30.1 C
Banda Aceh
Selasa, Agustus 3, 2021

Diduga Korban Human Trafficking, Pemerintah Aceh Pulangkan Tujuh Pemuda Ini

BERITA DAERAH

JAKARTA – Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) memulangkan tujuh pemuda Aceh yang batal terbang ke Dubai yang diduga korban human trafficking.

Kepala BPPA, Almuniza Kamal, S.STP., M.Si., mengatakan tujuh pemuda Aceh tersebut awalnya hendak berangkat ke Dubai, namun terkendala dengan kurangnya dokumen seperti surat izin dari perusahaan yang akan memberangkatkan mereka.

“Dari info yang kita terima, ketujuh pemuda Aceh ini akan diberangkatkan ke Dubai melalui Perusahaan China Energy Engineering Corporation atau Energy China (CEEC),” kata Almuniza dalam siaran pers, Senin, 28 Juni 2021.

Namun, setiba di Bandara Soekarno Hatta, ketujuh pemuda Aceh ini ditahan oleh pihak imigrasi lantaran tiket yang mereka gunakan bukan tiket pekerja, melainkan tiket pelancong.

“Saat itu, oleh otoritas bandara, mereka ditahan dan dialihkan ke Polres terdekat untuk diintrogasi pihak berwajib. Usut punya usut, mereka disebut sebagai korban human trafficking,” jelas Almuniza.

Mengetahui hal itu, Almuniza dibantu berbagai pihak langsung melakukan penelusuran keberadaan, dan diketahui saat ini ketujuh Pemuda Aceh ini berada di Asrama Fund Oentuek Bantuan Aceh (FOBA), Jakarta atas informasi dari ketua Asrama Foba Firdaus dan Ketua Pemuda Aceh Jakarta, Nazar.

Agar kejadian ini tidak berulang, Almuniza berpesan agar pemuda Aceh jeli dan jangan sampai menjadi pihak yang dirugikan atas kepentingan orang lain. Apalagi, kata dia, pemuda-pemuda Aceh ini punya skill pada bidangnya masing-masing, seperti pengelasan dan perbaikan alat elektronik, termasuk service handphone.

Ketua FOBA, Firdaus, mengatakan ketujuh pemuda Aceh tersebut saat ini berada di Asrama FOBA. “Insya Allah, besok BPPA akan membawa pulang ketujuh pemuda ini ke Aceh, menggunakan bus Putra Pelangi pukul 14.00 WIB,” jelas dia.

Firdaus mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh dalam hal ini Kepala BPPA karena langsung merespons dengan cepat langkah-langkah konkret yang dapat ditempuh, salah satunya dengan segera memulangkan pemuda Aceh tersebut.

Sementara, salah satu Pemuda Aceh yang batal ke Dubai, Rasyidin (28), warga Kabupaten Aceh Utara, menjelaskan awalnya pihaknya akan bekerja di Dubai di salah satu perusahaan China.

“Perusahaan ini ada di Aceh, tepatnya di Nagan Raya. Kita sudah ada di Jakarta sejak tanggal 13 menunggu penerbangan,” kata Rasyidin.

Namun, tambah dia, saat tiba di bandara, pihaknya malah ditahan karena kekurangan kelengkapan dokumen, seperti surat izin kerja.

“Kita juga baru paham kalau sebenarnya tiket yang diberikan kepada kami adalah tiket pelancong, bukan tiket pekerja,” kata Rasyidin.

Meski sempat ditahan pihak Polres Bandara, dan juga dibawa ke Dinas Sosial, namun segala permasalahan sudah selesai.

Rasyidin menjelaskan total para pekerja yang akan berangkat ke Dubai tersebut 29 orang dengan rincian 24 berasal dari Aceh, dan 5 orang dari Sumatera Utara (Sumut).

“Lima orang dari Sumut juga mengundurkan diri, termasuk kami tujuh orang. Kemudian ditambah satu orang warga Aceh lainnya yang sudah duluan pulang secara mandiri. Selebihnya adalah 16 orang lainnya tetap dengan rencana awal,” kata dia.

Rasyidin mengaku bahwa mereka membatalkan diri untuk terbang ke Dubai dan memutuskan pulang ke Aceh karena dari awal takut ini adalah praktik perdagangan manusia.

Rasyidin bersama keenam pemuda Aceh lainnya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh yang ada di Jakarta, yakni BPPA karena merespons secara cepat pemulangan terhadap mereka.

Berikut enam pemuda Aceh lainnya yang akan segera dipulangkan ke Aceh:

Heri Mukti (35), warga Meunasah Mee, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara.

Zulfahmi, (27), warga Lapang, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara.

