27 C
Banda Aceh
Selasa, Mei 11, 2021

Ini Penjelasan Kepala BPN Aceh Utara Soal Pemilik Tanah di Areal Waduk Keureuto

BERITA DAERAH

LHOKSEUMAWE – Tim Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Utara menyatakan surat sanggahan yang diterima BPN beberapa waktu lalu terkait kepemilikan tanah di areal Waduk Krueng Keureuto datanya kurang akurat.

Akhirnya, pihak BPN bersama warga pemilik tanah sah yang berada di Gampong Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, membuat berita acara mengenai kurang akurat terhadap sanggahan yang diterima tersebut, Selasa, 20 April 2021.

Kepala BPN Aceh Utara, Mahdi, dikonfirmasi portalsatu.com, Kamis, 22 April 2021, mengatakan, surat sanggahan atas kepemilikan tanah yang diterima itu pada dasarnya kurang akurat dan hanya melampirkan fotokopi KTP dan dokumen lainnya yang memang dinilai belum memenuhi syarat.

“Sebelumnya memang saya keberatan untuk penolakan sanggahan itu, tetapi setelah kita berkoordinasi atau meminta arahan dengan Kepala Kantor Kanwil BPN Aceh, pihak Kejari Aceh Utara dan kepolisian sehingga membuatlah suatu berita acara terkait kurangnya persyaratan dari surat sanggahan yang masuk itu,” kata Mahdi.

Mahdi menambakan untuk tahapan selanjutnya akan dilakukan penilaian oleh pihak Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) nantinya. Sedangkan tim BPN hanya sebagai penerima data yang masuk yang kemudian diverifikasi. Namun, surat sanggahan sudah diterima BPN yang menimbulkan protes dari warga pemilik tanah itu tetap di kantor BPN sebagai bahan dokumen pertimbangan tim.

“Maka warga yang mengaku pemilik tanah tersebut tetap perlu membuat surat pernyataan atas kepemilikan yang memang memiliki tanah di kawasan Waduk Keureuto. Karena pemilik tanah tidak mesti tinggal di Gampong Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, yang merupakan lokasi areal tanah tersebut. Sedangkan surat sanggahan yang diterima sebelumnya itu tetap diteruskan untuk dapat menilai, atau data pegangan pihak BPN,” tutur Mahdi.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah pemilik tanah sah yang berada di Gampong Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, mendatangi Kantor BPN Aceh Utara untuk meminta pertanggungjawaban terkait proses pembebasan lahan di areal Waduk Krueng Keureuto, Senin, 19 April 2021.

Kedatangan warga pemilik tanah itu disambut Kasi Pengadaan Tanah BPN Aceh Utara, Yusran, dan Kasi Infrastruktur Pertanahan BPN, Edi Pranata, dalam pertemuan di ruang rapat lantai dua Kantor BPN setempat sejak pagi hingga pukul 14.57 WIB. Sedangkan Kepala Kantor BPN Aceh Utara, Mahdi, tidak berada di kantornya.

Geuchik Gampong Blang Pante, Marzuki Abdullah, kepada wartawan mengatakan pihaknya kecewa terhadap kinerja BPN Aceh Utara dalam proses/tahapan pembebasan lahan Waduk Keureuto. Pihaknya menilai BPN tidak profesional dalam bekerja.

Padahal, kata Marzuki, BPN dan Balai Wilayah Sungai Sumatera-I serta pihak terkait lainnya, sudah melakukan persil di lapangan dengan lancar tanpa hambatan apapun. Bahkan, mereka juga sudah mengumumkan hasil inventarisasi dan identifikasi nama ganti rugi Nomor:AT.02.01/18/11.08/II/2021 pada 24 Februari 2021, dan diberikan masa sanggah 14 hari. Luas keseluruhan 420 hektare lahan yang akan dibebaskan.

“Yang kami heran, masa sanggah 14 hari tidak ada yang menyanggah. Kemudian pada masa perbaikan penyanggah tidak ada perbaikan dari BPN Aceh Utara sampai saat ini. Tetapi anehnya, baru-baru ini sudah ada nama-nama penyanggah di BPN dan nama penyanggah tersebut tidak mengikuti persil atau tidak memiliki tanah di lapangan. Yang lebih janggal lagi pihak penyanggah tersebut tidak mengatahui apa-apa setelah dikonfirmasi oleh orang yang disanggah, bahkan mereka mengakui tidak pernah menyanggah ke BPN Aceh Utara,” ungkap Marzuki.

Bahkan, kata Marzuki, yang bersangkutan itu sudah mengeluarkan video pernyataan tidak pernah ke BPN Aceh Utara dan tak menyanggah tanah orang. “Jadi, yang menjadi tanda tangan surat penyanggah itu siapa? Kepala BPN Aceh Utara harus bertanggung jawab kepada pemilik lahan sah yang hari ini (Senin) datang ke BPN. Kami berharap BPN agar menghormati serta menghargai produk hukum yang dikeluarkan Pemkab Aceh Utara, yaitu Perbup Nomor 1 Tahun 2021,” tegasnya.

