26.7 C
Banda Aceh
Sabtu, Juni 19, 2021

Dinilai tak Becus Tangani Sampah, Dewan: Copot Kepala DLH

BERITA DAERAH

LHOKSEUMAWE – Anggota DPRK Lhokseumawe, H. Jailani Usman, mendesak Wali Kota Suaidi Yahya mencopot Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dedi Irfansyah lantaran dinilai tidak becus menangani permasalahan sampah.

Teranyar, persoalan sampah di Jalan Petuha Ibrahim–juga sering disebut Jalan RRI, dekat Pasar Inpres di Desa Teumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, yang menghebohkan publik. Sampah menumpuk sejak beberapa hari lalu hingga menutupi badan jalan dan menyumbat parit membuat warga setempat memblokir jalur tersebut menggunakan kayu. Pasalnya, selain menimbulkan bau menyengat, dampak tumpukan sampah juga menghambat pengguna kendaraan di jalan lintas itu.

Pihak DLH mengangkut sampah tersebut, Sabtu, 15 Mei 2021 siang, setelah Sekda Lhokseumawe, T. Adnan, turun ke lokasi dan menelepon kepala dinas, pagi tadi.

“Kita sangat menyayangkan tumpukan sampah di Jalan RRI dibiarkan selama berhari-hari sehingga sekarang sudah heboh. Lokasi itu dekat sekali dengan kantor DLH. Yang dekat kantornya saja tidak ditangani. Ini menunjukkan kinerja kepala dinas itu sangat tidak becus. Kita minta wali kota mencopot kepala DLH, karena dia tidak becus telah membuat malu wali kota, selain mengecewakan masyarakat,” kata Jailani Usman kepada portalsatu.com lewat telepon seluler, Sabtu, jelang siang.

Menurut Jailani, seharusnya DLH tinggal menambah sedikit insentif kepada para pekerja pengangkut sampah, sehingga tidak terjadi permasalahan seperti di Jalan RRI. “Mereka tidak berhenti bekerja, tapi mungkin kepedulian (dari DLH) tidak ada. Saya kira dua armada sudah cukup jika setiap malam diangkat sampah itu supaya tidak menumpuk sebanyak yang terjadi sekarang, sehingga pengguna kendaraan tidak bisa melintas, selain bau yang sangat mengganggu masyarakat sekitar. Jadi, kalau ada kemauan dari DLH pasti ada jalan, dan ini tidak dilakukan, malah terkesan diabaikan,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Jailani, wali kota melalui Sekda seharusnya bukan sekadar memanggil dan mengingatkan kepala DLH. “Karena sudah beberapa hari sampah menggunung di Jalan RRI, begitu juga di lokasi lain dalam wilayah kota,” kata anggota dewan yang sering memantau persoalan sampah di Lhokseumawe ini.

“Kalau kepala dinas mengerti tugas dan fungsinya serta serius bekerja pasti tumpukan sampah di kota Lhokseumawe tidak akan terjadi. Buktinya dalam waktu tidak terlalu lama sesudah ditelepon Sekda, sampah yang sudah beberapa hari menumpuk bisa terangkut. Artinya, kepala DLH yang tidak serius bekerja dan membuat kinerja Pemko Lhokseumawe dipandang memalukan oleh masyarakat saat bulan dan hari baik yang ‘bersih-bersih’ dari dosa. Sudah sangat layak dan patut untuk diganti Kadis itu, masih banyak di luar sana yang serius untuk mengemban tugasnya,” tegas Jailani.

(Pihak DLH Lhokseumawe sedang mengangkat sampah menggunakan sejumlah truk di Jalan RRI, Sabtu, 15 Mei 2021, siang. Foto kiriman warga untuk portalsatu.com)

Sementara itu, Kepala DLH Lhokseumawe, Dedi Irfansyah, dikonfirmasi portalsatu.com via telepon seluler, Sabtu, sekitar pukul 13.20 WIB, mengatakan sampah di Jalan RRI sedang diangkut. “Hampir selesai. Karena selama ini alat berat rusak, ini secara manual kita angkat,” ujarnya.

