26.7 C
Banda Aceh
Sabtu, Juni 19, 2021

Gaji Tenaga Kontrak hanya 7 Bulan, Tunjangan Bupati, DPRK, TPK PNS, Perjalanan Dinas dan Belanja Pelatihan?

BERITA DAERAH

LHOKSUKON – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memangkas anggaran tahun 2021 untuk gaji tenaga kontrak dari 12 bulan menjadi hanya tujuh bulan dengan alasan refocusing belanja terhadap penanganan Covid-19. Akan tetapi, penghasilan (gaji dan tunjangan) Bupati, Wakil Bupati, Pimpinan dan Anggota DPRK Aceh Utara tak “digergaji”. Mengapa?

Hasil penelusuran portalsatu.com, pagu APBK Aceh Utara tahun 2021 beberapa kali berubah. Mulanya, dalam Rancangan Qanun tentang APBK (RAPBK) 2021 hasil persetujuan bersama Bupati dan DPRK melalui rapat paripurna di gedung dewan, Senin, 30 November 2020, malam, anggaran pendapatan Rp2,527 triliun (T) lebih, belanja Rp2,542 T lebih, defisit Rp14,919 miliar (M) lebih ditutupi dengan pembiayaan. (Baca: Setujui RAPBK 2021 Rp2,5 T, DPRK Minta Bupati Evaluasi Sejumlah SKPK)

Setelah RAPBK itu dievaluasi Gubernur Aceh, ditetapkan Qanun Kabupaten Aceh Utara Nomor 5 Tahun 2020 tentang APBK 2021 dan Peraturan Bupati Nomor 49 Tahun 2020 tentang Penjabaran APBK 2021 pada 30 Desember 2020. Dalam Qanun dan Perbup Aceh Utara itu, pendapatan menjadi Rp2,530 T lebih, belanja Rp2,545 T lebih, defisit Rp14,919 M lebih, penerimaan pembiayaan Rp16,919 M lebih dan pengeluaran pembiayaan Rp2 M, sehingga total APBK Rp2,547 T lebih.

Adapun belanja operasi Rp1,526 T lebih, di antaranya untuk belanja pegawai Rp901,943 M lebih. Dari jumlah itu terdapat Tambahan Penghasilan berdasarkan Prestasi Kerja (TPP, sering disebut Tunjangan Prestasi Kerja/TPK) ASN Rp30,201 M lebih (untuk PNS Rp29,759 M lebih dan PPPK Rp441,6 juta).

Sedangkan belanja gaji dan tunjangan DPRK Rp19,609 M lebih, belanja penerimaan lainnya Pimpinan DPRK serta Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah (KDH/WKDH) Rp791,459 juta, belanja dana operasional Pimpinan DPRK Rp252 juta, belanja dana operasional KDH/WKDH Rp539,459 juta.

Adapun belanja barang dan jasa mencapai Rp528,475 M lebih. Dari jumlah itu, belanja jasa Rp202,036 M lebih. Gaji alias upah untuk ribuan tenaga kontrak dialokasikan pada sebagian belanja jasa. Di antaranya, belanja jasa tenaga pendidikan Rp10,326 M, belanja jasa tenaga kesehatan Rp37,801 M lebih, belanja jasa tenaga administrasi Rp7,949 M lebih, belanja jasa tenaga keamanan Rp6,060 M lebih, belanja jasa tenaga kebersihan Rp5,761 M lebih, dan berbagai bidang lainnya.

Ada pula belanja kursus/pelatihan, sosialisasi, bimbingan teknis serta pendidikan dan pelatihan Rp23,968 M lebih. Dari jumlah itu, belanja kursus singkat/pelatihan Rp20,809 M lebih dan belanja sosialisasi Rp3,159 M lebih.

Selain itu, belanja perjalanan dinas Rp32,190 M lebih. Yakni, belanja perjalanan dinas biasa Rp17,641 M lebih, belanja perjalanan dinas tetap Rp437,760 juta, belanja perjalanan dinas dalam kota Rp9,238 M lebih, dan belanja perjalanan dinas paket meeting luar kota Rp4,872 M lebih.

Sementara belanja modal ‘hanya’ Rp280,385 M lebih.

Pagu anggaran tersebut kemudian berubah yang ditetapkan dengan Perbup Nomor 6 Tahun 2021 tentang perubahan (pertama, red) atas Perbup 49/2020 tentang penjabaran APBK 2021. Jumlah belanja menjadi Rp2,587 T lebih, bertambah Rp42,212 M lebih dari sebelumnya Rp2,545 T lebih.

Terbaru, berdasarkan Perbup perubahan kedua atas Perbup Nomor 49 Tahun 2020 tentang penjabaran APBK tahun 2021, pagu pendapatan menjadi Rp2,499 T lebih, berkurang Rp31,171 M lebih dari sebelum perubahan. Sedangkan belanja menjadi Rp2,556 T lebih, bertambah Rp11,040 M lebih dari sebelum perubahan. (Baca: Perubahan APBK Aceh Utara 2021 dengan Perbup: Pendapatan Berkurang Belanja Bertambah, Mengapa?)

Jawaban Pemkab Aceh Utara

Sekda Aceh Utara, Dr. A. Murtala, M.Si., dikonfirmasi portalsatu.com via pesan WhatsApp, 10 Mei 2021, soal gaji untuk tenaga tenaga kontrak kini tinggal tujuh bulan, berapa banyak TPK ASN, belanja kursus/pelatihan, dan perjalanan dinas dipangkas atau tersisa setelah rasionalisasi APBK 2021, tidak merespons apapun.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Utara, Dra. Salwa, menjawab portalsatu.com via WhatsApp, 11 Mei 2021, menjelaskan gaji tenaga kontrak sebelumnya dianggarkan 12 bulan, kecuali guru 10 bulan, setelah refocusing menjadi tujuh bulan.

