29.3 C
Banda Aceh
Minggu, Mei 16, 2021

Dua Tahun di Medan, Wanita Hamil dan Anak Rohingya Ini ke Kamp Pengungsian Lhokseumawe

BERITA DAERAH

LHOKSEUMAWE – Empat warga Rohingya yang sudah dua tahun tinggal di lokasi penampungan pengungsian di Medan, Sumatera Utara, tiba-tiba datang ke kamp pengungsian di Balai Latihan Kerja (BLK) Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Dari empat warga Rohingya itu, salah seorang di antaranya wanita hamil dan dua masih anak-anak. Mereka bernama Jamila Bibi, Shalay Rubina Bibi, Hazara Bibi, dan Usman Ghoni. Keempatnya tiba di kamp BLK Lhokseumawe, Ahad, 2 Mei 2021.

Program Officer Geutanyoe Foundation (Yayasan Geutanyoe), Chalik Mawardi, Selasa, 4 Mei 2021, mengatakan informasi pihaknya peroleh dari warga Rohingya itu, alasan mereka datang ke Lhokseumawe karena di Medan tidak lagi mendapatkan penanganan berbasis ekonomi dari pihak lembaga internasional.

“Dari empat warga Rohingya itu, dua ibu dan dua anak-anak. Salah satu di antaranya ibu hamil sembilan bulan dan tinggal menunggu melahirkan. Berdasarkan keterangan yang kita peroleh dari mereka bahwa di sana anak-anak tersebut tidak mendapatkan pendidikan yang layak seperti di kamp BLK ini. Mereka datang ke sini dengan harapan bisa mendapat akses makanan, kesehatan dan pelayanan lainnya,” kata Chalik Mawardi kepada wartawan, Selasa, sore.

Akan tetapi, kata Chalik Mawardi, pihaknya belum mengetahui secara jelas bagaimana mereka bisa langsung sampai ke tempat pengungsian di Lhokseumawe. “Tentu ada pihak yang memberitahukan kepada mereka tentang lokasi ini. Karena keempat warga Rohingya termasuk anak-anak itu mereka turun dari bus arah Medan,” ucapnya.

“Mereka sudah dua tahun menetap di Medan, dan berbeda gelombang dari etnis Rohingya yang sudah dipindahkan ke Medan dari Lhokseumawe beberapa hari lalu. Saat ini jumlah warga Rohingya di kamp BLK Lhokseumawe menjadi 14 orang, karena sisa 10 orang kemarin itu tidak ikut dipindahkan ke Sumatera Utara,” ujar Chalik Mawardi.

Menurut Chalik, pada prinsipnya Yayasan Geutanyoe tetap membantu mereka yang ada di Kamp BLK Lhokseumawe, baik makanan, pendidikan, kesehatan dan lainnya. “Karena ada beberapa lembaga lain juga yang masih konsen untuk menangani pengungsi Rohingya di sini,” tuturnya.

Sementara itu, Communication Officer International Organization for Migration (IOM), Rina, dikonfirmasi portalsatu.com melalui pesan WhatsApp, mengatakan pihaknya baru mendapat kabar empat Rohingya itu tiba di BLK Lhokseumawe dari Medan. Saat ini pihak IOM terus berkoordinasi dengan UNHCR maupun pemangku kepentingan terkait.

“Sebagai informasi, saat ini kami sudah melakukan pengecekan kesehatan, karantina, dan juga sudah kontak dengan pihak Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) karena ada yang sedang hamil juga,” ujar Rina.[]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Kunjungi Aceh, Ini Kata Menteri Investasi

BANDA ACEH – Menteri Investasi Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, mengunjungi Aceh pada Ahad, 16...

Begini Kondisi Jalan Lintas Gayo Lues-Aceh Timur Setelah Tanah Longsor Dibersihkan

BLANGKEJEREN - Sempat lumpuh total akibat tanah longsor menutupi badan jalan di dua titik...

