26.9 C
Banda Aceh
Sabtu, April 17, 2021

Negosiasi Siang-Sore, Pilar Batas Dua Gampong di Waduk Keureuto Dipasang Jelang Magrib

BERITA DAERAH

ACEH UTARA – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara akhirnya berhasil melakukan pemasangan satu pilar (patok) tapal batas antara Gampong Plu Pakam, Kecamatan Tanah Luas dan Blang Pante, Paya Bakong, di lokasi Waduk Krueng Keureuto, Senin, 15 Februari 2021, sore.

Pemasangan pilar itu berdasarkan Perbup Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penetapan, dan Penegasan Batas Wilayah Gampong Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, dengan Gampong Plu Pakam, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara.

Pantauan portalsatu.com di lokasi, Senin siang sampai sore, sempat terjadi kendala selama empat jam lantaran sejumlah warga Gampong Plu Pakam tidak menerima dipasang pembatas itu apabila belum ada kejelasan data/peta dari Pemkab Aceh Utara. Akhirnya dilakukan negosiasi di lapangan antara pihak Pemkab dengan warga Plu Pakam terkait pemasangan pilar tersebut, yang ikut terlibat Muspika Tanah Luas dan Paya Bakong serta mendapat pengawalan ketat dari personel Polres Aceh Utara.

Saat negosiasi itu berlangsung, pilar untuk dipasang pada titik pertama diturunkan dari salah satu mobil pikap yang dibawa Pemkab Aceh Utara ke areal Waduk Krueng Keureuto. Terlihat dua patok terbuat dari beton di dalam mobil pikap itu, salah satunya diangkat menggunakan excavator
(beko) untuk diletakkan pada posisi titik koordinat/lokasi pilar pertama yang telah disesuaikan dengan alat GPS dari Pemkab.

Namun, negosiasi antara warga Plu Pakam dengan Pemkab maupun unsur Mupika serta pihak keamanan sampai pukul 16.00 WIB (Senin), tidak menemukan titik temu terkait pemasangan tapal batas. Sehingga rombongan dari Pemkab meninggalkan lokasi tersebut menuju Kantor Satker Pembangunan Bendungan BWS Sumatera-I dalam areal Waduk Kreung Keureuto, di Gampong Blang Pante. Saat itu, sebagian masyarakat dari Gampong Plu Pakam, Tanah Luas, juga membubarkan diri dari lokasi tersebut.

Setelah beristirahat di sana beberapa saat, kemudian rombongan Pemkab dan pihak terkait lainnya sekitar pukul 17. 25 WIB kembali ke titik koordinat lokasi pertama pemasangan pilar di areal Waduk Keureuto dengan pengawalan ketat personel TNI dan Polri.

Akhirnya, pada pukul 18.17 WIB, Kabag Pemerintahan Setda Aceh Utara, Fadly dan staf Pemkab, Armia selaku pemegang GPS menentukan titik koordinat di lokasi sesuai peta topdam.

(Foto: portalsatu.com/Fazil)

Fadly kepada wartawan di areal Waduk Keureuto, Senin sore, mengatakan pemasangan pilar pertama itu tidak gagal, hanya saja warga Plu Pakam awalnya belum mengakui sehingga dilakukan negosiasi. Pada dasarnya peta yang digunakan paling kuat adalah peta topdam tahun 1977, dan Pemkab jauh sebelumnya melakukan tahapan-tahapan hingga keluar Perbup Nomor 1 Tahun 2021.

“Akhirnya sudah setuju dari mereka (warga) untuk dipasang pilar di titik koordinat pertama, sehingga kita pasang dan Alhamdulillah sudah berhasil. Untuk pilar kedua dan ketiga tidak bisa kita pasang sekarang karena kondisi medan (jarak tempuh) dan segala macam. Kita tunggu untuk dibuat jalan terlebih dahulu dengan alat berat supaya mudah menuju lokasi selanjutnya,” kata Fadly.

Sekretaris Gampong Plu Pakam, Samsul Bahri, menyebutkan pihaknya menerima dan mengakui posisi pemasangan pilar di lokasi pertama itu. “Dan sudah sesuai karena pada titik itu dulu adalah sungai yang sekarang telah ditimbun sehingga menjadi jalan di areal proyek waduk,” tuturnya.

“Tetapi kita menolak untuk pemasangan pilar kedua dan ketiga. Kita meminta Pemkab Aceh Utara untuk memperjelas dulu data yang konkret kepada masyarakat Gampong Plu Pakam. Kita meminta mereka untuk melakukan mediasi kembali terkait hal itu, biar pembangunan Waduk Keureuto cepat selesai. Kita berharap pemerintah segera memperjelas data atau peta tersebut dan tidak memihak ke mana-mana,” ujar Samsul Bahri.

