27.2 C
Banda Aceh
Rabu, April 21, 2021

Kantor Keuchik Dibuka, Warga Paya Bili Tetap Minta Pertanggungjawaban Dana Desa

BERITA DAERAH

LHOKSEUMAWE – Masyarakat Gampong Paya Bili, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, tetap meminta keuchik menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan Dana Desa (DD) tahun 2020 secara terbuka, meskipun Muspika telah membuka kembali Kantor Keuchik itu, Selasa, 23 Februari 2021.

Hal itu disampaikan Pj. Ketua Tuha Peut Gampong Paya Bili, Bukhari, dihubungi portalsatu.com, Rabu, 24 Februari 2021. Ia membenarkan kantor keuchik yang sempat disegel masyarakat, sudah dibuka kembali oleh Muspika, tapi aktivitas belum aktif sebagaimana biasanya.

“Permasalahan di gampong ini masih berlanjut dan bahkan akan lebih jauh. Belum ada titik temu terkait tuntutan dari masyarakat mengenai beberapa persoalan. Pertama, masalah pelaksanaan tugas. Kedua, menyangkut Dana Desa pengelolaannya dinilai tidak transparan. Ketiga, ada mosi tidak percaya,” kata Bukhari.

Menurut Bukhari, pada dasarnya masyarakat perlu mengetahui sejauh mana dan seperti apa pengelolaan DD 2020 yang dilakukan Keuchik Paya Bili. “Kegiatan yang pernah dilihat tapi tanpa diketahui pihak tuha peut, ada rehab rumah 9 unit, pembangunan dua lorong gampong dan program penanganan Covid-19. Akan tetapi, semua itu tidak ada surat pemberitahuan kepada unsur tuha peut, sehingga masyarakat menuntut tuha peut bahwa itu harus diselesaikan sesegera mungkin”.

“Kalau rapat awal seharusnya keuchik bisa melakukan terlebih dahulu dengan pihak tuha peut. Tetapi yang perlu diadakan rapat akhir itu sesudah pelaksanaan item atau kegiatan tersebut, dan selanjutnya diberitahukan kepada masyarakat bahwa pekerjaan yang telah dilaksanakan sesuai dengan anggaran yang dialokasikan senilai Rp1 miliar lebih. Itu meliputi APBG, ADG dan DD tahun 2020,” ujar Bukhari.

Bukhari menambahkan, selama kegiatan itu dilakukan, yang ada diadakan rapat umum hanya dua kali saat tahap anggaran pertama pada Maret 2020. Rapat pertama terkait pembangunan dua lorong gampong. Berselang satu bulan kemudian rapat kedua dilaksanakan tentang rehab tiga rumah. “Setelah itu, dikerjakan lagsung tanpa sepengetahuan pihak tuha peut Gampong Paya Bili”.

“Terkait permasalahan yang muncul sekarang ini, padahal tiga bulan lalu kita sudah memberitahukan kepada keuchik untuk meminta diadakan rapat evaluasi anggaran 2020 pada akhir tahun. Jadi, saat itu keuchik tidak menghiraukan karena menganggap kami (tuha peut) tidak berhak menegurnya, dianggap kita sebagai bawahannya. Tapi setelah itu kita secara bersama-sama meminta solusi kepada pihak Camat, bagaimana caranya supaya dibuat rapat untuk evaluasi anggaran 2020 tersebut,” ujarnya.

Bahkan, kata Bukhari, pihaknya berturut-turut empat kali mendatangi kantor camat untuk mencari solusi. Sehingga diarahkan oleh camat untuk menyurati keuchik, juga tidak ditanggapi sebagaimana diharapkan. Akhirnya, pihaknya mengadakan rapat evaluasi itu berdasarkan keputusan pihak kecamatan, bukan atas kemauan dari tuha peut.

“Intinya, kita harapkan persoalan ini ada solusi terbaik untuk kepentingan masyarakat di gampong. Di mana ada kekurangannya dan apa saja item yang belum terlaksanakan, dan ke mana dana itu disalurkan. Maka ini perlu diluruskan secara bersama-sama untuk ke depan, supaya kondisi gampong dapat segera kembali membaik,” ujar Bukhari.

Keuchik Gampong Paya Bili, Muhammad Suheri, mengatakan aktivitas di kantor keuchik sudah kembali aktif seperti biasa. “Kalau mengenai rapat itu sudah tidak ada lagi, karena apa yang dituduhkan itu belum tentu benar”.