“Kami juga heran bagaimana kinerja BPN Aceh Utara selama ini. Apakah boleh menyanggah di luar batas waktu 14 hari? Apakah BPN ada dasar untuk menerima sanggah, sedangkan orang yang bersangkutan tidak ikut persil dan tidak punya tanah, tidak pernah tahu isi sanggahan serta tidak pernah ke BPN sama sekali. Kami meminta kepada pihak Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional RI dan Kanwil BPN Provinsi Aceh untuk mengevaluasi kinerja Kepala BPN Aceh Utara,” tambah Marzuki. (Baca: Pemilik Tanah di Areal Waduk Keureuto Datangi BPN Aceh Utara Terkait Persoalan Ini)[]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Ustaz Tengku Zulkarnain Wafat, UAS Ucapkan Ini

Ustaz Tengku Zulkarnain berpulang ke Rahmatullah pada Senin, 10 Mei 2021 malam bertepatan hari...

Kukuhkan Pengurus MAA, Ini Pesan Wali Nanggroe

BANDA ACEH – Kepengurusan Majelis Adat Aceh masa bakti 2021-2026 secara resmi dikukuhkan oleh...

Kasus Covid-19 Bertambah 68 Orang di Aceh, Lima Meninggal Dunia

BANDA ACEH — Kasus konfirmasi baru Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 bertambah lagi 68...

Anggota DPRK Ini Borong Satu Ton Mentimun Kelompok Tani Tunes Ayu

BLANGKEJEREN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues, Idris Arlem, memberikan apresiasi...

AKBP Carlie Jenguk Nek Ipah yang Hidup Sebatang Kara di Penampaan Uken

BLANGKEJEREN - Nek Ipah, warga Desa Penampaan Uken, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, butuh...

Masjid Syiah Kuala, Ikon Masyarakat Aceh di Kota Batam

Masjid merupakan salah satu tempat ibadah bagi kaum muslim. Selain digunakan sebagai tempat ibadah,...

Ramai Nasabah Tebus Emas di Pegadaian Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Pihak Kantor Pegadaian Kota Lhokseumawe menyatakan sebagian besar nasabah menebus gadaian emas...

Pimpin Pengprov Woodball Aceh, Azwardi: Tantangan Berat!

BANDA ACEH – Dunia olahraga Aceh kini kembali diramaikan dengan kehadiran satu cabang baru,...

12 Tahun Jarang Pakai Seragam, Jenderal Ini Bisa Jadi Panglima TNI

Tak sembarangan perwira bisa menduduki kursi Panglima TNI. Selain harus punya jiwa kepemimpinan yang...

Terinspirasi Mohamed Salah, Ben Bird Masuk Islam

LONDON -- Pesepak bola Liverpool asal Mesir, Mohamed Salah, telah memberikan pengaruh positif di...

Alhamdulillah, KNPGL Beli Mentimun Kelompok Tani Tunes Ayu

BLANGKEJEREN - Kelompok Tani Tunes Ayu Desa Raklintang (Bemem Buntul Pegayon), Kecamatan Blangpegayon, Kabupaten...

Mohon Dibaca, Warning Elon Musk Soal Kripto

Uang kripto memang sedang naik daun. Salah satu orang terkaya dunia, Elon Musk bahkan Namun...

Setelah Didalami, BPKP Aceh: Kerugian Negara Kasus Proyek Jalan Muara Situlen-Gelombang di Agara Rp4 M Lebih

BANDA ACEH – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh menyampaikan informasi terbaru...

Bermimpi Dibawa ke Masjid oleh Orang Bersurban Putih, Hasballah Silitonga Masuk Islam

BANDA ACEH - Hasballah Silitonga adalah laki-laki kelahiran Sawit Hulu, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten...

Mualaf Renate Minta Dimakamkan di Turki Secara Islam

TRABZON -- Renate (83 tahun) meninggal baru-baru ini dan pada akhirnya dimakamkan di distrik...

Jelang Lebaran Pabrik Turunkan TBS, Apkasindo Perjuangan: Praktik Kotor Pengusaha Zalim

SUBULUSSALAM - Wakil Ketua DPP Asosiasi Petani Kelapa Indonesia Apkasindo (Apkasindo) Perjuangan, Subangun Berutu...

Lansia Terima Bantuan Sembako dari Komunitas XTrim Subulusalam

  SUBULUSSALAM - Sejumlah warga lanjut usia (lansia) dan masyarakat kurang mampu di wilayah Kecamatan...

Remaja Masjid Islamic Center Lhokseumawe Gelar Perlombaan Daurah Ramadhan

LHOKSEUMAWE - Remaja Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe menggelar perlombaan 0pada rangkaian penutupan kegiatan...

Polisi Bubarkan Pemasang Petasan di Balai Musara

BLANGKEJEREN - Dua anggota polisi Polres Gayo Lues membubarkan anak-anak dan remaja yang memasang...

HUT ke-59 Korem 011/Lilawangsa, TNI Bagikan Sembako untuk Kaum Duafa

LHOKSEUMAWE - Korem 011/Lilawangsa membagikan sebanyak 200 paket sembako untuk kaum duafa di Lhokseumawe,...