29.3 C
Banda Aceh
Minggu, Mei 16, 2021

Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe Siapkan Ikan Asin untuk Menu Berbuka hingga Dikirim ke Medan, Begini Pengolahannya

BERITA DAERAH

LHOKSEUMAWE – Pengungsi Rohingnya di Lhokseumawe menyiapkan ikan asin untuk menu berbuka puasa di bulan Ramadhan tahun ini. Sebagian ikan asin itu juga dikirim ke saudara mereka di Medan, Sumatera Utara. Lantas, bagaimana teknik pengolahan ikan asin ala pengungsi Rohingya?

Pengungsi Rohingya berada di Kamp Balai Latihan Kerja (BLK), Desa Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, sudah hampir 10 bulan. Saat ini tersisa 56 pengungsi setelah sebagian dari mereka dipindahkan ke Padang Bulan, Medan, 25 Maret 2021 lalu.

Aktivitas mereka di Kamp BLK Kandang saat ini masih seperti biasa. Beberapa lembaga dan NGO lokal masih menjalankan berbagai program kegiatan di sana. Baik untuk kelas edukasi dari Yayasan Geutanyoe, distribusi makanan dan buah oleh JRS, distribusi air oleh Human Initiative dan kegiatan lainnya baik dari PMI dan ACT.

Selain aktivitas yang diberikan lembaga-lembaga tersebut, saat ini terdapat pemandangan baru di Kamp BLK Kandang yang diinisiasi sendiri oleh para pengungsi Rohingya. Tak seperti biasanya, lapangan voli dan sepak takraw yang seringkali terlihat sepi saat pagi dan siang hari sekarang dialihfungsikan para remaja Rohingya untuk menjemur ikan. Mereka setiap hari melakukan hal tersebut sebelum kelas edukasi dimulai.

Pengungsi Rohingya itu mengaku sangat menyukai ikan laut karena di tempat asalnya pun mereka juga makan ikan laut dalam berbagai bentuk olahan. Salah satunya dijemur untuk dibuat ikan asin. Selain itu, cuaca di sini juga sangat bagus untuk menjemur ikan.

Laibullah, salah satu remaja pengungsi Rohingya mengatakan mereka membeli ikan dalam jumlah banyak per setiap orangnya, kemudian dijemur untuk dikonsumsi dan dikirimkan ke Medan bagi saudaranya yang saat ini berada di Medan.

“Di sini kami dengan mudah bisa mendapatkan ikan laut segar dari nelayan ataupun tempat penampungan ikan. Berbeda dengan di Medan, teman-teman yang di sana mengaku sulit mendapatkan ikan segar dan harganya terbilang mahal sehingga mereka meminta kami untuk membuat dan mengirimkan ikan asin ke sana,” kata Laibullah kepada Oji dan Muji, fasilitator edukasi Yayasan Geutanyoe.

“Sebentar lagi juga akan memasuki bulan Ramadhan, kami menyiapkan ikan asin ini juga sebagai bentuk persiapan menu berbuka puasa,” tambah Laibullah, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis dikirim Yayasan Geutanyoe kepada wartawan, Ahad, 11 April 2021.

Pihak Yayasan Geutanyoe mengatakan, dilihat dari cara warga Rohingya mengerjakan ini semua, “kita dapat melihat bahwa betapapun menjadi pengungsi itu tidak mudah, namun mereka tetap dapat hidup mandiri. Menjadi pengungsi tidak berarti tidak dapat berdikari di atas kaki sendiri”.

Melihat antusias para pengungsi remaja ini, Yayasan Geutanyoe menyambutnya dengan sangat baik dan akan memfasilitasi kebutuhan mereka untuk pengolahan ikan asin tersebut.

Adapun jenis dan teknik pengolahan ikan yang dilakukan pengungsi Rohingya itu merupakan sesuatu yang khas berasal dari etnis mereka sendiri. Jenis ikan yang diolah beragam, seperti ikan tali pinggang, ikan teri, ikan tembang, ikan bilih, dan beberapa jenis lainnya.

Selain itu teknik pengolahan ikan asin dari pengungsi Rohingya juga berbeda dengan teknik yang dilakukan masyarakat Aceh pada umumnya. Di mana setelah dibersihkan dijemur sekali, kemudian saat benar-benar sudah kering, sebagian ikan diasinkan dengan direndam dalam air garam, lalu dijemur kembali dua hingga empat hari tergantung cuaca.

