27.3 C
Banda Aceh
Jumat, April 23, 2021

Kejari Pijay Tahan Pejabat BPBA Tersangka Kasus Proyek Jembatan Pangwa

BERITA DAERAH

BANDA ACEH – Kejaksaan Negeri Pidie Jaya (Kejari Pijay) menetapkan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Rekonstruksi Jembatan Pangwa pada Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Tahun Anggaran 2017 berinisial TRA sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek tersebut, Kamis, 8 April 2021. Penyidik Kejari Pijay langsung menahan tersangka TRA di Rumah Tahanan Kajhu, Aceh Besar. Jembatan Pangwa itu berada di Kecamatan Trienggadeng, Pijay.

“Pada Kamis, 8 April 2021, tim penyidik Kejaksaan Negeri Pidie Jaya berdasarkan dua alat bukti yang cukup sesuai ketentuan KUHAP pasal 183 dan pasal 184 ayat (1) KUHAP, telah menetapkan tersangka (lanjutan) terkait dugaan penyimpangan/penyelewengan yang terindikasi sebagai tindak pidana korupsi pada pekerjaan Rekonstruksi Jembatan Pangwa, Pidie Jaya, pada BPBA T.A. 2017, yaitu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) berinisial TRA,” kata Kajari Pidie Jaya, Mukhzan, S.H., M.H., dalam siaran persnya dikirim kepada portalsatu.com melalui WhatsApp, Kamis, siang.

Kajari turut menjelaskan peran tersangka TRA selaku PPTK yang tidak optimal dalam melaksanakan tugasnya, terutama dalam hal pengendalian kegiatan secara menyeluruh. “Di antaranya, tersangka mengetahui dan menyadari jika rekanan pelaksana maupun pengawas mempekerjakan personel inti/tenaga ahli yang tidak sesuai dengan yang ada dalam SKA (Surat Keterangan Ahli) yang dicantumkan dalam kontrak penawaran. Namun, tersangka masih membiarkan dan tetap melakukan rapat-rapat dan koordinasi dengan personel inti/ahli sebagaimana dimaksud untuk progres-progres pekerjaan”.

PPTK pada saat dilakukan pengecoran pelat lantai tanggal 5 Oktober 2018, juga tidak hadir ke lokasi pelaksanaan pengecoran tersebut dan hanya menghubungi konsultan pengawas untuk mengawasi pelaksanaan pengecoran. “Seharusnya saat sedang dikerjakan pengecoran beton lantai jembatan, PPTK hadir menyaksikan pengecoran dan menyaksikan pengisian kubus beton bersama kontraktor dan konsultan pengawas, sebagai sampel untuk dibuat benda uji yang akan digunakan sebagai bahan uji laboratorium,” ungkap Kajari.

Selanjutnya, kata Kajari, PPTK hanya berpedoman pada uji kuat tekan beton yang dikeluarkan Laboratorium Konstruksi dan Bahan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala Banda Aceh sebagai bahan untuk proses pembayaran kepada penyedia jasa. “Di mana uji kuat tekan beton yaitu mencapai k-350, sementara kubus yang diuji oleh laboratorium tersebut, PPTK tidak mengecek sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya selaku PPTK, apakah kubus tersebut berasal dari pengecoran plat beton Jembatan Pangwa atau dari tempat lain yang dibawa oleh kontraktor,” ujarnya.

Meskipun demikian, lanjut Kajari, untuk pembayaran 100 persen, PPTK tetap menandatangani dan/atau paraf dokumen-dokumen terkait pembayaran. Yaitu, tanda penerimaan (kwitansi) tanggal 21 Desember 2018; Berita Acara Pembayaran (BAP) Nomor: 713/BAPP-BPBA/XII/2018 tanggal 21 Desember 2018; Surat Permintaan Pembayaran Langsung Barang dan Jasa (SPP-LS-Barang dan Jasa) – Surat Pengantar Nomor: 00262/SPP-LS/1.01.05.02/2018 tanggal 21 Desember 2018, yang ditandatangani PPTK dan Rusni selaku Bendahara Pengeluaran BPBA.

Berikutnya, SPP-LS-Barang dan Jasa – Ringkasan Nomor: 00262/SPP-LS/1.01.05.02/ 2018 tanggal 21 Desember 2018, yang ditandatangani PPTK dan Rusni selaku Bendahara Pengeluaran BPBA; SPP-LS-Barang dan Jasa – Rincian Rencana Penggunaan Nomor: 00262/SPP-LS/1.01.05.02/ 2018 tanggal 21 Desember 2018, yang ditandatangani PPTK dan Rusni selaku Bendahara Pengeluaran BPBA.

“Sehingga terjadi pembayaran yang merugikan keuangan negara/daerah,” kata Kajari.

