27.2 C
Banda Aceh
Rabu, April 21, 2021

Kolektor Manuskrip Aceh: Seni Ukir dan Pahat Bagian Penting dari Masyarakat Aceh Masa Lampau

BERITA DAERAH

BANDA ACEH – Kolektor Manuskrip Aceh, Tarmizi Abdul Hamid akrab disapa Cek Midi, mengatakan seni ukir dan pahat menjadi bagian penting bagi masyarakat Aceh terdahulu.

Cek Midi mengatakan, seni ukir dan pahat berkembang pesat di Aceh pada abad 16-17 Masehi.

Dia menceritakan, saat itu, tempat ibadah, dan rumah bangsawan seperti ulee balang dihiasi ukiran khas keacehan.

“Dalam ukiran itu motif Aceh yang sering ditonjolkan pada masa lalu itu lebih fokus pada tumbuhan. Dimana pun ada ukirannya kita belum pernah menemukan ukiran di Aceh dalam bentuk fauna jarang kita temukan,” kata Cek Midi di sela-sela pameran seni foto seni pahat, ukir pada kayu dan batu, dan lukisan pada kertas yang diselenggarakan sejumlah budayawan di Taman Seni dan Budaya Aceh, 26-28 Maret 2021.

“Artinya, yang sering kita temukan ukiran di Aceh baik di bangunan kayu maupun beton, di pahat batu nisan, juga yang paling istimewa di dalam manuskrip itu kita temukan gaya khas Aceh dalam bentuk flora,” ujar Cek Midi.

Cek Midi menjelaskan leluhur orang Aceh memiliki keuletan yang tinggi dalam melahirkan seni ukir dan pahat pada batu, kayu serta manuskrip.

Menurut pria yang mengoleksi ratusan manuskrip kuno Aceh ini, ukiran pada manuskrip dan pahatan pada batu nisan kuno Aceh adalah bukti bahwa seniman Aceh terdahulu memiliki kreativitas yang tinggi.

Cek Midi menjelaskan dengan media yang sulit, namun para seniman Aceh terdahulu mampu melahirkan mahakarya yang secara kualitas, corak dan motif memiliki keindahan dan ciri khas.

“Kalau dulu tidak ada alat bantu untuk menunjang kreativitas tersebut mereka melakukan secara manual dengan tangan sendiri, kalau sekarang sudah ada mesin pahat dan komputer kalau media kertas,” ungkap Cek Midi.

Namun sangat disayangkan, kata Cek Midi, akibat adanya penjajahan, konflik dan bencana alam, nilai-nilai seni tersebut mulai tergerus dan generasi Aceh mulai meninggalkannya.

“Seni ditinggalkan karena konflik, bencana, ketika terjadi itu orang Aceh harus mempertahankan kehidupan, jadi tidak sempat melakukan seni ukir ini karena membutuhkan masa tertentu. Seni ini tidak spontanitas, seni ukir itu dilahirkan tapi butuh proses karena ini karya yang sangat ulet, butuh masa,” kata Cek Midi.

Menurut Cek Midi, generasi Aceh saat ini harus mengkaji kembali nilai-nilai kreativitas leluhur yang dicurahkan dalam bentuk karya seni tersebut.

“Kalau sekarang untuk mengembangkan nilai seni itu sangat mudah. Dulu mereka hanya mengandalkan tangan sendiri. Ini harus ditonjolkan kepada generasi sekarang ini,” ujarnya. [] (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Bazar Perpena, 100 Persen Keuntungan Disalurkan kepada Warga Kurang Mampu

SUBULUSSALAM - Ketua Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena) Kota Subulussalam, R Hidayat Putra Manurung mengatakan...

Pegawai Kejaksaan Gayo Lues Teken Komitmen Wilayah Bebas Korupsi

BLANGKEJEREN - Pegawai Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues melakukan penandatanganan komitmen bersama untuk mewujudkan...

Keuchik Diminta Pahami Permendes Terkait Penggunaan Dana Desa

BANDUNG – Para kepala desa (keuchik) diminta untuk memahami Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 5

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Dari atas...

Perkemahan Penghafal Alquran di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe Dibuka

LHOKSEUMAWE - Perkemahan Tahfidz Gerakan Pemuda Rihlah Shaum (PETA GPRS) ke-5 dan Daurah Ramadhan...

Pimpinan DPRK Surati Bupati, Kisruh Penetapan Komisioner Baitul Mal Gayo Lues Berakhir

BLANGKEJEREN - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues sudah melayangkan surat kepada...

Polisi Buru Tersangka Penganiayaan Ibu Rumah Tangga di Dewantara

ACEH UTARA - Polsek Dewantara, Aceh Utara, memburu pria berinisial D (24), diduga melakukan...

Ikamat Harap Dukungan Pemerintah Aceh

ISTANBUL - Pengurus Ikatan Masyarakat Aceh - Turki (Ikamat) menyampaikan apresiasi dan terima kasih...

Rintihan Putri Kamaliah, Putri Pahang dibalik Puing-Puing Kehilangan

Karya: Jamaluddin Peminat Sastra, Lhokseumawe. Perhiasan ini telah berdebu Rinduku takkan pernah lekang Apa yang telah terjadi Duhai Pemilik...

Rapat IPAL di Kantor Ombudsman Aceh, Ini Pandangan Mapesa

BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh melaksanakan rapat tentang Instalasi Pembuangan Air Limbah...

Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Tongkat Nabi Musa Dicari

Heboh penemuan Kota Emas berusia 3.000 tahun yang digadang-gadang peninggalan kerjaan Firaun melengkapi penemuan...

Anggota Dewan Gayo Lues ‘Dinonaktifkan’, Ini Surat Ketua DPRK

BLANGKEJEREN - Masyarakat Kabupaten Gayo Lues yang hendak berurusan atau menjumpai Anggota Dewan Perwakilan...

Operasi Senyap Kopassus Jalan Kaki Ratusan Km saat Puasa di Rimba Kalimantan

Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam. Selama...

Akhlak Calon Suami Antarkan Nadya Jadi Mualaf

Nadya Noviena, yang saat ini berusia 24 tahun, wanita yang baru saja memeluk Islam...

Bintang Borong Takjil Perpena, Bagikan kepada Abang Becak

SUBULUSSALAM - Lapak pedagang takjil menyediakan menu berbuka puasa milik  Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena)...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 4

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Setelah matahari...

Pemilik Tanah di Areal Waduk Keureuto Datangi BPN Aceh Utara Terkait Persoalan Ini

ACEH UTARA - Sejumlah pemilik tanah sah yang berada di Gampong Blang Pante, Kecamatan...

Perang Aceh-Portugis Dalam Lukisan Maestro Delsy Syamsumar

Memasuki ruang kontemporer Museum Aceh, Rabu, 14 April 2021 lalu, 28 lukisan dari para...

Putra Subulussalam ini Wakili Aceh jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara

SUBULUSSALAM - Kota Subulussalam, patut berbangga hati, dua putra putri terbaik di Bumi Syekh...

Anak 8 Tahun Diculik di Prancis, Penyelamatannya Mirip Operasi Militer

Seorang anak perempuan delapan tahun asal Prancis diselamatkan di Swiss kemarin setelah lima hari...