Syafari (31), warga Tumpok Teungoh, Banda Sakti, Kota Lhoksumawe.

Mulyadi (28), warga Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

L. Rajab Kana, (34) warga Cibrek Baroh, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara.

Muhammad Ikram, (27) warga Meurah Mulia, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.[](ril/*)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Perangkat Desa tidak Tamat SMA, Pemuda Merasa ‘Terpukul’

BLANGKEJEREN - Pemuda Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues, merasa “terpukul” lantaran masih ada perangkat...

Mobil Pegawai Puskesmas Terjun ke Jurang Genting

BLANGKEJEREN - Mobil hitam jenis Avanza milik pegawai Puskesmas Pintu Rime Kecamatan Pining, Kabupaten...

AJI Lhokseumawe Bikin Video Kreasi Tarian Likok Pulo Meriahkan HUT AJI

LHOKSEUMAWE - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe telah membuat video kreasi tarian Likok...

Ratusan Warga Binaan Lapas Lhoksukon Divaksin

LHOSUKON - Sebanyak 439 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB...

Sampah di Seputaran Kota Blangkejeren tidak Diambil Petugas, Ini Kata Kepala DLH

BLANGKEJEREN - Tumpukan sampah di daerah Centong Bawah, Kota Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, mulai...

Tersangka Dugaan Korupsi Uang Makan-Minum Hafiz Gayo Lues Kembalikan Sebagian Kerugian Negara

BLANGKEJEREN - Tiga tersangka kasus dugaan korupsi uang makan dan minum hafiz pada Dinas...

Serahkan Bantuan Pribadi, Bintang Sampaikan Turut Belasungkawa Kepada Korban Kebakaran

    SUBULUSSALAM - H. Affan Alfian Bintang menyampaikan turut belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang...

Nibong Bangkitkan Tradisi Let Tupe

LHOKSUKON - Puluhan warga kembali membangkitkan tradisi let tupe (perburuan tupai) di Gampong Alue...

Pemko Subulussalam Serahkan Bantuan Sembako dan Peralatan Rumah Tangga Kepada Korban Kebakaran

  SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota Subulussalam menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada keluarga korban kebakaran di...

Sekda Bener Meriah Datangi Ombudsman Aceh

BANDA ACEH - Sekretaris Daerah Bener Meriah, Drs. Haili Yoga, M.Si., mendatangi dan bertemu...

Kapolres Subulussalam: Kebakaran Diduga Arus Pendek Listrik, Total 13 Unit, Kerugian Ditaksir Rp 2 Miliar

SUBULUSSALAM - Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono mengatakan sebanyak 11 unit rumah hangus terbakar,...

Kebakaran Hebat Landa Subulussalam, Belasan Rumah Terbakar, Termasuk Kantor KUA

SUBULUSSALAM - Belasan rumah masyarakat di Kampong Subulussalam Selatan, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam...

Jurnalis Harus Disiplin Verifikasi, tak Boleh Emosi dalam Melahirkan Karya Jurnalistik

LHOKSEUMAWE - Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe, Saiful Bahri, menegaskan setiap...

Kapolres Subulussalam Kunjungi Petani Putus Kaki Tersambar Mesin Potong Rumput, Serahkan Bantuan

  SUBULUSSALAM - Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono, S.I.K mengunjungi korban putus kaki akibat tersambar...

Viral Isu Komunitas Dibaiat Air Tuak, Ternyata Hoax, Kapolres Subulussalam Ingatkan Warga UU ITE

SUBULUSSALAM - Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono, S.I.K mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan media...

Kemenkes Drop 38 Ribu Dosis Vaksin ke Aceh, Masyarakat Diimbau Vaksinasi

BANDA ACEH - Kementerian Kesehatan drop lagi 38.300 dosis vaksin Sinovac mengisi stok vaksin...

Youtuber Sonupaii Terima Donasi Rp100 Juta untuk Bantu Pedagang Kecil Terdampak PPKM

MEDAN – Youtuber sukses asal Medan, Sumatera Utara, Sonupaii akrab disapa Mak Karbol, berhasil...

Besok, Nelayan Asal Sabang Dipulangkan ke Aceh

JAKARTA - Setelah menjalani masa karantina sepekan di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, nelayan Aceh...

RTA Ajak Selamatkan Anak Aceh dari Kecanduan Game

BANDA ACEH – Organisasi santri Aceh, Rabithah Thaliban Aceh (RTA) mengajak masyarakat, terutama para...

Indigo Hackathon Festival; Ajang Bergengsi untuk Para Talent dan Geek Terbaik Indonesia

Banda Aceh, 30 Juli 2021. DILo Hackathon Festival pada tahun 2021 secara resmi berganti...