Dedi mengaku menurunkan delapan truk ke lokasi itu dari 13 armada pengangkut sampah yang operasional milik DLH. Dia menyebut 13 truk itu belum memadai, karena kebutuhan DLH sebanyak 23 truk untuk operasional mengangkut sampah di Kota Lhokseumawe.

Ditanya mengapa baru sekarang diangkut sampah yang sudah berhari-hari menumpuk di Jalan RRI, Dedi mengatakan, “dalam bulan puasa sudah diangkut juga, tapi karena terus menumpuk seperti itu, karena sampah-sampah dari Pasar (Inpres) dibuang ke sana juga”.

“Malam takbiran ada juga diangkut, tapi tidak memadai, hanya dibersihkan begitu saja. Khusus di Jalan RRI itu membutuhkan alat berat, karena banyak dan tumpah ke dalam parit. Sekarang kita bersihkan parit yang tersumbat sampah,” tutur Dedi.

Dedi menyatakan pihaknya tidak mengabaikan tumpukan sampah tersebut. “Kita tetap merespons. Kemarin itukan karena kapasitas alat tidak memadai, cuma sebatas yang mampu kita angkat. Sampah di lokasi itukan berulang terus, mungkin klimaksnya tadi malam bertumpuk,” ucapnya.

Mengapa tidak ditempatkan bin container atau wadah/bak sampah di Jalan RRI? “Sebenarnya dari kemarin-kemarin kami ingin menempatkan bin container di sana, cuma tergantung dengan masyarakat juga. Pernah kami panggil beberapa keuchik, di mana harus kami taruh bin container. Jangan nanti setelah kami taruh, muncul komplain dari masyarakat yang tidak mau ditempatkan bin container di sana. Itulah permasalahan bin container kenapa tidak ada di situ,” ujar Dedi.

“Bukan tidak mau kami letakkan. Sekarang kalau masyarakat setuju kami letakkan di lokasi mana maka kami lakukan. Jadi, tidak bisa serta merta dari DLH taruh bin container, nanti terjadi komplain dari masyarakat. Karena letak bin container dampaknya banyak, walaupun sampah kita angkat. Karena orang yang buang sampah bukan semua dari desa itu, ada dari desa lain juga. Kadang-kadang dibuang sampah tidak masuk ke bin container sehingga menumpuk di jalan. Inilah dilema-dilema yang terjadi sekarang,” tambah kepala DLH.

Disinggung soal dugaan minimnya insentif untuk pekerja, Dedi mengatakan, “insentif ada, paling besar kita kalau insentif untuk mereka. Seperti hari ini, saya minta mereka bekerja. Kami sudah bekerja semampu kami, cuma kapasitas alat, prasarana pendukung kurang, mau tidak mau harus secara perlahan”.

Dedi mengaku sebelum ditelepon Sekda terkait persoalan sampah di Jalan RRI, dirinya sudah berencana turun ke lokasi itu lantaran juga menerima laporan dari pihak lain. “Sebenarnya dari tadi pagi saya mau ke sana. Sebelum ditelepon Pak Sekda juga ada orang telepon. Memang sudah siap pergi ke sana. Kebetulan saat ditelepon Pak Sekda, saya sudah di kantor, saya langsung ke sana,” ucapnya.

(Jalan RRI Lhokseumawe setelah dibersihkan dari tumpukan sampah. Foto kiriman kepala DLH kepada portalsatu.com Sabtu, 15 Mei 2021, sekitar pukul 15.34 WIB)

[](nsy)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

PT Pelindo Lhokseumawe akan Tindak Pungli di Pelabuhan

LHOKSEUMAWE - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Cabang Lhokseumawe menyatakan akan menindak tegas apabila...