Puluhan Rumah Terendam Banjir di Aceh Tenggara

KUTACANE – Puluhan rumah dan badan jalan di Dusun Lumban Sormin Desa Lawe Harum,...

Pemuda Lancok-Lancok Salurkan Bantuan Uang Tunai kepada Korban Kebakaran, Pemkab Diminta Bangun Rumah

BIREUEN - Perwakilan Pemuda Gampong Lancok-Lancok, Kecamatan Kuala, Bireuen, menyerahkan bantuan uang tunai kepada...

2030, Umat Islam Rayakan 2 Kali Ramadan dan Idulfitri, Mengapa?

Hari raya Idulfitri umumnya terjadi satu tahun sekali. Namun, pada tahun 2030, umat Islam...

Mualaf Ali Vyacheslav Polosin: Islam di Rusia Miliki Masa Depan Cerah

MOSKOW -- Masyarakat Rusia pertama kali menemukan populasi etnis Muslim Rusia pada paruh kedua...

Pengadaan Fasilitas Penanganan Sampah di Lhokseumawe 2021: Kapal, Truk dan Bin Container

LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan membeli sejumlah fasilitas...

Dinilai tak Becus Tangani Sampah, Dewan: Copot Kepala DLH

LHOKSEUMAWE - Anggota DPRK Lhokseumawe, H. Jailani Usman, mendesak Wali Kota Suaidi Yahya mencopot...

9 Manfaat Makan Mangga Muda, Termasuk Sehatkan Jantung dan Mata

Makan mangga muda mungkin bisa membuat air liur keluar lebih banyak, karena rasanya yang...

Gokil, Bocah 12 Tahun Ini Lulus SMA dan Kuliah Bersamaan

Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun membuktikan bahwa kerja kerasnya terbayar saat pendidikannya tamat. Namun...

Mualaf Song Bo-ra: Banyak Orang Korea Salah Paham Tentang Islam

SEOUL -- Seorang wanita mualaf asal Korea Selatan, Song Bo-ra (30-an), menceritakan kisah perjalanannya...

RSUZA Nyaris Penuh, Pasien Covid-19 Lampaui Puncak Kurva Tahun Lalu

BANDA ACEH — Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh nyaris...

Kena Prank Elon Musk, Investor Kripto ‘Rugi’ Rp 5.183 T

Ratusan miliar dolar Amerika Serikat (AS) hilang dari industri uang kripto atau cryptocurrency setelah...

Lebaran di Kota, Pasien Sekarat, dan Jika Pemudik Terjebak

HARI raya Idulfitri tahun ini memiliki kisah tersendiri. Pemerintah Aceh melarang masyarakat pulang kampung...

Begini Kondisi Pasien Covid-19 di RSUZA saat Idulfitri

BANDA ACEH — Pasien Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) ada yang harus mengikuti takbiran menyambut...

Ratusan Masjid di Maroko Dilengkapi Sistem Energi Surya, Ini Tujuannya

Ratusan masjid di Maroko akan dilengkapi dengan sistem energi surya dari pemerintah dalam rangka...

Tanah Masa Depan

Karya: Taufik Sentana Peminat sosial-budaya Puluhan peradaban kota pernah ingin menjamahmu. Wahyu kenabian dan jejejak risalah telah memuliakan tanahmu. Entah itu...

Tammy Jadi Mualaf Setelah Dibantu Muslim yang tak Dikenal

Tammy Parkin dilahirkan dan dibesarkan di kota kecil New Hampshire, Amerika Serikat. Penduduk kota...

Merawat Fitri

Karya: Taufik Sentana Peminat prosa religi Setelah fase Ramadan tibalah Fitri. Fitri adalah aroma kesucian, kemurnian dan...

Erdogan: Virus Islamofobia Sama Bahayanya dengan Virus Corona, Menyebar Cepat di Eropa

ANKARA -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan virus Islamofobia menyebar di Eropa. "Virus Islamofobia,...