27.9 C
Banda Aceh
Selasa, April 20, 2021

Tim Polres Aceh Timur Tangkap Dua Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak

BERITA DAERAH

IDI RAYEK – Tim Gabungan Polres Aceh Timur berhasil menangkap dua pria berinisial R (46) dan M (37) sebagai tersangka pembunuhan dua perempuan, S (56) dan N (15), yang merupakan ibu dan anak. Kasus pembunuhan itu terjadi di rumah korban, Dusun Pante, Desa Simpang Jernih, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, Jumat, 12 Februari 2021, dini hari. Kedua tersangka juga warga Desa Simpang Jernih.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro, S.I.K., M.H., dalam keterangannya, Kamis, 18 Februari 2021, mengatakan pihaknya berhasil mengamankan kedua tersangka, setelah tim gabungan mengambil keterangan dari sejumlah saksi, sehingga mengarah kepada R dan M.

“Benar, pada Rabu (17/02), sekira pukul 03.00 WIB, anggota kami berhasil mengamankan R dan M. Di mana R ini merupakan residivis, sedangkan M masih dalam proses sidang di Pengadilan Negeri Idi terkait tindak pidana memasuki pekarangan tanpa izin,” ungkap Kapolres Eko Widiantoro.

Kapolres menjelaskan kasus pembunuhan ini berawal pada Kamis (11/02), sekira pukul 22.00 WIB. Saat itu M sedang turun dari Desa Simpang Jernih. Di tengah perjalanan, di Desa Bengkelang, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, M bertemu dengan R. Lalu, R mengajak M untuk menemui seseorang.

Keduanya pergi bersamaan menggunakan sepeda motor milik M, dan tiba di Desa Simpang Jernih, Jumat (12/02), sekira pukul 02.00 WIB. Setelah memarkirkan sepeda motor di dekat perkebunan sawit, mereka menuju rumah korban.

“M sempat menanyakan kepada R, maksud dan tujuan ke rumah korban (S). Dijawab oleh R, ‘sudah ikut aja’. Kedua pelaku lalu mencongkel jendela yang terbuat dari kayu papan agar bisa masuk ke dalam rumah. R juga meminta kepada M untuk mencari alat, lantas diambilnya sebilah kayu yang terletak di belakang pintu, dan bersamaan ke kamar korban,” ujar Kapolres.

Kapolres menyebutkan kedua tersangka menggunakan kayu dan besi bulat menganiaya S yang sedang tidur. R juga menganiaya N menggunakan besi bulat. R meminta M untuk ikut menghajar N. Namun, M malah memperkosa korban.

Setelah melakukan penganiayaan, tersangka mendorong tubuh kedua korban ke kolong tempat tidur. “Para pelaku kemudian keluar melalui jendela yang mereka congkel serta menutupnya kembali. Sementara kayu dan besi yang digunakan untuk menganiaya korban dibuang di semak semak belakang rumah korban,” kata Kapolres.

Kapolres mengatakan M melarikan diri dengan bersembunyi di rumah kerabatnya di Besitang, Sumatera Utara, hingga akhirnya berhasil diamankan petugas, Rabu (17/02) dini hari.

(Tersangka M. Foto: Polres Aceh Timur)

Sedangkan R, usai membunuh S dan N, selang beberapa jam, kembali melakukan tindak pidana pengrusakan dan pengancaman terhadap warga desa setempat, sehingga dilaporkan ke Polsek Simpang Jernih. Atas laporan tersebut, pada Jumat (12/02), sekira pukul 14:30 WIB, R diamankan ke Polsek Simpang Jernih, kemudian ditahan di sel tahanan Polres Aceh Timur dalam perkara pengrusakan disertai pengancaman.

“Hingga akhirnya, Senin (15/02), sekira pukul 12:30 WIB, warga Dusun Pante, Desa Simpang Jernih digegerkan dengan penemuan mayat S dan N dalam kondisi yang mengenaskan. Atas temuan mayat tersebut, Polres Aceh Timur membentuk tim untuk mengungkap peristiwa ini. Setelah mengumpulkan keterangan beberapa saksi, tim berhasil mengamankan M serta R yang lebih dahulu sudah berada di ruang tahanan Polres Aceh Timur,” tutur Kapolres.

Barang bukti diamankan, di antaranya satu batang kayu bulat, satu besi bulat, dua handphone, satu baju milik tersangka M yang digunakan saat melakukan pembunuhan, dua sepeda motor dan sebuah celana pendek.

