26.7 C
Banda Aceh
Sabtu, Juni 19, 2021

Semua Elemen di Daerah Perlu Bersinergi Tekan Angka Kasus Covid-19

BERITA DAERAH

BANDA ACEH — Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, menegaskan semua elemen di daerah perlu bersinergi untuk menekan angka kasus Coronavirus Disease 2019.

“Pemerintah daerah bertanggung jawab menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai dan bermutu, dan masyarakat bertangung jawab mencegah datangnya marabahaya yang dapat meningkatkan risiko kematiannya,” kata Saifullah Abdulgani (SAG) kepada portalsatu.com di Banda Aceh, Senin, 10 Mei 2021.

Menurut SAG, tanpa upaya yang sinergis tersebut sulit menekan angka kematian akibat Covid-19. Itulah sebabnya, kata SAG, sistem kesehatan daerah harus dijaga bersama; pemerintah dan masyarakat. Pemerintah terus berupaya meningkatkan sistem pelayanan kesehatan dan masyarakat proaktif melakukan gerakan pecegahan dengan menerapkan protokol kesehatan dalam masa pandemi Covid-19 ini.

SAG mengingatkan hal itu saat menyampaikan data update kasus konfirmasi baru Covid-19 bertambah lagi 68 orang di Aceh, dan 22 di antaranya merupakan warga Banda Aceh. Kasus aktif yang kini dirawat mencapai 1.300 orang. Pasien yang sembuh bertambah 58 orang. Sementara itu, lima pasien terpapar virus corona dinyatakan meninggal dunia dalam 24 jam terakhir (8 sampai 10 Mei 2021).

Dia menjelaskan, selama bulan suci Ramadan, bukan hanya kasus-kasus positif baru yang meningkat setiap hari, tapi juga jumlah korban meninggal dunia karena terpapar virus corona. Pasien Covid-19 yang meninggal secara akumulatif sudah mencapai 479 orang dengan angka kematian sekitar 4,03 persen.

Angka kematian Covid-19 di Aceh tergolong tinggi dibandingkan angka kematian nasional. Angka kematian nasional akibat Covid-19 per 9 Mei 2021 sekitar 2,7 persen. Faktor risiko kematian Covid-19 di Aceh umumnya memiliki komorbid. Penderita Covid-19 yang meninggal dunia rata-rata memiliki penyakit penyerta, selain paparan virus corona yang ganas itu.

Sementara itu, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh di Aceh secara akumulatif telah mencapai 10.119 orang dari total kasus yang sudah mencapai 11.898 orang. Angka kesembuhan di Aceh saat ini sekitar 85,05 persen. Sedangkan angka kesembuhan nasional sekitar 91,5 persen per 9 Mei 2021.

“Kita harus bekerja sama dan berusaha keras menekan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid-19 di Aceh,” tutur SAG.

SAG juga melaporkan data akumulatif kasus Covid-19 di Aceh, per 10 Mei 2021. Jumlah kasus Covid-19 secara akumulatif telah mencapai 11.898 kasus/orang. Para penyintas, yang sembuh dari Covid-19 sebanyak 10.119 orang. Pasien masih dirawat 1.300 orang, dan penderita yang meninggal dunia sudah mencapai 479 orang.

Data akumulatif tersebut sudah mencakup penambahan 68 kasus konfirmasi baru Covid-19 selama waktu 24 jam terakhir, pasien yang sembuh sebanyak 58 orang, dan lima orang yang dilaporkan meninggal dunia.

Kasus-kasus positif baru itu yakni warga Banda Aceh sebanyak 22 orang, warga Pidie dan Aceh Besar, sama-sama sembilan orang. Kemudian warga Aceh Tenggara dan Bireuen masing-masing empat orang. Warga Lhokseumawe dan Aceh Barat Daya sama-sama tiga orang, dan dua orang warga Nagan Raya.

Selanjutnya, masing-masing satu orang warga Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Gayo Lues, Bener Meriah, Pidie Jaya, Aceh Jaya, dan warga Aceh Barat. Sedangkan sisanya, empat orang merupakan warga dari luar daerah.

Sementara itu, 58 pasien yang dinyatakan sembuh, yakni meliputi warga Banda Aceh 20 orang, Langsa 11 orang, Aceh Tengah 10 orang, Bireuen enam orang, Aceh Singkil lima orang, warga Aceh Besar dan Pidie jaya masing-masing dua orang. Kemudian, masing-masing satu orang warga Aceh Selatan dan Aceh Tamiang,

Sedangkan lima orang yang dilaporkan meninggal dunia dalam waktu 24 jam terakhir meliputi warga Langsa sebanyak tiga orang, dan kemudia masing-masing satu orang warga Nagan Raya, dan warga Aceh Barat Daya.