“TPP/TPK sebelum refocussing 35,3 M menjadi 23,4 M (berkurang 11,8 M). Belanja kursus/Bimtek/pelatihan sebelumnya 23,968 M, sesudah (perubahan) 23,909 M, berkurang sebesar 59 juta (sebagian besar DAK, DOKA, pajak rokok dan JKN),” tutur Salwa.

Salwa juga menyampaikan bahwa dana perjalanan dinas sebelumnya dianggarkan Rp32,190 M, kini menjadi Rp21,197 M, berkurang Rp9,992 M (sebagian besar DOKA, DAK, JKN dan pajak rokok). Dana perjalanan dinas itu, kata dia, termasuk untuk DPRK.

Apakah dampak refocusing juga terjadi terhadap penghasilan (gaji + tunjangan) Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dan Anggota DPRK Aceh Utara? Apakah gaji dan tunjangan bupati/wakil bupati, pimpinan dan anggota DPRK dipotong juga akibat refocusing? “Tidak ada. Kalau potong gaji itu biasa perintah khusus. Seperti bayar atau tidak bayar THR ada PP (Peraturan Pemerintah) tersendiri,” ucap Salwa.[](nsy)

 

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

PT Pelindo Lhokseumawe akan Tindak Pungli di Pelabuhan

LHOKSEUMAWE - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Cabang Lhokseumawe menyatakan akan menindak tegas apabila...

KONI Aceh Lapor Perkembangan Persiapan Tuan Rumah PON ke Ketum KONI Pusat

  JAKARTA – Ketua Harian KONI Aceh H. Kamaruddin Abu Bakar atau akrab disapa Abu...

Pembangunan Pabrik NPK PT PIM Terkendala Impor Material dari Spanyol

LHOKSEUMAWE - Pembangunan pabrik pupuk NPK PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terkendala impor spare...

Rapat Perdana dengan Wali Nanggroe, Ini akan Dilakukan Tim Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan MoU Helsinki

  BANDA ACEH – Usai ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Aceh, Tim Pembinaan dan...

Operasional Pabrik Terhenti, PT PIM Masih Punya Stok Pupuk Subsidi 130 Ribu Ton

LHOKSEUMAWE - Operasional PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terhenti akibat terkendala pasokan gas dari...

Kejati Aceh: Kasus Peremajaan Sawit di Nagan Rp12,5 M ke Tahap Penyidikan

BANDA ACEH - Tim Penyelidik pada Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Aceh meningkatkan status penyelidikan...

Kejari Lhokseumawe Batal Ekspose Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa di Kejati Aceh, Ini Alasannya

LHOKSEUMAWE – Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe, Rabu, 16 Juni 2021, batal mengekspose di...

Begini Penjelasan PT Medco Soal Pasokan Gas ke PT PIM

LHOKSEUMAWE – PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) sedang melakukan melakukan pemeliharan dan ramp...

Uniki Jalin Kerja Sama dengan PLN, Ini Kata Prof. Apridar

BIREUEN –Universiats Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) dan PLN UP3 Cabang Lhokseumawe menjalin kerja sama...

Berhenti Beroperasi Akibat Terkendala Pasokan Gas, Ini Kata PIM Soal Pupuk Subsidi

LHOKSEUMAWE - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) berhenti beroperasi sudah hampir satu bulan akibat...

Harga Jahe dan Pisang Anjlok di Putri Betung, Ini Kata Petani

BLANGKEJEREN - Sejumlah petani di Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, mulai kebingungan menjual...

Pemko Subulussalam MoU dengan Universitas Indonesia

SUBULUSSALAM - Wali kota Subulussalam H. Affan Alfian Bintang, S.E melakukan penandatanganan Memorandum of...

Warga Lhoksukon Amankan Piton di Kandang Bebek

ACEH UTARA - Seekor satwa liar jenis ular piton atau sanca diamankan warga Gampong...

‘Belum Ada Regulasi Harus Tunjukkan Surat Bukti Sudah Divaksin Jika Berobat ke RS’

LHOKSEUMAWE - Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Lhokseumawe menyatakan sampai saat ini...

Air Terjun Silelangit Subulussalam Destinasi Wisata Nominasi API 2021

SUBULUSSALAM - Destinasi wisata air terjun Silelangit yang terletak di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan...

Telan Dana Rp2 Miliar, Menara Pandang dan Rest Area Agusen tak Difungsikan

BLANGKEJEREN - Kondisi proyek menara pandang dan sejumlah bangunan di Rest Area Agusen, Kecamaatan...

Sebait Sapardi

Karya: Taufik Sentana Penyuka prosa kontemporer. Menulis puisi, ulasan, dan esai. Ia adalah sebait tuah Tentang bagaimana...

Zona Merah Covid-19 di Aceh Meluas ke Pidie dan Aceh Tengah

BANDA ACEH — Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Coronavirus Disease 2019 (covid-19) Nasional kembali mengoreksi...

Creator Youtube Ini Bantu Sepeda Motor untuk Anak Yatim di Aceh Utara

ACEH UTARA - Salah seorang anak yatim bernama Hayatun Asniar (15), warga Gampong Keude...

Terkait Pupuk Subsidi Dijual di Atas HET, Polres akan Periksa Ahli

BLANGKEJEREN - Polres Gayo Lues terus mendalami dan memeriksa saksi-saksi terkait dugaan penjualan pupuk...