KONI Aceh Lapor Perkembangan Persiapan Tuan Rumah PON ke Ketum KONI Pusat

  JAKARTA – Ketua Harian KONI Aceh H. Kamaruddin Abu Bakar atau akrab disapa Abu...

Pembangunan Pabrik NPK PT PIM Terkendala Impor Material dari Spanyol

LHOKSEUMAWE - Pembangunan pabrik pupuk NPK PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terkendala impor spare...

Rapat Perdana dengan Wali Nanggroe, Ini akan Dilakukan Tim Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan MoU Helsinki

  BANDA ACEH – Usai ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Aceh, Tim Pembinaan dan...

Operasional Pabrik Terhenti, PT PIM Masih Punya Stok Pupuk Subsidi 130 Ribu Ton

LHOKSEUMAWE - Operasional PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terhenti akibat terkendala pasokan gas dari...

Kejati Aceh: Kasus Peremajaan Sawit di Nagan Rp12,5 M ke Tahap Penyidikan

BANDA ACEH - Tim Penyelidik pada Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Aceh meningkatkan status penyelidikan...

Kejari Lhokseumawe Batal Ekspose Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa di Kejati Aceh, Ini Alasannya

LHOKSEUMAWE – Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe, Rabu, 16 Juni 2021, batal mengekspose di...

Begini Penjelasan PT Medco Soal Pasokan Gas ke PT PIM

LHOKSEUMAWE – PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) sedang melakukan melakukan pemeliharan dan ramp...

Uniki Jalin Kerja Sama dengan PLN, Ini Kata Prof. Apridar

BIREUEN –Universiats Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) dan PLN UP3 Cabang Lhokseumawe menjalin kerja sama...

Berhenti Beroperasi Akibat Terkendala Pasokan Gas, Ini Kata PIM Soal Pupuk Subsidi

LHOKSEUMAWE - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) berhenti beroperasi sudah hampir satu bulan akibat...

Harga Jahe dan Pisang Anjlok di Putri Betung, Ini Kata Petani

BLANGKEJEREN - Sejumlah petani di Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, mulai kebingungan menjual...

Pemko Subulussalam MoU dengan Universitas Indonesia

SUBULUSSALAM - Wali kota Subulussalam H. Affan Alfian Bintang, S.E melakukan penandatanganan Memorandum of...

Warga Lhoksukon Amankan Piton di Kandang Bebek

ACEH UTARA - Seekor satwa liar jenis ular piton atau sanca diamankan warga Gampong...

‘Belum Ada Regulasi Harus Tunjukkan Surat Bukti Sudah Divaksin Jika Berobat ke RS’

LHOKSEUMAWE - Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Lhokseumawe menyatakan sampai saat ini...

Air Terjun Silelangit Subulussalam Destinasi Wisata Nominasi API 2021

SUBULUSSALAM - Destinasi wisata air terjun Silelangit yang terletak di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan...

Telan Dana Rp2 Miliar, Menara Pandang dan Rest Area Agusen tak Difungsikan

BLANGKEJEREN - Kondisi proyek menara pandang dan sejumlah bangunan di Rest Area Agusen, Kecamaatan...

Sebait Sapardi

Karya: Taufik Sentana Penyuka prosa kontemporer. Menulis puisi, ulasan, dan esai. Ia adalah sebait tuah Tentang bagaimana...

Zona Merah Covid-19 di Aceh Meluas ke Pidie dan Aceh Tengah

BANDA ACEH — Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Coronavirus Disease 2019 (covid-19) Nasional kembali mengoreksi...

Creator Youtube Ini Bantu Sepeda Motor untuk Anak Yatim di Aceh Utara

ACEH UTARA - Salah seorang anak yatim bernama Hayatun Asniar (15), warga Gampong Keude...

Terkait Pupuk Subsidi Dijual di Atas HET, Polres akan Periksa Ahli

BLANGKEJEREN - Polres Gayo Lues terus mendalami dan memeriksa saksi-saksi terkait dugaan penjualan pupuk...