“Hari ini bertambah lima orang lagi meninggal dunia,” katanya memastikan.
Lebih lanjut ia laporkan kasus probable yang secara akumulatif sebanyak 724 orang, meliputi 635 orang sudah selesai isolasi, 12 orang isolasi di rumah sakit, dan 77 orang meninggal dunia. Kasus probable merupakan kasus-kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, urai SAG.

Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 9.013 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 8.778 orang, sedang isolasi di rumah 167 orang, dan 68 orang sedang isolasi di rumah sakit, pungkas SAG.[](*/Irm)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

PT Pelindo Lhokseumawe akan Tindak Pungli di Pelabuhan

LHOKSEUMAWE - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Cabang Lhokseumawe menyatakan akan menindak tegas apabila...

KONI Aceh Lapor Perkembangan Persiapan Tuan Rumah PON ke Ketum KONI Pusat

  JAKARTA – Ketua Harian KONI Aceh H. Kamaruddin Abu Bakar atau akrab disapa Abu...

Pembangunan Pabrik NPK PT PIM Terkendala Impor Material dari Spanyol

LHOKSEUMAWE - Pembangunan pabrik pupuk NPK PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terkendala impor spare...

Rapat Perdana dengan Wali Nanggroe, Ini akan Dilakukan Tim Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan MoU Helsinki

  BANDA ACEH – Usai ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Aceh, Tim Pembinaan dan...

Operasional Pabrik Terhenti, PT PIM Masih Punya Stok Pupuk Subsidi 130 Ribu Ton

LHOKSEUMAWE - Operasional PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terhenti akibat terkendala pasokan gas dari...

Kejati Aceh: Kasus Peremajaan Sawit di Nagan Rp12,5 M ke Tahap Penyidikan

BANDA ACEH - Tim Penyelidik pada Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Aceh meningkatkan status penyelidikan...

Kejari Lhokseumawe Batal Ekspose Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa di Kejati Aceh, Ini Alasannya

LHOKSEUMAWE – Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe, Rabu, 16 Juni 2021, batal mengekspose di...

Begini Penjelasan PT Medco Soal Pasokan Gas ke PT PIM

LHOKSEUMAWE – PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) sedang melakukan melakukan pemeliharan dan ramp...

Uniki Jalin Kerja Sama dengan PLN, Ini Kata Prof. Apridar

BIREUEN –Universiats Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) dan PLN UP3 Cabang Lhokseumawe menjalin kerja sama...

Berhenti Beroperasi Akibat Terkendala Pasokan Gas, Ini Kata PIM Soal Pupuk Subsidi

LHOKSEUMAWE - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) berhenti beroperasi sudah hampir satu bulan akibat...

Harga Jahe dan Pisang Anjlok di Putri Betung, Ini Kata Petani

BLANGKEJEREN - Sejumlah petani di Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, mulai kebingungan menjual...

Pemko Subulussalam MoU dengan Universitas Indonesia

SUBULUSSALAM - Wali kota Subulussalam H. Affan Alfian Bintang, S.E melakukan penandatanganan Memorandum of...

Warga Lhoksukon Amankan Piton di Kandang Bebek

ACEH UTARA - Seekor satwa liar jenis ular piton atau sanca diamankan warga Gampong...

‘Belum Ada Regulasi Harus Tunjukkan Surat Bukti Sudah Divaksin Jika Berobat ke RS’

LHOKSEUMAWE - Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Lhokseumawe menyatakan sampai saat ini...

Air Terjun Silelangit Subulussalam Destinasi Wisata Nominasi API 2021

SUBULUSSALAM - Destinasi wisata air terjun Silelangit yang terletak di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan...

Telan Dana Rp2 Miliar, Menara Pandang dan Rest Area Agusen tak Difungsikan

BLANGKEJEREN - Kondisi proyek menara pandang dan sejumlah bangunan di Rest Area Agusen, Kecamaatan...

Sebait Sapardi

Karya: Taufik Sentana Penyuka prosa kontemporer. Menulis puisi, ulasan, dan esai. Ia adalah sebait tuah Tentang bagaimana...

Zona Merah Covid-19 di Aceh Meluas ke Pidie dan Aceh Tengah

BANDA ACEH — Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Coronavirus Disease 2019 (covid-19) Nasional kembali mengoreksi...

Creator Youtube Ini Bantu Sepeda Motor untuk Anak Yatim di Aceh Utara

ACEH UTARA - Salah seorang anak yatim bernama Hayatun Asniar (15), warga Gampong Keude...

Terkait Pupuk Subsidi Dijual di Atas HET, Polres akan Periksa Ahli

BLANGKEJEREN - Polres Gayo Lues terus mendalami dan memeriksa saksi-saksi terkait dugaan penjualan pupuk...