27.2 C
Banda Aceh
Rabu, April 21, 2021

Terobos Jalur Ekstrem Lesten-Pulo Tiga, Ini Ditunjukan Tim Off Road Gayo Lues kepada Dunia

BERITA DAERAH

Belasan mobil tim Off Road Blutax Kabupaten Gayo Lues berjejer rapi di depan pendopo bupati, Jumat, 19 Maret 2021. Mobil-mobil sudah dimodifikasi itu akan menembus jalur ekstrem Lesten, Kecamatan Pining menuju Pulo Tiga, Aceh Tamiang.

Perjalanan menantang itu sudah direncanakan sejak beberapa waktu lalu oleh tim Blutax Gayo Lues. Tenaga medis dan mekanik turut disiapkan saat hendak menjelajahi jalan yang pernah dibuka perusahaan kayu TRD tahun 1990 silam itu.

“Sebelum berangkat, kami melaksanakan musyawarah terlebih dahulu, kemudian disepakati untuk biaya konsumsi di jalan dikutip Rp250 ribu per mobil. Sementara untuk kebutuhan bahan bakar minyak dan peralatan pribadi lainnya disiapkan masing-masing,” kata Suhaidi, salah satu anggota senior Off Road Blutax Gayo Lues, Sabtu, 27 Maret 2021.

Hasil kesepakatan itu, 45 orang dengan 18 mobil tim Off Road Gayo Lues siap berangkat menuju Kecamatan Pining, dan langsung ke Desa Lesten. Di daerah Lesten, tim off road menginap satu malam dengan membuat tenda-tenda kecil.

Pada Sabtu, 20 Maret 2021, tim melanjutkan perjalanan dengan mengarungi sungai Lesten. Satu persatu mobil diarahkan melewati sungai dangkal.

18 mobil berhasil menyeberangi sungai Lesten. “Itu tantangan pertama. Tantangan selanjutnya yang paling ekstrem, tim harus bahu membahu menarik mobil untuk melintasi berlapis-lapis gunung,” ungkap Suhaidi.

(Irsan Firdaus dan Suhaidi tim Blutax Gayo Lues saat menunggu nasi dimasak di tengah hutan menggunakan kayu bakar. Foto: istimewa)

Berjalan selama satu hari, tim hanya mampu melintasi satu gunung. Lalu mendirikan tenda di tengah hutan Lesten-Pulo Tiga saat senja menyelimuti kawasan hutan. Tim tidak bergerak saat malam hari dan memilih istirahat di tenda.

“Keesokan harinya juga masih sama, berhasil menerobos satu lapis gunung sudah gelap, begitulah seterusnya sampai kami terjebak di gunung Tes Aceh Tamiang. Di sana mobil tidak bisa bergerak lagi, empat mobil sudah rusak. Dan kalau tidak dievakuasi atau dibantun 25 karyawan PT Mestika Pelita Lestari Indah (PT MPLI), kami tidak bisa keluar,” jelasnya.

(Suhaidi sopir mobil terobos saat melintasi jalur extrim Lesten-Pulo Tiga. Foto: istimewa)

Di tengah hutan Tes Aceh Tamiang, Suhaidi mengatakan lebar jalan mencapai 25 meter, jalan itu dibuat oleh Perusahaan Kayu TRD tahun 1990-an. Tetapi badan jalan yang sudah puluhan tahun tidak pernah dilintasi kendaraan roda empat itu sudah tertutup semak dan banyak titik longsor.

“Tugas kami sebagai tim Off Road Blutax Gayo Lues sudah selesai, bahwa Jalan Lesten-Pulo Tiga bisa dilintasi mobil dengan waktu enam hari dalam perjalanan, ditambah satu hari waktu perjalanan pulang (Jumat, 19 Maret-Kamis, 25 Maret 2021). Dan kedepanya, itu urusan pemerintah lagi untuk meningkatkan Jalan Lesten-Pulo Tiga,” ujar Suhaidi.

Jika Jalan Lesten-Pulo Tiga ditingkatkan dan diaspal, jarak tempuh warga Gayo Lues menuju Medan diperkirakan hanya membutuhkan 5 sampai 6 jam. Jarak itu sangat jauh berbeda jika menggunakan jalur Tanah Karo yang memakan waktu hingga 10 jam lebih.

“Bagi tim off road yang suka tantangan, kami tim Off Road Gayo Lues mempersilakan menembus gunung Jalan Lesten-Pulo Tiga atau sebaliknya. Tantangan itu terbuka untuk umum,” sebut Suhaidi.

Mansur, anggota tim Off Road Gayo Lues lainnya, Minggu, 28 Maret 2021, mengatakan tujuan pihaknya menunjukan kepada dunia bahwa Lesten ke Tamiang pernah ada akses jalannya. “Kami pergi dengan biaya dari masing-masing anggota, tujuan kami sangat mulia, dan kami disambut seperti pahlawan oleh warga Kaloi,” kata dia melalui pesan WhatsApp.

