27 C
Banda Aceh
Selasa, Mei 11, 2021

Ini Pernyataan Sikap Yayasan Geutanyoe Terkait Hasil KTT ASEAN 2021

BERITA DAERAH

BANDA ACEH – Yayasan Geutanyoë menyampaikan beberapa pernyataan sikap sebagai wujud dari upaya mendukung hasil Konferensi Tingkat Tinggi Association of Southeast Asian Nations (KTT ASEAN) 2021.

Untuk diketahui, KTT ASEAN digelar di Kantor Sekretariat ASEAN, Jakarta, 24 April 2021, telah menelurkan konsensus ASEAN yang dibacakan Presiden Jokowi pada hari sama.

Lima butir hasil kesepakatan itu, di antaranya: penghentian penggunaan kekerasan dari militer Myanmar, dimulainya proses dialog inklusif, pembebasan tahanan politik Myanmar, pembentukan utusan khusus ASEAN untuk pemantauan secara objektif, serta pembukaan akses bantuan kemanusiaan dari ASEAN; sebagai pendekatan dasar penyelesaian krisis politik terbaru Myanmar pascakudeta militer 1 Februari lalu yang turut berdampak luas pada negara-negara tetangganya.

“Hasil pertemuan KTT ini tentu layak disambut hangat, sebagai respons paling awal ASEAN terhadap meningkatnya eskalasi kekerasan yang dilakukan pemerintahan Junta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing menyikapi perlawanan masyarakat sipil di sana maupun perlawanan kelompok etnis. Catatan dari sejumlah lembaga pemantau HAM mengungkapkan lebih dari 250.000 masyarakat sipil telah mengungsi dan lebih dari 700 orang meninggal sejak kudeta berlangsung, belum terhitung korban mengungsi maupun meninggal dari periode kekerasan sebelumnya,” kata Koordinator Advokasi Yayasan Geutanyoë, Tgk. Nasruddin, melalui siaran persnya, Ahad, 25 April 2021.

Sebagai wujud dari upaya mendukung hasil KTT ASEAN 2021, serta merespons penyelesaian konflik politik dan kemanusiaan Myanmar secara menyeluruh, Yayasan Geutanyoë menyampaikan beberapa pernyataan sikap.

Berikut selengkapnya:

1. Yayasan Geutanyoë menyambut baik keterangan pers hasil KTT yang diberikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo berkaitan dengan penghentian kekerasan, pembebasan tahanan politik serta pembukaan akses bantuan kemanusiaan di Myanmar. Yayasan Geutanyoë menganggap keputusan tersebut sudah sangat tepat menjadi langkah pembuka dari penyelesaian krisis politik di sana sejak kudeta militer pada 1 Februari 2021, maupun penyelesaian konflik politik yang telah berlansung di Myanmar sejak beberapa dekade lalu. Dalam hal ini, penyelesaian terhadap masalah politik yang dipicu kudeta militer haruslah menjadi pintu masuk ASEAN untuk menyelesaikan konflik multidimensional lain di Myanmar yang telah menyeret dan berdampak pada sejumlah negara tetangga, termasuk Indonesia.

2. Menyikapi kebutuhan mendesak untuk segera membuka koridor kemanusiaan Myanmar, Yayasan Geutanyoë mendesak agar ASEAN-ERAT (Emergency Response and Assessment Team) sesegera mungkin dikerahkan ke lapangan untuk menghitung cepat (rapid assessment) kebutuhan mendesak penanganan kemanusiaan (urgent humanitarian needs) di sana.

3. Sementara terhadap pembentukan delegasi ASEAN, Yayasan Geutanyoë merasa perlu mendorong diadakannya pertemuan antar kelompok masyarakat sipil lintas negara anggota ASEAN sebagai bentuk diplomasi paralel diluar pendekatan yang dilakukan pemerintah (government to government, and people to people); sekaligus mengimbangi hasil observasi dan penjajakan dialog yang akan dilakukan delegasi ASEAN ke depan.

4. Yayasan Geutanyoë mengharapkan kepada seluruh negara pendiri dan anggota ASEAN untuk tidak melupakan masalah ‘Rohingya’ sebagai salah satu persoalan fundamental yang wajib diselesaikan oleh Myanmar dalam upayanya menuju kehidupan pemerintahan yang demokratis dan inklusif. Karena bagaimanapun, jika tidak diikuti pemulihan status warga negara bagi etnis Rohingya tersebut, maka seluruh proses yang dibangun ASEAN saat ini akan menjadi sia-sia dikarenakan siklus kekerasan akan kembali berulang dan menyeret banyak negara tetangga sebagai korban. Dan wujud pengakuan ASEAN terhadap etnis Rohingya sebagai bagian tidak terpisahkan dari Myanmar tersebut dapat dilakukan dalam bentuk memasukkan para pengungsi Rohingya yang saat ini tersebar di Bangladesh, Thailand, Malaysia dan Indonesia sebagai bagian tak terpisahkan dari penerima bantuan kemanusiaan ASEAN.

5. Yayasan Geutanyoë pula mendesak ASEAN untuk dapat segera membentuk komisi khusus penanganan krisis refugees, sebagai gesture awal prioritas kerjasama ASEAN di masa mendatang (baca: masyarakat politik dan keamanan ASEAN); sekaligus menjawab kebutuhan pembentukan sistem penanganan refugees secara kolektif di antara negara-negara anggota ASEAN sebagaimana disarankan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin beberapa hari lalu. Komisi ini diharapkan menjadi unit terdepan dalam penanganan arus refugees secara sistematis dan berkelanjutan dalam wilayah ASEAN.

