27.2 C
Banda Aceh
Rabu, Mei 19, 2021

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 9

BERITA DAERAH

KAPTEN LET PANDE
Episode 9 – Cerita Bersambung – Novel Serial

Karya: Thayeb Loh Angen

Menjelang magrib, Angkatan Perang Aceh melepaskan jangkar di perairan dekat Pulau Rupat. Sultan memerintahkan satu kompi untuk mendarat. Mereka menjumpai satu batalyon tentara Aceh yang telah berada di sana sejak bulan lalu. Setelah memastikan kesiapan tempat, kompi pemeriksa kembali ke kapal.

Pada tengah malam, Angkatan Perang Aceh pun berangkat ke Melaka. Menjelang subuh, mereka tiba di perairan semenanjung. Sekira satu mil dari Benteng A Famosa, mereka berhenti tanpa melepaskan jangkar. Walaupun saat itu diperkirakan pasukan Portugis tengah tidur, tetapi Sultan Aceh tidak memerintahkan menyerang. Dia tidak mendapatkan kabar terbaru apapun tentang keadaan benteng A Famosa sehingga tanpa bantuan cahaya, pasukan Aceh tidak mengetahui keberadaan musuh.

Setelah matahari terbit, Sultan Aceh memerintahkan dua orang tentara untuk mendarat seraya menyerahkan sepucuk surat kepada Gubernur Jendral Portugis di benteng A Famosa. Sultan meminta mereka segera meningalkan Melaka, atau dihancurkan. Tentu saja, Gubernur Jendral Portugis menolak surat perintah itu dan memenggal kepala kedua orang tentara Aceh yang mengantar surat. Itu melanggar hukum perang, dilarang membunuh utusan. Tentara Portugis menembakkan meriam sebagai tanda mereka menyambut perang.

Mendengar itu, pasukan Aceh merapatkan kapal perang ke benteng Portugis seraya menyerang mereka dengan meriam. Sebagaimana Aceh tidak mengetahui keadaan terbaru Portugis di sana, begitu juga sebaliknya, Portugis tidak tahu bahwa Aceh memiliki meriam baru yang lebih canggih serta kapal perang yang lebih kuat.

Enam puluh kapal Portugis merapat ke perairan dekat benteng seraya melepaskan tembakan meriam. Mereka belum menyadari Aceh datang dengan enam ratus kapal bermeriam besar dan kuat. Dalam beberapa saat saja, dua puluh kapal Portugis hancur dan tenggelam. Selebihnya, empat puluh kapal lagi melarikan diri. Namun, malang bagi mereka.

Kapal-kapal pasukan Portugis yang mundur harus melewati ujung kepungan bagian barat yang saat itu dalam kendali Angkatan Perang Aceh pimpinan Kapten Let Pande. Maka, Kapten Let Pande dan pasukannya memburu kapal-kapal itu seperti kawanan tuna.

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

GerTAK: Bupati Aceh Utara Penguasa, Bukan Pemimpin!

LHOKSUKON - LSM Gerakan Transparansi dan Keadilan (GerTAK) menyoroti kebijakan Pemkab Aceh Utara memangkas...

3.841 CJH Vaksinasi Covid-19, Pasien Baru Tambah 128 Orang di Aceh

BANDA ACEH — Sebanyak 3.841 Calon Jamaah Haji (CJH) telah mengikuti vaksinasi Coronavirus Disease...

Komandan Pussen Arhanud Cek Alutsista di Detasemen Arhanud-001

ACEH UTARA - Komandan Pusat Kesenjataan (Danpussen) Arhanud Kodiklat Angkatan Darat, Mayjen TNI Nisan...

Satpol PP Sita Rak Pedagang Bandel

BIREUEN - Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bireuen menyita rak milik...

Bandara Malikussaleh Kembali Ramai Usai Larangan Mudik

ACEH UTARA - Bandara Malikussaleh Aceh Utara kembali ramai penumpang pesawat usai pemberlakuan larangan...

TKI Asal Aceh Selatan Sakit Keras di Malaysia, Teuku Riefky Tanggung Biaya Pengobatan dan Pemulangan

  SUBULUSSALAM - Anggota DPR RI asal Aceh, Teuku Riefky Harsya (TRH) siap membantu biaya...

‘Tenaga Kontrak Itu Rakyat Juga, Gajinya Kecil Dipangkas Tersisa 7 Bulan, Peudeh That!’

LHOKSUKON – Lebih 2.000 tenaga kontrak dan hampir 2.000 tenaga bakti murni di lingkungan...

PHE Serahkan Blok B kepada PGE, Ini Kata BPMA Soal Potensi Pengembangan Migas

LHOKSUKON – PT Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Energi North Sumatra B-Block...

Banjir Landa Sultan Daulat, Lintas Aceh-Sumut Lumpuh Total

  SUBULUSSALAM - Hujan deras mengguyur wilayah Kota Subulussalam dan sekitarnya menyebabkan sejumlah desa di...

Laporan CIA: Israel akan Tumbang dalam 20 Tahun

Sebuah studi dilakukan Central Intelligence Agency (CIA) telah menimbulkan keraguan atas kelangsungan hidup Israel...

Gaji Tenaga Kontrak hanya 7 Bulan, Tunjangan Bupati, DPRK, TPK PNS, Perjalanan Dinas dan Belanja Pelatihan?

LHOKSUKON – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memangkas anggaran tahun 2021 untuk gaji tenaga kontrak...

Lawan KLB Deli Serdang, Tim Hukum AHY Menang Telak 4-0

  JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) kembali menolak gugatan hukum pelaku KLB...

Permasa Rayon Batam Kota Halal Bihalal di Pantai Melayu

BATAM - Demi mempererat silaturahim sesama warga. Persatuan Masyarakat Aceh (Permasa) Rayon Batam Kota mengadakan...

Pasien Covid-19 di RSUCM Aceh Utara Meningkat

LHOKSEUMAWE - Pasien Covid-19 dirawat di Ruang RICU Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM)...

Kejari Lhokseumawe Kembali Gelar Donor Darah, Ini Hasilnya

LHOKSEUMAWE - Kejaksaan Negeri Lhokseumawe dan Pengurus IAD Lhokseumawe melaksanakan donor darah di Kantor...

Perubahan APBK Aceh Utara 2021 dengan Perbup: Pendapatan Berkurang Belanja Bertambah, Mengapa?

LHOKSUKON – Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Utara tahun 2021 beberapa kali...

Alat Berat PUPR Bersihkan Tiga Titik Longsor Jalan Tripe Jaya, BPBD: Rumah Warga Aman

BLANGKEJEREN – Tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gayo Lues bersama...

Potret Super Model Bella Hadid Dukung Merdeka Palestina

Model dunia, Bella Hadid mengejutkan publik dengan ikut turun ke jalan mendukung gerakan Free...

Inspirasi Syawal

Oleh: Taufik Sentana Peminat literasi sosial dan dakwah. Dalam sebaris surat Alquran di surat Al Ankabut,...

Jalan Menuju Air Terjun dan Kolam Biru Tripe Jaya Longsor, Perumahan Warga Uyem Beriring Terancam

BLANGKEJEREN - Akses jalan menuju Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues, mengalami longsor, Ahad,...