“Walaupun beberapa hari lalu sempat disegel kantor keuchik, itu aparatur gampong tetap bekerja, hanya saja tidak bisa beraktivitas di kantor saat itu. Tapi terkait tuntutan warga itu saya tidak bisa berkomentar banyak dulu, yang jelas dengan adanya kejadian seperti ini saya bisa lebih baik lagi untuk ke depan,” kata Suheri.

Menurut Suheri, barangkali masalah ini akan ditangani pihak penegak hukum, dan seandainya terbukti bersalah tentu ditindak sesuai dengan undang-undang berlaku.

“Untuk saat ini saya tidak banyak berbicara dulu, kita harapkan bagaimana yang terbaik untuk Gampong Paya Bili ke depan,” ungkap Suheri.[]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Bazar Perpena, 100 Persen Keuntungan Disalurkan kepada Warga Kurang Mampu

SUBULUSSALAM - Ketua Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena) Kota Subulussalam, R Hidayat Putra Manurung mengatakan...

Pegawai Kejaksaan Gayo Lues Teken Komitmen Wilayah Bebas Korupsi

BLANGKEJEREN - Pegawai Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues melakukan penandatanganan komitmen bersama untuk mewujudkan...

Keuchik Diminta Pahami Permendes Terkait Penggunaan Dana Desa

BANDUNG – Para kepala desa (keuchik) diminta untuk memahami Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 5

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Dari atas...

Perkemahan Penghafal Alquran di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe Dibuka

LHOKSEUMAWE - Perkemahan Tahfidz Gerakan Pemuda Rihlah Shaum (PETA GPRS) ke-5 dan Daurah Ramadhan...

Pimpinan DPRK Surati Bupati, Kisruh Penetapan Komisioner Baitul Mal Gayo Lues Berakhir

BLANGKEJEREN - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues sudah melayangkan surat kepada...

Polisi Buru Tersangka Penganiayaan Ibu Rumah Tangga di Dewantara

ACEH UTARA - Polsek Dewantara, Aceh Utara, memburu pria berinisial D (24), diduga melakukan...

Ikamat Harap Dukungan Pemerintah Aceh

ISTANBUL - Pengurus Ikatan Masyarakat Aceh - Turki (Ikamat) menyampaikan apresiasi dan terima kasih...

Rintihan Putri Kamaliah, Putri Pahang dibalik Puing-Puing Kehilangan

Karya: Jamaluddin Peminat Sastra, Lhokseumawe. Perhiasan ini telah berdebu Rinduku takkan pernah lekang Apa yang telah terjadi Duhai Pemilik...

Rapat IPAL di Kantor Ombudsman Aceh, Ini Pandangan Mapesa

BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh melaksanakan rapat tentang Instalasi Pembuangan Air Limbah...

Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Tongkat Nabi Musa Dicari

Heboh penemuan Kota Emas berusia 3.000 tahun yang digadang-gadang peninggalan kerjaan Firaun melengkapi penemuan...

Anggota Dewan Gayo Lues ‘Dinonaktifkan’, Ini Surat Ketua DPRK

BLANGKEJEREN - Masyarakat Kabupaten Gayo Lues yang hendak berurusan atau menjumpai Anggota Dewan Perwakilan...

Operasi Senyap Kopassus Jalan Kaki Ratusan Km saat Puasa di Rimba Kalimantan

Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam. Selama...

Akhlak Calon Suami Antarkan Nadya Jadi Mualaf

Nadya Noviena, yang saat ini berusia 24 tahun, wanita yang baru saja memeluk Islam...

Bintang Borong Takjil Perpena, Bagikan kepada Abang Becak

SUBULUSSALAM - Lapak pedagang takjil menyediakan menu berbuka puasa milik  Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena)...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 4

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Setelah matahari...

Pemilik Tanah di Areal Waduk Keureuto Datangi BPN Aceh Utara Terkait Persoalan Ini

ACEH UTARA - Sejumlah pemilik tanah sah yang berada di Gampong Blang Pante, Kecamatan...

Perang Aceh-Portugis Dalam Lukisan Maestro Delsy Syamsumar

Memasuki ruang kontemporer Museum Aceh, Rabu, 14 April 2021 lalu, 28 lukisan dari para...

Putra Subulussalam ini Wakili Aceh jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara

SUBULUSSALAM - Kota Subulussalam, patut berbangga hati, dua putra putri terbaik di Bumi Syekh...

Anak 8 Tahun Diculik di Prancis, Penyelamatannya Mirip Operasi Militer

Seorang anak perempuan delapan tahun asal Prancis diselamatkan di Swiss kemarin setelah lima hari...