Tim Blutax Gayo Lues, kata Mansur, merasa sangat sedih jika ada orang yang berkomentar negatif, karena untuk mencapai tujuan menembus hutan Lesten-Pulo Tiga, tim Blutax hanya memakan ikan asin, makan bersama satu piring, serta bertaruh nyawa hanya untuk membuktikan bahwa jalan itu masih ada.

“Kami bisa menembus jalan Lesten-Pulo Tiga berkat bantuan dari Allah SWT, kami tidak bisa berkata-kata lagi, karena setelah tim sampai di Pulo Tiga Aceh Tamiang, banyak yang menagis, banyak yang terharu kenapa bisa melewati gunung terjal bersama mobil off road yang sudah puluhan tahun tidak pernah dilintasi mobil,” ucapnya. []

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Bazar Perpena, 100 Persen Keuntungan Disalurkan kepada Warga Kurang Mampu

SUBULUSSALAM - Ketua Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena) Kota Subulussalam, R Hidayat Putra Manurung mengatakan...

Pegawai Kejaksaan Gayo Lues Teken Komitmen Wilayah Bebas Korupsi

BLANGKEJEREN - Pegawai Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues melakukan penandatanganan komitmen bersama untuk mewujudkan...

Keuchik Diminta Pahami Permendes Terkait Penggunaan Dana Desa

BANDUNG – Para kepala desa (keuchik) diminta untuk memahami Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 5

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Dari atas...

Perkemahan Penghafal Alquran di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe Dibuka

LHOKSEUMAWE - Perkemahan Tahfidz Gerakan Pemuda Rihlah Shaum (PETA GPRS) ke-5 dan Daurah Ramadhan...

Pimpinan DPRK Surati Bupati, Kisruh Penetapan Komisioner Baitul Mal Gayo Lues Berakhir

BLANGKEJEREN - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues sudah melayangkan surat kepada...

Polisi Buru Tersangka Penganiayaan Ibu Rumah Tangga di Dewantara

ACEH UTARA - Polsek Dewantara, Aceh Utara, memburu pria berinisial D (24), diduga melakukan...

Ikamat Harap Dukungan Pemerintah Aceh

ISTANBUL - Pengurus Ikatan Masyarakat Aceh - Turki (Ikamat) menyampaikan apresiasi dan terima kasih...

Rintihan Putri Kamaliah, Putri Pahang dibalik Puing-Puing Kehilangan

Karya: Jamaluddin Peminat Sastra, Lhokseumawe. Perhiasan ini telah berdebu Rinduku takkan pernah lekang Apa yang telah terjadi Duhai Pemilik...

Rapat IPAL di Kantor Ombudsman Aceh, Ini Pandangan Mapesa

BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh melaksanakan rapat tentang Instalasi Pembuangan Air Limbah...

Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Tongkat Nabi Musa Dicari

Heboh penemuan Kota Emas berusia 3.000 tahun yang digadang-gadang peninggalan kerjaan Firaun melengkapi penemuan...

Anggota Dewan Gayo Lues ‘Dinonaktifkan’, Ini Surat Ketua DPRK

BLANGKEJEREN - Masyarakat Kabupaten Gayo Lues yang hendak berurusan atau menjumpai Anggota Dewan Perwakilan...

Operasi Senyap Kopassus Jalan Kaki Ratusan Km saat Puasa di Rimba Kalimantan

Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam. Selama...

Akhlak Calon Suami Antarkan Nadya Jadi Mualaf

Nadya Noviena, yang saat ini berusia 24 tahun, wanita yang baru saja memeluk Islam...

Bintang Borong Takjil Perpena, Bagikan kepada Abang Becak

SUBULUSSALAM - Lapak pedagang takjil menyediakan menu berbuka puasa milik  Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena)...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 4

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Setelah matahari...

Pemilik Tanah di Areal Waduk Keureuto Datangi BPN Aceh Utara Terkait Persoalan Ini

ACEH UTARA - Sejumlah pemilik tanah sah yang berada di Gampong Blang Pante, Kecamatan...

Perang Aceh-Portugis Dalam Lukisan Maestro Delsy Syamsumar

Memasuki ruang kontemporer Museum Aceh, Rabu, 14 April 2021 lalu, 28 lukisan dari para...

Putra Subulussalam ini Wakili Aceh jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara

SUBULUSSALAM - Kota Subulussalam, patut berbangga hati, dua putra putri terbaik di Bumi Syekh...

Anak 8 Tahun Diculik di Prancis, Penyelamatannya Mirip Operasi Militer

Seorang anak perempuan delapan tahun asal Prancis diselamatkan di Swiss kemarin setelah lima hari...