27.9 C
Banda Aceh
Selasa, April 20, 2021

Pemerintah Anggarkan Rp 50 Miliar Untuk Pengerukan Pelabuhan Lampulo

BERITA DAERAH

BANDA ACEH – Komisi IV DPR RI bersama Direktorat Jenderal (Dirjen) Perikanan Tanggkap Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menyepakati anggaran sebesar Rp 50 miliar untuk pengerukan Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, Banda Aceh.

Hal itu terungap dalam kehadiran Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI ke Banda Aceh untuk meninjau Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, Aceh, Senin, 15 Februari 2021.

Pendangkalan pelabuhan tersebut terjadi pada kolam tambat labuh, kedalaman yang idealnya 6 meter itu di beberapa bagian hanya 1 hingga 4 meter saja. Perlu dikeruk kembali untuk mencegah kandas kapal di atas 30 Gross Ton (GT).

Baca Juga: Hak Rakyat Aceh Untuk Memiliki wakil Gubernur

Anggota Komisi IV DPR RI TA Khalid menjelaskan sudah sejak lama terjadi pendangkalan di Pantai Lampulo, sudah lama tidak dilakukan pengerukan. Bahkan TA Khalid mengungkapkan, dirinya dan Komisi IV sudah dua kali hadir ke lokasi tersebut, masih belum ada solusi.

“Untuk itu, kita sudah sepakat, Komisi IV dengan Dirjen Perikanan Tangkap pada tahun ini sudah bisa sepakat untuk dianggarkan pada anggaran tambahan tahun ini. Dimana kita sudah sepakat dengan anggaran senilai Rp50 miliar,” ungkap TA Khalid.

Politisi Gerindra ini berharap dengan kesepakatan ini Dinas Perikanan yang ada di Aceh  bisa melakukan Detail Engineering Design (DED) yang baik, agar anggaran yang diupayakan masuk dalam APBN-P bisa bermanfaat maksimal sesuai kebutuhan dalam memecahkan persoalan di Pelabuhan Lampulo.

Baca Juga: Beras dan Rokok Pengaruhi Angka Kemiskinan di Aceh

Hal yang sama juga diungkapkan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi yang memimpin Tim Komisi IV dalam kunjungan kerja ke Pelabuhan Lampulo. Katanya, permasalahan pendangkalan itu sudah menjadi perhatian Komisi IV, pada tahun 2019 Komisi IV pernah juga datang ke Lampulo, namun hingga saat ini belum ada kepastian solusinya.

Dedi Mulyadi menambahkan, ia bersama tim datang untuk melihat faktor apa saja yang menyebabkan adanya pendangkalan, bisa dari hulu sungai, yakni turunnya sedimen pasir ataupun bebatuan sehingga menyebabkan terjadinya pendangkalan, kemudian faktor alam dimana terjadi pergeseran sedimen di bawah air laut akibat arus. Dari beberapa faktor tersebut diperlukan kajian dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHH) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengetahui sumbernya.

“Dalam hal ini Komisi IV akan memberikan solusi atau jalan keluar dari persoalan yang ada, di mana kita bicara dari hulu dulu sebelum nantinya harus ada pengerukan. Ada beberapa usulan mengemuka terkait ini, ada sejumlah alat yang berteknologi yang bisa digunakan untuk melakukan pengerukan, sehingga meminimalisir pemborosan anggaran,” jelasnya.[]

Baca Juga: Tentara Jepang dan hantu-Hantu di Blang Bintang.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Perkemahan Penghafal Alquran di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe Dibuka

LHOKSEUMAWE - Perkemahan Tahfidz Gerakan Pemuda Rihlah Shaum (PETA GPRS) ke-5 dan Daurah Ramadhan...

Pimpinan DPRK Surati Bupati, Kisruh Penetapan Komisioner Baitul Mal Gayo Lues Berakhir

BLANGKEJEREN - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues sudah melayangkan surat kepada...

Polisi Buru Tersangka Penganiayaan Ibu Rumah Tangga di Dewantara

ACEH UTARA - Polsek Dewantara, Aceh Utara, memburu pria berinisial D (24), diduga melakukan...

Ikamat Harap Dukungan Pemerintah Aceh

ISTANBUL - Pengurus Ikatan Masyarakat Aceh - Turki (Ikamat) menyampaikan apresiasi dan terima kasih...

Rintihan Putri Kamaliah, Putri Pahang dibalik Puing-Puing Kehilangan

Karya: Jamaluddin Peminat Sastra, Lhokseumawe. Perhiasan ini telah berdebu Rinduku takkan pernah lekang Apa yang telah terjadi Duhai Pemilik...

Rapat IPAL di Kantor Ombudsman Aceh, Ini Pandangan Mapesa

BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh melaksanakan rapat tentang Instalasi Pembuangan Air Limbah...

Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Tongkat Nabi Musa Dicari

Heboh penemuan Kota Emas berusia 3.000 tahun yang digadang-gadang peninggalan kerjaan Firaun melengkapi penemuan...

Anggota Dewan Gayo Lues ‘Dinonaktifkan’, Ini Surat Ketua DPRK

BLANGKEJEREN - Masyarakat Kabupaten Gayo Lues yang hendak berurusan atau menjumpai Anggota Dewan Perwakilan...

Operasi Senyap Kopassus Jalan Kaki Ratusan Km saat Puasa di Rimba Kalimantan

Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam. Selama...

Akhlak Calon Suami Antarkan Nadya Jadi Mualaf

Nadya Noviena, yang saat ini berusia 24 tahun, wanita yang baru saja memeluk Islam...

Bintang Borong Takjil Perpena, Bagikan kepada Abang Becak

SUBULUSSALAM - Lapak pedagang takjil menyediakan menu berbuka puasa milik  Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena)...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 4

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Setelah matahari...

Pemilik Tanah di Areal Waduk Keureuto Datangi BPN Aceh Utara Terkait Persoalan Ini

ACEH UTARA - Sejumlah pemilik tanah sah yang berada di Gampong Blang Pante, Kecamatan...

Perang Aceh-Portugis Dalam Lukisan Maestro Delsy Syamsumar

Memasuki ruang kontemporer Museum Aceh, Rabu, 14 April 2021 lalu, 28 lukisan dari para...

Putra Subulussalam ini Wakili Aceh jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara

SUBULUSSALAM - Kota Subulussalam, patut berbangga hati, dua putra putri terbaik di Bumi Syekh...

Anak 8 Tahun Diculik di Prancis, Penyelamatannya Mirip Operasi Militer

Seorang anak perempuan delapan tahun asal Prancis diselamatkan di Swiss kemarin setelah lima hari...

2 Kasat dan 2 Kapolsek Diganti, Ini Kata Kapolres Gayo Lues

BLANGKEJEREN - Empat perwira di jajaran Polres Kabupaten Gayo Lues digantikan dengan yang baru...

Mengenal Struktur Tulang Belakang dan Fungsinya

Tulang belakang memiliki peran penting dalam menopang tubuh manusia. Dengan mengenali struktur tulang belakang,...

Kisah Putri Tanjung Jatuh Bangun Jalani Bisnis Sejak Usia 15 Tahun

Putri Indahsari Tanjung dikenal dengan Putri Tanjung, adalah anak pertama dari Chairul Tanjung. Menjadi...

Ratusan Petani Jagung Gayo Lues Sulit Tebus Pupuk Subsidi, Pemda Diminta Ambil Tindakan

BLANGKEJEREN - Petani jagung di Kabupaten Gayo Lues mengaku kesulitan menebus pupuk subsidi dari...