-2015, Rumah Sakit PMI itu tidak ada kendala atau masalah apapun. Karena paling penting bisa menjalankan operasional dengan baik,” tutur Ismed.

Ismed menyebut saat dirinya menjabat Ketua PMI Aceh Utara dulu, meski kondisi serba kekurangan tetap dapat menjalankan rumah sakit. “Bisa melewati semuanya untuk melayani masyarakat Lhokseumawe dan Aceh Utara, dan juga bisa dipekerjakan hampir 100 orang, bahkan paramedis di Lhokseumawe nyaris 80 persen,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Ismed, “secara moral, secara organisasi dan secara individu, saya sangat sedih dengan kejadian seperti itu (penyegelan RS PMI Aceh Utara)”.

Namun, Ismed mengaku selama hampir empat tahun terakhir tidak pernah dilibatkan atau diminta masukan-masukan oleh pimpinan PMI Aceh Utara periode sekarang bagaimana mengembangkan rumah sakit itu ke depan. “Kita relawan PMI, minimal sudah ada pengalaman bagaimana kita menanggulangi. Bagaimana kalau kita ada utang bisa kita bayar,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, PT Peugot Konstruksi sebagai rekanan yang merehabilitasi Rumah Sakit PMI Aceh Utara melakukan penyegelan terhadap RS tersebut, Selasa, 2 Februari 2021. Pasalnya, pihak rumah sakit itu belum melunasi biaya renovasi senilai Rp2 miliar.

Pantauan portalsatu.com, Rumah Sakit PMI di Jalan Sultanah Nahrasyiyah (dulunya Jalan Samudera), Lhokseumawe, itu disegel menggunakan rantai yang digembok di pintu kaca ruangan IGD. Pihak rekanan juga memasang spanduk di bagian kanopi rumah sakit tersebut bertuliskan “Selesaikan Hak Kami, Rumah Sakit Ini Disegel Sementara Waktu Sehubungan Dengan Pihak Rumah Sakit PMI Aceh Utara Belum Melunasi Hutang (Biaya Renovasi Gedung dan Infrastruktur Tahun 2018)”.

Direktur PT Peugot Konstruksi, H. Abdullah S.T., mengatakan pada awal 2018 pihak Rumah Sakit PMI Aceh Utara meminta bantu untuk merehab bangunan lantaran kondisinya dulu sering banjir ketika musim hujan. Selain menimbun lantai menjadi lebih tinggi, pihaknya juga merenovasi bangunan.

Menurut Abdullah, awalnya pihak RS PMI Aceh Utara berjanji akan melunasi pembayaran, sekitar enam bulan setelah selesai pekerjaan renovasi. Kenyataannya, kata dia, sampai saat ini belum ada pembayaran utang atau kewajiban rumah sakit itu.

“Rehab gedung itu dilakukan pada Maret 2018, prosesnya antara dua atau tiga bulan. Jadi, kita merasa dikhianati dan dizalimi karena tidak ada pembayaran sampai sekarang sudah hampir tiga tahun. Utang yang belum dibayar lebih kurang Rp2 miliar untuk renovasi seperti sarana gedung, IPAL di bagian belakang, parit serta semua sarana pendukung,” kata Abdullah kepada wartawan.

Abdullah menyebut pihaknya sudah menjumpai Ketua PMI Aceh Utara di Pendopo Bupati Aceh Utara. “Namun, hingga kini tidak ada realisasi, hanya janji-janji manis saja. Yang kita inginkan sekarang bukan janji, tetapi segera dibayar, karena sudah cukup lama bersabar,” tuturnya.

“Penyegelan ini sampai ada pernyataan dari pimpinan PMI sampai kapan misalnya ada jaminan, kapan dibayar, itu baru kita buka kembali,” ujar Abdullah.

Sementara itu, PMI Aceh Utara menyatakan sedang berupaya mencari dana untuk melunasi utang kepada PT Peugot Konstruksi sekitar Rp2 miliar sebagai biaya rehabilitasi rumah sakit.

“Tapi itu kan tidak mudah. Semakin dibuat hal-hal yang kontraproduktif itu semakin sulit lagi menyelesaikan (pembayaran utang),” ujar Pelaksana Harian Ketua PMI Aceh Utara, Iskandar Nasri, saat dihubungi portalsatu.com melalui telepon seluler, Rabu, 3 Februari 2021.

Oleh karena itu, PMI Aceh Utara berharap PT Peugot Konstruksi tidak melakukan tindakan yang dapat menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit tersebut. “Jadi, sebaiknya janganlah melakukan hal demikian. Karena dengan cara memasang spanduk seperti itu sudah berupa pencemaran nama baik (RS PMI Aceh Utara). Seakan-akan kita tidak mau membayar. Kita mau membayar dan sedang diupayakan,” tuturnya.

Namun, Iskandar Nasri mengaku juga memahami emosional pihak PT Peugot Konstruksi karena mungkin mengalami kesulitan lantaran RS PMI Aceh Utara belum melunasi utang. PMI Aceh Utara, kata dia, juga menghargai jasa baik perusahaan tersebut yang mau membantu merehab RS PMI.

