27.1 C
Banda Aceh
Senin, April 12, 2021

Quo Vadis Surplus Listrik Aceh

BERITA DAERAH

Sejak beberapa tahun terakhir Aceh mengalami kelebihan daya, tapi pemadaman listrik kadang juga terjadi. Apa penyebabnya, lalu quo vadis surplus listrik Aceh?

Kelebihan daya tidak menjamin tidak adanya pemadamam listrik, persoalan alam  kerap menjadi masalah, hingga suplai arus ke pelanggan terganggu. Hal itu diungkapkan General Manager PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Aceh Abdul Mukhlis, Senin, 5 April 2021 saat melepas keberangkatan rombongan media gathering di Banda Aceh menuju PLTA Peusangan di Aceh Tengah.

Menurutnya, surplus listrik di Aceh sudah terjadi sejak beberapa tahun, pada 2018 daya mampu sistem PLN di Aceh mencapai 549,7 Mega Watt (MW) sementara beban puncak hanya 426 MW, sehingga listrik Aceh mengalami surplus 123,7 MW. Hal yang sama juga terjadi pada tahun 2019, beban puncak listrik di Aceh naik mejadi 495 MW yang juga dibarengi dengan peningkatan daya mampu sistem menjadi 586,7 MW, sehingga listrik Aceh masih surplus 91,7 MW.

Kemudian pada tahun 2020 beban puncak listrik di Aceh naik menjadi 523,4 MW yang juga dibarengi dengan peningkatan daya mampu sistem menjadi 641,7 MW, sehingga listrik Aceh tetap mengalami surplus sebesar 118,3 MW.

“Dengan kondisi surplus daya ini, bagaimana mungkin kami mematikan listrik. Kami bekerja untuk memastikan pasokan listrik aman, terutama di bulan Ramadhan. Logikanya, daya lebih tidak akan kita tahan saat kebutuhan pelanggan meningkat,” jelasnya.

Abdul Mukhlis menambahkan, pihaknya akan terus bekerja memberikan yang terbaik bagi pelanggan, sebagai bagian dari perwujudan visi nasional menjadikan PLN sebagai perusahaan listrik terkemuka di Asia Tenggara.

Terkait masih adanya pemadaman listrik, Abdul Mukhlis mengungkapkan hal itu terjadi karena faktor alam, yang menyebabkan jaringan suplay listrik dari pembangkit ke pelanggan jadi terganggu.

“Bisa jadi karena jaringan dempet tertimpa ranting pohon di sekitar jaringan, bisa jadi karena layang-layang yang tersangkut, dan sebagainya. Lamanya mencari di mana gangguan itu terjadi dan kemudian membereskannya, itu yang menentukan durasi pemadaman,” ungkapnya.

Namun di sisi lain, pemadaman juga bisa terjadi akibat ganguan pada sistem transmisi, seperti saat terjadinya gangguan sistem transmisi antara Idi dan Lhokseumawe, yang menyebakan padam total (blact out) di sebagian wilayah Aceh.

Sementara itu berdasarkan data dari PLN Aceh, kondisi kelistrikan Aceh tahun 2021 adalah: daya mampu KIT 457,7 MW, transfer SBU 184 MW, sehingga total daya mampu menjadi 641,7 MW. Kondisi ini menyebabkan tersedianya cadangan suplai listrik di Aceh dalam tahun 2021 sebesar 118,3 MW (surplus daya 2020) dengan perkiraan beban puncak masih sebesar beban puncak 2020 yakni 523,4 MW.

Masih berdasarkan data PLN Aceh, komposisi pembangkit listrik di Aceh didiminasi oleh Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dengan daya 217 MW (47,41 persen), Pembangkit Listrik Tenaga Uap/Batu Bara 140 MW (30,58 persen), Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) 124 MW (27,09 pesren), sisanya Pembangkit Listrik Tenaga Air 14 MW (3,05 persen), dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya 0,45 MW (0,1 persen).

Apa Kabar PLTA Peusangan?

PLTA Peusangan 1 dan 2 merupakan proyek nasional dengan anggaran mencapai Rp5 triliun. Sekitar 83 persen dana pembangunannya bersumber dari pinjaman luar negeri (loan). Proyek yang sudah dimulai sejak 1990-an itu sempat dihentikan karena berbagai pertimbangan, kemudian dilanjutkan lagi pada tahun 2011. Kini progres pengerjaannya sudah mencapai 85 persen.

“PLTA ini bersumber dari air Laut Tawar, itu anugerah Tuhan yang melimpah yang harus dimanfaatkan. Air dari sana nanti akan dialirkan untuk menggerakkan dua turbin, akan menghasilan energi listrik sebesar 88 MW dan akan masuk ke sistem pada tahun 2023 mendatang,” jelas General Manager PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Aceh Abdul Mukhlis, Selasa, 6 April 2021 saat melihat penyelesaian pembangunan power house PLTA Peusangan di Desa Remeson, Kecamatan Sili Nara, Kabupaten Aceh Tengah.

Ketika ditanya mengapa pembangunan PLTA Peusangan 1 dan 2 bisa memakan waktu yang sangat lama, Abdul Mukhis menjelaskan, itu terjadi karena berbagai hal mulai dari faktor alam (bencana) hingga persoalan konflik Aceh yang menyebabkan terhentinya pekerjaan.

