27.2 C
Banda Aceh
Rabu, Mei 19, 2021

Nasib Pengungsi Rohingya di Aceh: Merajut Asa, Menunggu tanpa Kepastian

BERITA DAERAH

Muhammad Ismail (24 tahun), pengungsi Rohingya, datang dari Malaysia ke Aceh demi menemui istrinya yang terdampar pada gelombang pertama pengungsi Rohingya Juni 2020 lalu.

Meskipun berbahagia dengan situasi di Aceh, lelaki itu menganggap Malaysia lebih menjanjikan hidup yang lebih baik. Maklum, di Malaysia Ismail bisa bekerja dan mendapatkan uang. Berbeda dengan di Aceh yang tidak bisa melakukan apa-apa walaupun mendapatkan makan gratis.

Ismail membutuhkan uang untuk dikirim ke orang tuanya yang ditampung di kamp penampungan Bangladesh. “Sayang orang tua, kirim uang supaya mereka juga bisa makan sedap,” ujar Ismail.

Aceh sudah menjadi tempat terdamparnya Ismail dan ratusan pengungsi Rohingya sejak 2013 silam. Kedatangan muslim Rohingya ini semakin membuat masyarakat Aceh bersimpati. Terlebih karena sesama muslim dan kondisi pengungsi yang terusir dari tanah kelahirannya.

“Sudah seharusnya kita menolong atas nama kemanusiaan. Terlebih Rohingya dan kita itu sesama muslim. Jadi, kita wajib menolong mereka,” ujar Tarmizi, warga Aceh Utara.

Kejadian terakhir pada September 2020 lampau. Saat itu ratusan Pengungsi Rohingya diselamatkan nelayan Aceh meskipun sempat ada kekhawatiran karena sedang pandemi Covid-19.

Para pengungsi tersebut dikabarkan berasal dari Kamp Cox’s Bazar, Bangladesh.

Meski bukan yang pertama, kehadiran muslim Rohingya tersebut menarik perhatian warga. Warga berhamburan mendatangi lokasi untuk melihat kondisi pengungsi. Beberapa sekaligus datang dengan membawa berbagai bantuan seperti pakaian, makanan hingga masker.

Pengungsi Rohingya ini memang seperti Ismail yang tidak bermaksud tinggal di Aceh. Sehingga tidak heran, banyak dari mereka akhirnya pergi dari shelter satu persatu.

“Dugaan kita ada pihak yang membantu mereka kabur dari shelter, sebab mereka belum menguasai jalan di kawasan Aceh Utara,” ujar Amir Hamzah, Kabag Humas Pemkab Aceh Utara saat itu kepada awak media.

Selain itu, menurutnya, pengungsi Rohingya tersebut ingin ke Malaysia, bukan Aceh. “Tujuan mereka sebenarnya Malaysia bukan Aceh,” kata Amir Hamzah yang kini menjabat Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aceh Utara.

Banyaknya pelaku perdagangan manusia, menyebabkan pemerintah Indonesia harus buru-buru menyelamatkan mereka.

Pada tanggal 10 Februari lalu, rapat koordinasi yang dilakukan di Kementerian Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) menghasilkan kesepakatan pemindahan sejumlah pengungsi Rohingya dari Kamp Lhokseumawe ke lokasi penampungan di Medan.

Pemindahan dilakukan secara bertahap, kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak dan pengungsi dewasa.

Keterbatasan kapasitas dan sumber daya salah satu alasan Pemko Lhokseumawe. Alasan lainnya, meminimalisir pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Kemudahan akses bagi IOM dan UNHCR yang keberadaannya lebih besar di Medan diharapkan dapat meminimalisir risiko perdagangan atau penyelundupan pengungsi,” demikian bunyi dokumen rekomendasi hasil rakor.

“Mereka dari penampungan sementara, kita pindahkan ke tempat yang lebih aman di Medan. Karena di sana programnya sudah terstruktur dan sudah lumayan lama bekerja sama dengan Dirjen Keimigrasian juga, untuk proses perlindungan di Medan,” kata Sonya Syafitri dari IOM.

Ismail dan istrinya, jadi salah satu prioritas yang dibawa ke Medan pada akhir Maret lalu bersama 34 pengungsi lainnya dalam dua bus.

Di Medan, para pengungsi rencananya akan ditempatkan di lokasi kos-kosan.

Pengungsi Rohingya seperti Ismail memang harus menempuh jalan panjang untuk mendapatkan kewarganegaraan dari negara ketiga.