“Pada awal-awalnya kita ada membayarnya sedikit, hampir Rp200 juta, setelah itu kita mengalami kesulitan lagi. Jadi, kita memahami juga kesulitan yang dia (PT Peugot Konstruksi) hadapi, tetapi kita juga kesulitan karena keuangan kita bergantung pada orang. Artinya, kalau tidak ada pasien yang masuk ke rumah sakit mau bagaimana,” kata Iskandar Nasri.

Menurut Iskandar Nasri, selama pandemi Covid-19 jumlah pasien RS PMI Aceh Utara sangat minim. “Rumah sakit tidak ditutup, cuma pasiennya sekarang tidak ada. Operasional tetap buka, tapi aktivitas dikurangi untuk mengurangi biaya listrik segala macam,” tuturnya.

“Begitu juga dengan gaji karyawan, belum juga bisa kita bayar sebagian. Karyawan ada sekitar 11 atau 12 orang,” ungkap Iskandar Nasri.

Iskandar Nasri menyebut untuk pembayaran utang sebagai dana rehab RS PMI Aceh Utara kepada PT Peugot Konstruksi tidak bisa menggunakan APBK. “Tapi sumber dana perolehan rumah sakit. Apakah nanti bisa cari dari investasi lain, dan itu sedang kita lakukan,” ujarnya.

“Kita pun sudah duduk dengan PMI provinsi untuk kita lakukan revitalisasi kembali rumah sakit itu, sedang melakukan langkah-langkah untuk menghimpun modal begitu,” ucap Iskandar. Nasri.[]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

HMI Komisariat Hukum Unimal Bagikan Takjil untuk Tukang Parkir Hingga Fakir Miskin

LHOKSEUMAWE - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal) membagikan ratusan takjil...

Gubernur Aceh Sampaikan LKPJ 2020: Realisasi Pendapatan Rp14,4 Triliun, Belanja Rp13,2 T

BANDA ACEH – Realisasi Pendapatan Aceh Tahun Anggaran (TA) 2020 mencapai Rp.14,441 triliun lebih...

Profil CEO Brian Armstrong, Sosok yang Bawa Coinbase Melantai di Wall Street

Resmi melantai di wall street, perusahaan jual beli mata uang kripto, Coinbase mampu membawa...

Dishub Lhokseumawe Atur Lalu Lintas Jelang Buka Puasa di Lokasi Ini

LHOKSEUMAWE - Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Lhokseumawe ikut mengatur arus lalu lintas di sejumlah...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 1

KAPTEN LET PANDE Episode 1 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Seratus perahu...

Ini Pesan Khatib saat Shalat Jumat di Masjid Islamic Center Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Ramai jamaah melaksanakan shalat Jumat pada pekan pertama bulan suci Ramadhan 1442...

Dipecat dan Banyak Utang, Wanita Ini Bangkit dengan Rp 72 Ribu

Dipecat dari pekerjaan dengan gaji besar serta memiliki setumpuk utang memang bukan hal yang...

Perempuan Kreatif, Siti Juita Mastura Aktif Ciptakan Drone

BATU PAHAT - Kemunculan wanita dalam bidang teknologi dron amat kurang, sedangkan usaha itu...

Abu Bakar Omar, Aktor Senior Malaysia Meninggal Dunia

KUALA LUMPUR - Aktor senior Malaysia, Abu Bakar Omar, meninggal dunia pada pukul 9.04...

Ini Bahayanya Sering Isi BBM Saat Tangki Kosong

MENGISI bahan bakar minyak (BBM) sudah menjadi kewajiban bagi setiap pemilik kendaraan. Tanpa BBM,...

AS Jatuhkan Sanksi dan Usir Diplomat Rusia terkait Intervensi

Amerika Serikat menjatuhkan sanksi dan mengusir 10 diplomat Rusia pada Kamis 15 April 2021...

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 1,57 Miliar Dolar AS

JAKARTA – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Neraca perdagangan Indonesia Maret 2021 kembali...

Ini Penyakit yang Menyebabkan Bau Mulut

Bau mulut tidak hanya disebabkan oleh kebersihan mulut yang tidak terjaga, tapi juga bisa...

Dari Balik Penjara, Habib Rizieq Shihab Selesaikan Gelar S-3

JAKARTA - Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab (HRS), Aziz Yanuar menyampaikan kabar bahwa kliennya...

Artis Pakistan Menggubah Lagu Hubungan Turki, Azerbaijan, Pakistan

Seorang seniman nasyid Pakistan telah membuat lagu dan membuat video musik untuk menarik perhatian...

Puasa yang Sia-sia, Hati- Hati Ini Penyebabnya

Puasa yang sia-sia. Istilah ini sering terdengar namun apa maksudnya dan orang yang bagaimana...

Mualaf Inggris Olu Thomas: Saya Jatuh Cinta Pada Islam

LONDON -- Perantau Inggris bernama Olu Thomas adalah pengusaha yang sangat sukses di Uni...

Aksi Solidaritas untuk Nurhadi, AJI Banda Aceh: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Jurnalis

BANDA ACEH - Para jurnalis berhimpun dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh menggelar...

IOM Serahkan Pendingin Vaksin kepada Dinkes Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - International Organization for Migration (IOM) menyerahkan satu unit pendingin vaksin (TCW3000AC) kepada...

9 Resep Minuman Apel Cocok untuk Sahur, Bisa Kurangi Kantuk

Apel merupakan salah satu buah yang mudah ditemukan dan harganya terjangkau. Apel sangat baik...