6. Yayasan Geutanyoë mengajak masyarakat, aktivis dan lembaga-lembaga kemanusiaan di Aceh untuk menyatakan kesediaannya berbagi pelajaran dan pengalaman selama membangun perdamaian dan menyelesaikan konflik kepada masyarakat, aktivis dan organisasi sejenis di Myanmar. Sebagai daerah pasca-konflik bersenjata sejak beberapa dekade lalu, sekaligus daerah pascabencana dalam skala luar biasa, Aceh dianggap telah melalui lika-liku dan jalan terjal mencapai dan menjaga perdamaian. Terhitung sejak dari percobaan pembukaan koridor kemanusiaan, kesepakatan penghentian kekerasan (COHA), hingga tahapan kesepakatan damai dalam jangka panjang berikut misi monitoring ketat memastikan butir-butir kesepakatan diratifikasi dan diikuti para pihak. Apa yang telah dilalui Aceh ini merupakan pengalaman tersendiri yang jarang ada duanya di dunia.[](*/ril)

 

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Ustaz Tengku Zulkarnain Wafat, UAS Ucapkan Ini

Ustaz Tengku Zulkarnain berpulang ke Rahmatullah pada Senin, 10 Mei 2021 malam bertepatan hari...

Kukuhkan Pengurus MAA, Ini Pesan Wali Nanggroe

BANDA ACEH – Kepengurusan Majelis Adat Aceh masa bakti 2021-2026 secara resmi dikukuhkan oleh...

Kasus Covid-19 Bertambah 68 Orang di Aceh, Lima Meninggal Dunia

BANDA ACEH — Kasus konfirmasi baru Covid-19 atau Coronavirus Disease 2019 bertambah lagi 68...

Anggota DPRK Ini Borong Satu Ton Mentimun Kelompok Tani Tunes Ayu

BLANGKEJEREN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues, Idris Arlem, memberikan apresiasi...

AKBP Carlie Jenguk Nek Ipah yang Hidup Sebatang Kara di Penampaan Uken

BLANGKEJEREN - Nek Ipah, warga Desa Penampaan Uken, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, butuh...

Masjid Syiah Kuala, Ikon Masyarakat Aceh di Kota Batam

Masjid merupakan salah satu tempat ibadah bagi kaum muslim. Selain digunakan sebagai tempat ibadah,...

Ramai Nasabah Tebus Emas di Pegadaian Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Pihak Kantor Pegadaian Kota Lhokseumawe menyatakan sebagian besar nasabah menebus gadaian emas...

Pimpin Pengprov Woodball Aceh, Azwardi: Tantangan Berat!

BANDA ACEH – Dunia olahraga Aceh kini kembali diramaikan dengan kehadiran satu cabang baru,...

12 Tahun Jarang Pakai Seragam, Jenderal Ini Bisa Jadi Panglima TNI

Tak sembarangan perwira bisa menduduki kursi Panglima TNI. Selain harus punya jiwa kepemimpinan yang...

Terinspirasi Mohamed Salah, Ben Bird Masuk Islam

LONDON -- Pesepak bola Liverpool asal Mesir, Mohamed Salah, telah memberikan pengaruh positif di...

Alhamdulillah, KNPGL Beli Mentimun Kelompok Tani Tunes Ayu

BLANGKEJEREN - Kelompok Tani Tunes Ayu Desa Raklintang (Bemem Buntul Pegayon), Kecamatan Blangpegayon, Kabupaten...

Mohon Dibaca, Warning Elon Musk Soal Kripto

Uang kripto memang sedang naik daun. Salah satu orang terkaya dunia, Elon Musk bahkan Namun...

Setelah Didalami, BPKP Aceh: Kerugian Negara Kasus Proyek Jalan Muara Situlen-Gelombang di Agara Rp4 M Lebih

BANDA ACEH – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh menyampaikan informasi terbaru...

Bermimpi Dibawa ke Masjid oleh Orang Bersurban Putih, Hasballah Silitonga Masuk Islam

BANDA ACEH - Hasballah Silitonga adalah laki-laki kelahiran Sawit Hulu, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten...

Mualaf Renate Minta Dimakamkan di Turki Secara Islam

TRABZON -- Renate (83 tahun) meninggal baru-baru ini dan pada akhirnya dimakamkan di distrik...

Jelang Lebaran Pabrik Turunkan TBS, Apkasindo Perjuangan: Praktik Kotor Pengusaha Zalim

SUBULUSSALAM - Wakil Ketua DPP Asosiasi Petani Kelapa Indonesia Apkasindo (Apkasindo) Perjuangan, Subangun Berutu...

Lansia Terima Bantuan Sembako dari Komunitas XTrim Subulusalam

  SUBULUSSALAM - Sejumlah warga lanjut usia (lansia) dan masyarakat kurang mampu di wilayah Kecamatan...

Remaja Masjid Islamic Center Lhokseumawe Gelar Perlombaan Daurah Ramadhan

LHOKSEUMAWE - Remaja Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe menggelar perlombaan 0pada rangkaian penutupan kegiatan...

Polisi Bubarkan Pemasang Petasan di Balai Musara

BLANGKEJEREN - Dua anggota polisi Polres Gayo Lues membubarkan anak-anak dan remaja yang memasang...

HUT ke-59 Korem 011/Lilawangsa, TNI Bagikan Sembako untuk Kaum Duafa

LHOKSEUMAWE - Korem 011/Lilawangsa membagikan sebanyak 200 paket sembako untuk kaum duafa di Lhokseumawe,...