Kajari mengatakan sebelumnya tim penyidik Kejari Pijay bersama Tim Ahli Audit Forensic Engineering Politeknik Negeri Lhokseumawe melakukan pengujian terhadap kualitas/mutu dan volume Jembatan Pangwa, dan ditemukan hasil. Yakni, “hasil pengujian kualitas beton pada plat lantai jembatan tidak sesuai dengan kontrak ADD-II Nomor : 283.2/ADD-II/SPK/BPBA/VII/2018, SNI 03-3403-1994, dengan hasil untuk elemen struktur beton plat lantai jembatan dari tiga sampel yang diuji yang mewakili area bagian tepi dan tengah plat lantai jembatan, tidak ada satupun yang memenuhi kuat tekan yang disyaratkan pada kontrak yaitu k350 atau 350 kg/cm2, bahkan tiga sampel yang diuji tersebut tidak memenuhi batas toleransi minimal yaitu 0,85 f’c=0,85×350 kg/cm2 297, 5 kg/cm2 sehingga secara keseluruhan mutu beton plat lantai Jembatan Pangwa ini tidak memenuhi persyaratan spesifikasi umum pekerjaan konstruksi jalan dan jembatan (Divisi 7 Struktur) Direktorat Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010”.

“Khusus terhadap kualitas mutu beton plat lantai yang tidak memenuhi spesifikasi seperti tersebut di atas berpotensi terjadi total loss terhadap volume pekerjaan mutu beton sedang dengan fc’= 30 mpa (350) pada lantai jembatan sebesar 180,20 m³,” ungkap Kajari.

Pada 23 Februari 2021, Kajari Pijay menerbitkan Surat Perintah Penyidikan Print Nomor: 14/l.1.31/fd.1/04/2021 tanggal 8 April 2021, yaitu surat perintah penyidikan (khusus) atas nama tersangka TRA.

“Perbuatan tersangka sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana,” kata Kajari.

Menurut Kajari, guna memperlancar penyidikan berdasarkan ketentuan pasal 21 ayat (1) dan (4) KUHAP, dengan pertimbangan subjektif dan objektif maka tersangka tersebut dilakukan penahanan Rutan oleh penyidik pada Kejari Pijay untuk 20 hari ke depan.

Sebelumnya, penyidik Kejari Pijay sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek Jembatan Pangwa dan ditahan sejak pengujung Februari 2021. Yakni, Mah (Direktur PT Zarnita Abadi), Mur dan AZH (Direktur dan pengendali CV Tri Karya Pratama Consultan).

Mulanya, tersangka Mah, Mur, AZH dititipkan di Rutan Mapolres Pijay, kemudian dipindahkan ke Rutan Kajhu, Aceh Besar. Dengan demikian penyidik sudah menetapkan empat tersangka dan mereka kini ditahan di Rutan Kajhu. “(Tersangka ditahan di Rutan Kajhu, Aceh Besar) untuk kepentingan pemeriksaan di persidangan nantinya, karena persidangan akan dilakukan di Pengadilan Tipikor Banda Aceh,” kata Kajari Pijay, Mukhzan, S.H., M.H., melalui Kasi Pidana Khusus, Wahyu Ibrahim, S.H., M.H., dihubungi portalsatu.com melalui telepon seluler, Kamis, 8 April 2021, usai siang.

Ditanya tentang sumber anggaran proyek Rekonstruksi Jembatan Pangwa tahun 2017 itu, Wahyu menyebut dari hibah pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan kepada Pemerintah Aceh untuk penanganan pascabencana di Kabupaten Pijay. Dana hibah itu kemudian dimasukkan dalam APBA TA 2017 pada BPBA.

Penyidik Kejari Pijay menemukan potensi kerugian keuangan negara dalam kasus dugaan korupsi proyek Rekonstruksi Jembatan Pangwa TA 2017 itu lebih Rp1 miliar. Namun, hasil audit dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh dengan skop hanya lantai jembatan, jumlah kerugian keuangan negara Rp417 juta.

BPKP Aceh sudah menyerahkan hasil audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) atas dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) proyek Rekonstruksi Jembatan Pangwa TA 2017 itu kepada pihak Kejari Pijay, Kamis, 1 April 2021.

“Hasil audit PKKN atas dugaan TPK kegiatan konstruksi Jembatan Pangwa pada BPBA tahun anggaran 2017 sudah selesai dan laporannya sudah kami sampaikan kepada Kejari, 1April 2021. Total kerugian negara lebih dari 400 juta,” kata Kepala BPKP Perwakilan Aceh, Indra Khaira Jaya, kepada portalsatu.com melalui pesan WhatsApp, Kamis, 1 April 2021, siang.