Menurut mereka, teknik menjemur ikan seperti ini sangat baik, karena ikan tidak hancur dan tidak bau. [](*)

 

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Kunjungi Aceh, Ini Kata Menteri Investasi

BANDA ACEH – Menteri Investasi Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, mengunjungi Aceh pada Ahad, 16...

Begini Kondisi Jalan Lintas Gayo Lues-Aceh Timur Setelah Tanah Longsor Dibersihkan

BLANGKEJEREN - Sempat lumpuh total akibat tanah longsor menutupi badan jalan di dua titik...

Puluhan Rumah Terendam Banjir di Aceh Tenggara

KUTACANE – Puluhan rumah dan badan jalan di Dusun Lumban Sormin Desa Lawe Harum,...

Pemuda Lancok-Lancok Salurkan Bantuan Uang Tunai kepada Korban Kebakaran, Pemkab Diminta Bangun Rumah

BIREUEN - Perwakilan Pemuda Gampong Lancok-Lancok, Kecamatan Kuala, Bireuen, menyerahkan bantuan uang tunai kepada...

2030, Umat Islam Rayakan 2 Kali Ramadan dan Idulfitri, Mengapa?

Hari raya Idulfitri umumnya terjadi satu tahun sekali. Namun, pada tahun 2030, umat Islam...

Mualaf Ali Vyacheslav Polosin: Islam di Rusia Miliki Masa Depan Cerah

MOSKOW -- Masyarakat Rusia pertama kali menemukan populasi etnis Muslim Rusia pada paruh kedua...

Pengadaan Fasilitas Penanganan Sampah di Lhokseumawe 2021: Kapal, Truk dan Bin Container

LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan membeli sejumlah fasilitas...

Dinilai tak Becus Tangani Sampah, Dewan: Copot Kepala DLH

LHOKSEUMAWE - Anggota DPRK Lhokseumawe, H. Jailani Usman, mendesak Wali Kota Suaidi Yahya mencopot...

9 Manfaat Makan Mangga Muda, Termasuk Sehatkan Jantung dan Mata

Makan mangga muda mungkin bisa membuat air liur keluar lebih banyak, karena rasanya yang...

Gokil, Bocah 12 Tahun Ini Lulus SMA dan Kuliah Bersamaan

Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun membuktikan bahwa kerja kerasnya terbayar saat pendidikannya tamat. Namun...

Mualaf Song Bo-ra: Banyak Orang Korea Salah Paham Tentang Islam

SEOUL -- Seorang wanita mualaf asal Korea Selatan, Song Bo-ra (30-an), menceritakan kisah perjalanannya...

RSUZA Nyaris Penuh, Pasien Covid-19 Lampaui Puncak Kurva Tahun Lalu

BANDA ACEH — Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh nyaris...

Kena Prank Elon Musk, Investor Kripto ‘Rugi’ Rp 5.183 T

Ratusan miliar dolar Amerika Serikat (AS) hilang dari industri uang kripto atau cryptocurrency setelah...

Lebaran di Kota, Pasien Sekarat, dan Jika Pemudik Terjebak

HARI raya Idulfitri tahun ini memiliki kisah tersendiri. Pemerintah Aceh melarang masyarakat pulang kampung...

Begini Kondisi Pasien Covid-19 di RSUZA saat Idulfitri

BANDA ACEH — Pasien Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) ada yang harus mengikuti takbiran menyambut...

Ratusan Masjid di Maroko Dilengkapi Sistem Energi Surya, Ini Tujuannya

Ratusan masjid di Maroko akan dilengkapi dengan sistem energi surya dari pemerintah dalam rangka...

Tanah Masa Depan

Karya: Taufik Sentana Peminat sosial-budaya Puluhan peradaban kota pernah ingin menjamahmu. Wahyu kenabian dan jejejak risalah telah memuliakan tanahmu. Entah itu...

Tammy Jadi Mualaf Setelah Dibantu Muslim yang tak Dikenal

Tammy Parkin dilahirkan dan dibesarkan di kota kecil New Hampshire, Amerika Serikat. Penduduk kota...

Merawat Fitri

Karya: Taufik Sentana Peminat prosa religi Setelah fase Ramadan tibalah Fitri. Fitri adalah aroma kesucian, kemurnian dan...

Erdogan: Virus Islamofobia Sama Bahayanya dengan Virus Corona, Menyebar Cepat di Eropa

ANKARA -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan virus Islamofobia menyebar di Eropa. "Virus Islamofobia,...