“Dari keterangan pelaku R, ia melakukan perbuatan tersebut dilatarbelakangi dendam dan utang piutang. Namun, kami masih mendalami motif yang sebenarnya,” kata Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro.

Kedua tersangka dijerat Pasal 338, jo 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup, dan Pasal 76 c jo pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun.[](*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Perkemahan Penghafal Alquran di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe Dibuka

LHOKSEUMAWE - Perkemahan Tahfidz Gerakan Pemuda Rihlah Shaum (PETA GPRS) ke-5 dan Daurah Ramadhan...

Pimpinan DPRK Surati Bupati, Kisruh Penetapan Komisioner Baitul Mal Gayo Lues Berakhir

BLANGKEJEREN - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues sudah melayangkan surat kepada...

Polisi Buru Tersangka Penganiayaan Ibu Rumah Tangga di Dewantara

ACEH UTARA - Polsek Dewantara, Aceh Utara, memburu pria berinisial D (24), diduga melakukan...

Ikamat Harap Dukungan Pemerintah Aceh

ISTANBUL - Pengurus Ikatan Masyarakat Aceh - Turki (Ikamat) menyampaikan apresiasi dan terima kasih...

Rintihan Putri Kamaliah, Putri Pahang dibalik Puing-Puing Kehilangan

Karya: Jamaluddin Peminat Sastra, Lhokseumawe. Perhiasan ini telah berdebu Rinduku takkan pernah lekang Apa yang telah terjadi Duhai Pemilik...

Rapat IPAL di Kantor Ombudsman Aceh, Ini Pandangan Mapesa

BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh melaksanakan rapat tentang Instalasi Pembuangan Air Limbah...

Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Tongkat Nabi Musa Dicari

Heboh penemuan Kota Emas berusia 3.000 tahun yang digadang-gadang peninggalan kerjaan Firaun melengkapi penemuan...

Anggota Dewan Gayo Lues ‘Dinonaktifkan’, Ini Surat Ketua DPRK

BLANGKEJEREN - Masyarakat Kabupaten Gayo Lues yang hendak berurusan atau menjumpai Anggota Dewan Perwakilan...

Operasi Senyap Kopassus Jalan Kaki Ratusan Km saat Puasa di Rimba Kalimantan

Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam. Selama...

Akhlak Calon Suami Antarkan Nadya Jadi Mualaf

Nadya Noviena, yang saat ini berusia 24 tahun, wanita yang baru saja memeluk Islam...

Bintang Borong Takjil Perpena, Bagikan kepada Abang Becak

SUBULUSSALAM - Lapak pedagang takjil menyediakan menu berbuka puasa milik  Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena)...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 4

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Setelah matahari...

Pemilik Tanah di Areal Waduk Keureuto Datangi BPN Aceh Utara Terkait Persoalan Ini

ACEH UTARA - Sejumlah pemilik tanah sah yang berada di Gampong Blang Pante, Kecamatan...

Perang Aceh-Portugis Dalam Lukisan Maestro Delsy Syamsumar

Memasuki ruang kontemporer Museum Aceh, Rabu, 14 April 2021 lalu, 28 lukisan dari para...

Putra Subulussalam ini Wakili Aceh jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara

SUBULUSSALAM - Kota Subulussalam, patut berbangga hati, dua putra putri terbaik di Bumi Syekh...

Anak 8 Tahun Diculik di Prancis, Penyelamatannya Mirip Operasi Militer

Seorang anak perempuan delapan tahun asal Prancis diselamatkan di Swiss kemarin setelah lima hari...

2 Kasat dan 2 Kapolsek Diganti, Ini Kata Kapolres Gayo Lues

BLANGKEJEREN - Empat perwira di jajaran Polres Kabupaten Gayo Lues digantikan dengan yang baru...

Mengenal Struktur Tulang Belakang dan Fungsinya

Tulang belakang memiliki peran penting dalam menopang tubuh manusia. Dengan mengenali struktur tulang belakang,...

Kisah Putri Tanjung Jatuh Bangun Jalani Bisnis Sejak Usia 15 Tahun

Putri Indahsari Tanjung dikenal dengan Putri Tanjung, adalah anak pertama dari Chairul Tanjung. Menjadi...

Ratusan Petani Jagung Gayo Lues Sulit Tebus Pupuk Subsidi, Pemda Diminta Ambil Tindakan

BLANGKEJEREN - Petani jagung di Kabupaten Gayo Lues mengaku kesulitan menebus pupuk subsidi dari...