Penyebab lainnya kata Abdul Mukhlis adalah pembangunan konstruksi PLTA membutuhkan waktu dan biaya yang mahal, tapi biaya operasionalnya nantinya akan sangat rendah. Berbeda dengan PLTD yang biaya konstruksinya murah, tapi biaya operasionalnya sangat mahal.

Selain itu berdasarkan regulasi PLN juga bisa membeli daya dari pembangkit swasta melalui Kerja Sama Pemerintah Swasta (KSP) dengan skema Independen Power Producer (IPP).

Asisten Manejer Stakeholder PLN Aceh Mukhtar Juned menjelaskan, pembelian listrik dari pihak swasta itu bisa berasal dari pembangkit Renewable Energy/Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Menurutnya ada delapan pembangkit IPP di Aceh yakni: PLTS Lasikin (100 KW), PLTM Marpunge (500 KW), PLTM Tuah Rerebe (250 KW), PLNM Nengar (100 KW), PLTM Krueng Isep (10.000 KW), PLTM Tuah Sabena (45 KW), PLTS Cot Abeuk (350 KW), serta PLTM Waih Selah (150 KW).

Dengan kondisi kelistrikan Aceh yang seperti itu, diyakini Aceh benderang akan menjadi lumbung energi, terutama untuk peningkatan pemanfaatan EBT. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 tahun 2014 mengamanahkan realiasi penggunaan EBT 23 persen pada tahun 2025 dan 31 persen pada tahun 2050, Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Energi Baru dan Terbarukan pada 14 Januari 2021 juga sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas).[]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Es Teler Bang Gam

 BANDA ACEH - Bulan puasa tahun ini akan kita masuki esok, Selasa, 13 April...

Prihatin Insentif Imam Masjid Belum Dibayar, Salehati Sarankan BPKD Prioritaskan Pencairan Dana Desa

SUBULUSSALAM - Politikus Partai Aceh, Salehati menyarankan pemerintah melalui Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD)...

Ini Kata Kasatlantas Lhokseumawe Soal Pengaturan Lalu Lintas saat Ramadhan

LHOKSEUMAWE- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lhokseumawe memprediksi akan terjadi kepadatan dan kemacetan di...

Polres Gayo Lues Gelar Operasi Keselamatan-2021

BLANGKEJEREN - Polres Gayo Lues akan melaksanakan Operasi Keselamatan Seulawah-2021 selama 14 hari, mulai...

Nasib Pengungsi Rohingya di Aceh: Merajut Asa, Menunggu tanpa Kepastian

Muhammad Ismail (24 tahun), pengungsi Rohingya, datang dari Malaysia ke Aceh demi menemui istrinya...

Dilema “Lawan Covid-19” Pengungsi Rohingya Aceh

Pengungsi Rohingya diharuskan disiplin menerapkan protokol kesehatan demi terhindar dari infeksi Covid-19. Namun, masyarakat...

Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe Siapkan Ikan Asin untuk Menu Berbuka hingga Dikirim ke Medan, Begini Pengolahannya

LHOKSEUMAWE – Pengungsi Rohingnya di Lhokseumawe menyiapkan ikan asin untuk menu berbuka puasa di...

Over Kapasitas Lapas di Aceh Hampir 500 Persen

BANDA ACEH – Over kapasitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Aceh sudah hampir mencapai...

Sambut Ramadhan, Anggota DPRK Salehati Berikan Bantuan ke Masjid-masjid

SUBULUSSALAM - Anggota DPRK Subulussalam dari Partai Aceh, Salehati memberikan bantuan paket Ramadhan 1442...

Inilah Ragam Makanan Sehat untuk Jantung

Mengonsumsi makanan sehat untuk jantung dan menjalani pola hidup sehat dapat membuat Anda terhindar...

Ini Nama-nama Pengurus Dewan Perwakilan Mahasiswa USK 2021

BANDA ACEH - Struktural Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (DPM USK) Tahun 2021...

Pimpinan Kelompok Salamullah Lia Eden Meninggal Dunia

Pimpinan kelompok Salamullah Lia Aminuddin alias Lia Eden meninggal dunia. Kabar tersebut dibagikan dalam...

11 Kandidat Siap Rebut Kursi Ketum HMI Lhokseumawe-Aceh Utara

LHOKSEUMAWE - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe- Aceh Utara akan melaksanakan Konferensi Cabang...

Walkot Bintang: Harga Sembako Stabil, Tidak ada Lonjakan

SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang memastikan harga kebutuhan pokok di...

Jelang Ramadhan, Walkot Bintang Blusukan Cek Harga Sembako

 SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang blusukan di pasar mingguan Penanggalan...

3.264 Peserta Ikut UTBK SBMPTN di Unimal, Ini Aturannya

LHOKSEUMAWE - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi...

Ini Harga Daging dan Kepala Sapi di Pasar Geudong

ACEH UTARA - Harga daging sapi pada meugang pertama menyambut bulan puasa tahun ini...

Kepala Polisi New York Kawal Masjid Islamic Center

NEW YORK- Imam Besar Masjid Islamic Center New York, Amerika Serikat, Imam Shamsi Ali...

Ini 10 Orang Terkaya RI, Ada Bos Kamu?

Forbes kembali merilis daftar orang-orang terkaya di dunia melalui 'The Richest in 2021'. Sejumlah...

Dawn Maqsood, Muslim Skotlandia

Dawn Maqsood menghadapi tantangan yang tak mudah usai memutuskan menjadi Muslim. Namun, tantangan itu...