27.2 C
Banda Aceh
Rabu, April 21, 2021

Perubahan Qanun Telat Diketahui, Perekrutan Komisioner Baitul Mal Bermasalah

BERITA DAERAH

BLANGKEJEREN – Perubahan qanun terkait dewan pengawas berdampak pada perekrutan komisioner Baitul Mal Kabupaten Gayo Lues, delapan calon komisioner yang diusulkan pemerintah setempat ditolak oleh DPRK.

Sekretaris Baitul Mal Gayo Lues, Ramadan, Jumat, 5 Februari 2021 mengungkapkan, Dewan Pengawas Baitul Mal Gayo Lues yang masih aktif dibentuk pada Maret 2019, beranggotakan enam orang, terdiri dari unsur sekretaris daerah (Sekda), asisten, inspektorat, keuangan dan dari dinas syariat Islam.

Sementara berdasarkan Qanun No.10 tahun tahun 2018 pasal 9 dan 49, Dewan Pengawas harus direkrut terlebih dahulu dengan jumlah paling sedikit 3 orang dan paling banyak 5 orang yang meliputi dari unsur ulama, akadmisi dan praktisi.

“Ini yang membuat kami bingung, Qanun No. 10 dibentuk tahun 2018 dan mulai diberlakukan bulan Januari tahun 2019 di Banda Aceh, sementara pembentukan dewan pengawas yang berjumlah enam orang pada bulan Maret 2019 masih menggunakan aturan yang lama, karena kami baru mendapatkan Qanun No.10 tahun 2018 itu pada Juni 2019 setelah dewan pengawas dibentuk,” ungkap Ramadan.

Baca Juga : Dewan Tolak Calon Komisioner Baitul Mal

Ramadan mengakui untuk menyelesaikan masalah penolakan delapan calon komisioner itu, pihaknya sudah dipanggil Sekda, setelah itu akan menjumpai DPRK untuk duduk bersama menyelesaikan perosalan tersebut.

“Anggaran perekrutan calon komisioner Baitul Mal tahun 2020 hanya Rp 5.666.800, tetapi jika harus diulang, Baitul Mal tidak ada anggaran lagi. Karena kami tidak memasukkan dalam anggaran tahun 2021 lagi karena sudah dilakukan tahun 2020 lalu,” jelasnya.

Diceritakan Ramadan, jabatan Kepala Baitul Mal Gayo Lues sebelumnya berakhir tanggal 31 Agustus tahun 2020, untuk mengisi kekosongan itu, maka tim membuka pendaftaran. Dan sebanyak 21 calon komisioner Baitul Mal mendaftar dan berkasnya diseleksi.

Baca Juga : Begini Respon Calon Komisioner Baitul Mal Gayo Lues

Dari 21 orang pelamar kemudian dilakukan verifikasi data, kemudian gagal dua orang akibat tidak memenuhi syarat, satu pelamar umur tidak sampai 31 tahun, dan satu lagi tidak berdomisili di Gayo Lues. Setelah dilakukan ujian, satu orang memilih mundur, sehingga tinggal 18 calon.

Setelah dilakukan seleksi lagi oleh tim, 15 nama calon diserahkan kepada Bupati Gayo Lues sesuai peraturan, kemudian Bupati memilih lagi delapan nama untuk diserahkan kepada DPRK untuk dipilih lima orang komisioner dan tiga orang sebagai cadangan.

“Tadi malam kami menerima informasi berkas delapan nama itu ditolak, jadi langkah selanjutnya, kami akan kompromi dulu dan menanyakan ke dewan apakah semua tahapan harus diulang atau bagaimana,” pungkasnya.[]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Bazar Perpena, 100 Persen Keuntungan Disalurkan kepada Warga Kurang Mampu

SUBULUSSALAM - Ketua Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena) Kota Subulussalam, R Hidayat Putra Manurung mengatakan...

Pegawai Kejaksaan Gayo Lues Teken Komitmen Wilayah Bebas Korupsi

BLANGKEJEREN - Pegawai Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues melakukan penandatanganan komitmen bersama untuk mewujudkan...

Keuchik Diminta Pahami Permendes Terkait Penggunaan Dana Desa

BANDUNG – Para kepala desa (keuchik) diminta untuk memahami Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 5

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Dari atas...

Perkemahan Penghafal Alquran di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe Dibuka

LHOKSEUMAWE - Perkemahan Tahfidz Gerakan Pemuda Rihlah Shaum (PETA GPRS) ke-5 dan Daurah Ramadhan...

Pimpinan DPRK Surati Bupati, Kisruh Penetapan Komisioner Baitul Mal Gayo Lues Berakhir

BLANGKEJEREN - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues sudah melayangkan surat kepada...

Polisi Buru Tersangka Penganiayaan Ibu Rumah Tangga di Dewantara

ACEH UTARA - Polsek Dewantara, Aceh Utara, memburu pria berinisial D (24), diduga melakukan...

Ikamat Harap Dukungan Pemerintah Aceh

ISTANBUL - Pengurus Ikatan Masyarakat Aceh - Turki (Ikamat) menyampaikan apresiasi dan terima kasih...

Rintihan Putri Kamaliah, Putri Pahang dibalik Puing-Puing Kehilangan

Karya: Jamaluddin Peminat Sastra, Lhokseumawe. Perhiasan ini telah berdebu Rinduku takkan pernah lekang Apa yang telah terjadi Duhai Pemilik...

Rapat IPAL di Kantor Ombudsman Aceh, Ini Pandangan Mapesa

BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh melaksanakan rapat tentang Instalasi Pembuangan Air Limbah...

Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Tongkat Nabi Musa Dicari

Heboh penemuan Kota Emas berusia 3.000 tahun yang digadang-gadang peninggalan kerjaan Firaun melengkapi penemuan...

Anggota Dewan Gayo Lues ‘Dinonaktifkan’, Ini Surat Ketua DPRK

BLANGKEJEREN - Masyarakat Kabupaten Gayo Lues yang hendak berurusan atau menjumpai Anggota Dewan Perwakilan...

Operasi Senyap Kopassus Jalan Kaki Ratusan Km saat Puasa di Rimba Kalimantan

Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam. Selama...

Akhlak Calon Suami Antarkan Nadya Jadi Mualaf

Nadya Noviena, yang saat ini berusia 24 tahun, wanita yang baru saja memeluk Islam...

Bintang Borong Takjil Perpena, Bagikan kepada Abang Becak

SUBULUSSALAM - Lapak pedagang takjil menyediakan menu berbuka puasa milik  Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena)...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 4

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Setelah matahari...

Pemilik Tanah di Areal Waduk Keureuto Datangi BPN Aceh Utara Terkait Persoalan Ini

ACEH UTARA - Sejumlah pemilik tanah sah yang berada di Gampong Blang Pante, Kecamatan...

Perang Aceh-Portugis Dalam Lukisan Maestro Delsy Syamsumar

Memasuki ruang kontemporer Museum Aceh, Rabu, 14 April 2021 lalu, 28 lukisan dari para...

Putra Subulussalam ini Wakili Aceh jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara

SUBULUSSALAM - Kota Subulussalam, patut berbangga hati, dua putra putri terbaik di Bumi Syekh...

Anak 8 Tahun Diculik di Prancis, Penyelamatannya Mirip Operasi Militer

Seorang anak perempuan delapan tahun asal Prancis diselamatkan di Swiss kemarin setelah lima hari...