Ismail berharap bisa menjadi warga negara Kanada. “Bisa pergi ke Kanada, hidup di sana enak, bisa kerja dan dapat (uang) Dolar. Uang mau dikirim ke mama papa,” ucap Ismail dengan bahasa Melayunya yang patah-patah. [](Zulfikar Husein)

Berita Terkait

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

GerTAK: Bupati Aceh Utara Penguasa, Bukan Pemimpin!

LHOKSUKON - LSM Gerakan Transparansi dan Keadilan (GerTAK) menyoroti kebijakan Pemkab Aceh Utara memangkas...

3.841 CJH Vaksinasi Covid-19, Pasien Baru Tambah 128 Orang di Aceh

BANDA ACEH — Sebanyak 3.841 Calon Jamaah Haji (CJH) telah mengikuti vaksinasi Coronavirus Disease...

Komandan Pussen Arhanud Cek Alutsista di Detasemen Arhanud-001

ACEH UTARA - Komandan Pusat Kesenjataan (Danpussen) Arhanud Kodiklat Angkatan Darat, Mayjen TNI Nisan...

Satpol PP Sita Rak Pedagang Bandel

BIREUEN - Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bireuen menyita rak milik...

Bandara Malikussaleh Kembali Ramai Usai Larangan Mudik

ACEH UTARA - Bandara Malikussaleh Aceh Utara kembali ramai penumpang pesawat usai pemberlakuan larangan...

TKI Asal Aceh Selatan Sakit Keras di Malaysia, Teuku Riefky Tanggung Biaya Pengobatan dan Pemulangan

  SUBULUSSALAM - Anggota DPR RI asal Aceh, Teuku Riefky Harsya (TRH) siap membantu biaya...

‘Tenaga Kontrak Itu Rakyat Juga, Gajinya Kecil Dipangkas Tersisa 7 Bulan, Peudeh That!’

LHOKSUKON – Lebih 2.000 tenaga kontrak dan hampir 2.000 tenaga bakti murni di lingkungan...

PHE Serahkan Blok B kepada PGE, Ini Kata BPMA Soal Potensi Pengembangan Migas

LHOKSUKON – PT Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Energi North Sumatra B-Block...

Banjir Landa Sultan Daulat, Lintas Aceh-Sumut Lumpuh Total

  SUBULUSSALAM - Hujan deras mengguyur wilayah Kota Subulussalam dan sekitarnya menyebabkan sejumlah desa di...

Laporan CIA: Israel akan Tumbang dalam 20 Tahun

Sebuah studi dilakukan Central Intelligence Agency (CIA) telah menimbulkan keraguan atas kelangsungan hidup Israel...

Gaji Tenaga Kontrak hanya 7 Bulan, Tunjangan Bupati, DPRK, TPK PNS, Perjalanan Dinas dan Belanja Pelatihan?

LHOKSUKON – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memangkas anggaran tahun 2021 untuk gaji tenaga kontrak...

Lawan KLB Deli Serdang, Tim Hukum AHY Menang Telak 4-0

  JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) kembali menolak gugatan hukum pelaku KLB...

Permasa Rayon Batam Kota Halal Bihalal di Pantai Melayu

BATAM - Demi mempererat silaturahim sesama warga. Persatuan Masyarakat Aceh (Permasa) Rayon Batam Kota mengadakan...

Pasien Covid-19 di RSUCM Aceh Utara Meningkat

LHOKSEUMAWE - Pasien Covid-19 dirawat di Ruang RICU Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM)...

Kejari Lhokseumawe Kembali Gelar Donor Darah, Ini Hasilnya

LHOKSEUMAWE - Kejaksaan Negeri Lhokseumawe dan Pengurus IAD Lhokseumawe melaksanakan donor darah di Kantor...

Perubahan APBK Aceh Utara 2021 dengan Perbup: Pendapatan Berkurang Belanja Bertambah, Mengapa?

LHOKSUKON – Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Utara tahun 2021 beberapa kali...

Alat Berat PUPR Bersihkan Tiga Titik Longsor Jalan Tripe Jaya, BPBD: Rumah Warga Aman

BLANGKEJEREN – Tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gayo Lues bersama...

Potret Super Model Bella Hadid Dukung Merdeka Palestina

Model dunia, Bella Hadid mengejutkan publik dengan ikut turun ke jalan mendukung gerakan Free...

Inspirasi Syawal

Oleh: Taufik Sentana Peminat literasi sosial dan dakwah. Dalam sebaris surat Alquran di surat Al Ankabut,...

Jalan Menuju Air Terjun dan Kolam Biru Tripe Jaya Longsor, Perumahan Warga Uyem Beriring Terancam

BLANGKEJEREN - Akses jalan menuju Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues, mengalami longsor, Ahad,...