Ketua Teuha Peut Gampong Blang Pante, Sulaiman H., berharap Pemkab Aceh Utara segera melakukan pemasangan pilar pada titik kedua dan ketiga tapal batas antara dua gampong itu. “Harapan masyarakat Blang Pante agar pemerintah melakukan sesuai aturan berlaku. Pemerintah membuat pilar itukan ada dasarnya, ada peta topdam, peta tata ruang atau lainnya, dan bukan tanpa dasar,” kata Sulaiman.

Menurut Sulaiman, untuk pemasangan pilar pada tiga titik itu sebenarnya butuh ketegasan pemerintah. “Mereka (pemerintah) punya aparatur, pengamanan dan sebagainya. Jika ada masyarakat yang melawan pemerintah itu sama saja melawan negara,” ucapnya.[]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

HMI Komisariat Hukum Unimal Bagikan Takjil untuk Tukang Parkir Hingga Fakir Miskin

LHOKSEUMAWE - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal) membagikan ratusan takjil...

Gubernur Aceh Sampaikan LKPJ 2020: Realisasi Pendapatan Rp14,4 Triliun, Belanja Rp13,2 T

BANDA ACEH – Realisasi Pendapatan Aceh Tahun Anggaran (TA) 2020 mencapai Rp.14,441 triliun lebih...

Profil CEO Brian Armstrong, Sosok yang Bawa Coinbase Melantai di Wall Street

Resmi melantai di wall street, perusahaan jual beli mata uang kripto, Coinbase mampu membawa...

Dishub Lhokseumawe Atur Lalu Lintas Jelang Buka Puasa di Lokasi Ini

LHOKSEUMAWE - Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Lhokseumawe ikut mengatur arus lalu lintas di sejumlah...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 1

KAPTEN LET PANDE Episode 1 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Seratus perahu...

Ini Pesan Khatib saat Shalat Jumat di Masjid Islamic Center Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Ramai jamaah melaksanakan shalat Jumat pada pekan pertama bulan suci Ramadhan 1442...

Dipecat dan Banyak Utang, Wanita Ini Bangkit dengan Rp 72 Ribu

Dipecat dari pekerjaan dengan gaji besar serta memiliki setumpuk utang memang bukan hal yang...

Perempuan Kreatif, Siti Juita Mastura Aktif Ciptakan Drone

BATU PAHAT - Kemunculan wanita dalam bidang teknologi dron amat kurang, sedangkan usaha itu...

Abu Bakar Omar, Aktor Senior Malaysia Meninggal Dunia

KUALA LUMPUR - Aktor senior Malaysia, Abu Bakar Omar, meninggal dunia pada pukul 9.04...

Ini Bahayanya Sering Isi BBM Saat Tangki Kosong

MENGISI bahan bakar minyak (BBM) sudah menjadi kewajiban bagi setiap pemilik kendaraan. Tanpa BBM,...

AS Jatuhkan Sanksi dan Usir Diplomat Rusia terkait Intervensi

Amerika Serikat menjatuhkan sanksi dan mengusir 10 diplomat Rusia pada Kamis 15 April 2021...

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 1,57 Miliar Dolar AS

JAKARTA – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Neraca perdagangan Indonesia Maret 2021 kembali...

Ini Penyakit yang Menyebabkan Bau Mulut

Bau mulut tidak hanya disebabkan oleh kebersihan mulut yang tidak terjaga, tapi juga bisa...

Dari Balik Penjara, Habib Rizieq Shihab Selesaikan Gelar S-3

JAKARTA - Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab (HRS), Aziz Yanuar menyampaikan kabar bahwa kliennya...

Artis Pakistan Menggubah Lagu Hubungan Turki, Azerbaijan, Pakistan

Seorang seniman nasyid Pakistan telah membuat lagu dan membuat video musik untuk menarik perhatian...

Puasa yang Sia-sia, Hati- Hati Ini Penyebabnya

Puasa yang sia-sia. Istilah ini sering terdengar namun apa maksudnya dan orang yang bagaimana...

Mualaf Inggris Olu Thomas: Saya Jatuh Cinta Pada Islam

LONDON -- Perantau Inggris bernama Olu Thomas adalah pengusaha yang sangat sukses di Uni...

Aksi Solidaritas untuk Nurhadi, AJI Banda Aceh: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Jurnalis

BANDA ACEH - Para jurnalis berhimpun dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh menggelar...

IOM Serahkan Pendingin Vaksin kepada Dinkes Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - International Organization for Migration (IOM) menyerahkan satu unit pendingin vaksin (TCW3000AC) kepada...

9 Resep Minuman Apel Cocok untuk Sahur, Bisa Kurangi Kantuk

Apel merupakan salah satu buah yang mudah ditemukan dan harganya terjangkau. Apel sangat baik...