Hasil penelusuran portalsatu.com pada laman resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Aceh, paket Rekonstruksi Jembatan Pangwa sumber dana tahun 2017 di bawah BPBA dengan pagu Rp12 miliar dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp11.995.900.000. Tender paket tersebut dimenangkan PT Zarnita Abadi dengan harga penawaran Rp10.995.440.000. Pada LPSE tidak tertulis harga terkoreksi dan hasil negosiasi. [](nsy)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Ini Alasan PT Pembangunan Lhokseumawe hanya Setor PAD Rp220 Juta

LHOKSEUMAWE – PT Pembangunan Lhokseumawe (PTPL) beralasan setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun...

Arkeolog Temukan Arena Gladiator Berusia 1.800 Tahun di Turki

ANKARA - Para arkeolog di Turki menemukan sisa-sisa arena gladiator era Romawi yang megah...

Ini Penjelasan Kepala BPN Aceh Utara Soal Pemilik Tanah di Areal Waduk Keureuto

LHOKSEUMAWE - Tim Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Utara menyatakan surat sanggahan yang diterima...

Pembasuh Jiwa

Karya: Taufik Sentana Peminat prosa religi. Bergabung di JSIT (jaringan sekolah Islam Terpadu) Aceh Barat. Tentulah Dia...

TBS di Sumut Meroket, Aceh Melempem, Apkasindo Perjuangan: PMKS Nakal Blokir Harga TBS Petani

SUBULUSSALAM - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di wilayah Sumatera Utara melambung...

Rasulullah Berbuka dengan Buah, Ternyata Dianjurkan Secara Medis

Mana yang disunnahkan makan buah terlebih dahulu sebelum makan utama atau sebaliknya. Selama ini...

2017-2019 Rp1 M/Tahun, PTPL hanya Setor PAD 2020 Rp220 Juta, MaTA Duga Terjadi Kebocoran

LHOKSEUMAWE - Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menduga terjadi kebocoran pendapatan Rumah Sakit Arun yang...

Lama Menghilang, Jack Ma Tiba-tiba Muncul Bersama Putin

Jack Ma secara mengejutkan tampil di depan publik untuk pertama kalinya sejak China terus...

Matahari Terbit dari Barat dalam Penjelasan Alquran dan Sains

Matahari saat ini terbit dari arah timur dan terbenam di barat. Fenomena tersebut lazim...

Mualaf Gabriel Sedih karena Epilepsi Dia Tidak Boleh Berpuasa

DUBAI – Ketika ekspatriat Inggris, Alexander Gabriel telah memeluk Islam dan mengetahui bahwa dia...

PKK Subulussalam Salurkan Sembako Korban Kebakaran, Santuni Anak Yatim di Subulurrahmah, Bagikan Takjil

SUBULUSSALAM - Ketua TP PKK Kota Subulussalam, Hj. Mariani Harahap mengunjungi keluarga korban kebakaran...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 6

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Pada akhir...

TK Hingga SMP di Gayo Lues Diminta Setop Belajar Tatap Muka, Ini Kata Kadis Pendidikan

BLANGKEJEREN - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues mengirimkan selebaran imbuan kepada masyarakat terkait...

MaTA Buka Posko Pengaduan Soal Dugaan Pemotongan di Luar Ketentuan Permendagri Terkait Iuran Jaminan Kesehatan

LHOKSEUMAWE - Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) membuka posko untuk menerima pengaduan apabila terjadi pemotongan...

Kepada Pj Kades, Bintang: Gunakan Dana Desa Secara Transparan dan Akuntabel

  SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang mengingatkan pejabat (Pj) kepala kampong...

Tiga Pelaku Sindikat Hipnotis Antar Provinsi, Berhasil Diringkus di Subulussalam

SUBULUSSALAM - Kepolisian Resort Subulussalam melalui Polsek Simpang Kiri berhasil menangkap tiga sindikat pelaku...

Di Gayo Lues, Distributor dan Pengecer yang tidak Sanggup Jual HET Harus Mundur

BLANGKEJEREN - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gayo Lues menggelar rapat dengan distributor...

Malam Penentuan Round Kelana dan Kisah Pembelotan Teuku Umar

Round Kelana merupakan seniman gaek Aceh, ia maestro seni lukis yang dimiliki daerah paling...

Tunggakan Pelanggan Capai Rp 3 Miliar, PDAM Tirta Sejuk Jalin Kerjasama dengan Kejari

BLANGKEJEREN - Perusahaan Daerah Air Mineral (PDAM) Tirta Sejuk menandatangani memorandum of understanding (MoU)...

Pertemuan Soal Kebisingan Mesin PLTMG Arun-2, Ini Kata Tuha Peut dan Sekda Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lhokseumawe melakukan pertemuan bersama warga Dusun C...