30.1 C
Banda Aceh
Selasa, Agustus 3, 2021

GerTaK Desak Kejari Lhokseumawe Segera Tetapkan Tersangka Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa

BERITA DAERAH

LHOKSEUMAWE – LSM Gerakan Transparansi dan Keadilan (GerTAK) mengingatkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe tidak mengabaikan suara-suara publik yang telah mendesak agar kasus dugaan korupsi pembangunan tanggul Cunda-Meuraksa diproses dengan cepat dan maksimal. LSM antirasuah ini mendesak jaksa segera menetapkan tersangka dalam kasus proyek bersumber dari dana Otsus tahun 2020 tersebut.

“Kita mempertanyakan keseriusan Kejari Lhokseumawe dalam mengungkap tuntas kasus pembangunan tanggul Cunda-Meuraksa. Kita percaya bahwa Kejari Lhokseumawe sebenarnya mampu mengungkap kasus ini dengan cepat, karena sumber daya manusia yang cukup, dan dibantu hasil audit BPKP yang menyatakan proyek bersumber dari Dana Otonomi Khusus tersebut telah terbukti merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah. Ini bukan angka kecil, apalagi anggaran tersebut bersumber dari Dana Otsus. Oleh karena itu, kita meminta pihak Kejari Lhokseumawe segera menetapkan tersangka dan memperjelas kasus ini,” tegas Koordinator GerTAK, Muslem Hamidi, dalam keterangan tertulis dikirim kepada portalsatu.com, Selasa, 15 Juni 2021.

Baca juga: BPKP Aceh Serahkan Hasil Audit Proyek Tanggul Cunda-Meuraksa ke Kejagung, Kejati, dan Kejari

Muslem menyebut banyak pihak telah mendesak Kejari Lhokseumawe agar segera menetapkan tersangka dalam kasus yang merugikan keuangan negara mencapai Rp4,3 miliar itu. “Jangan sampai publik merasa jika dalam kasus ini terkesan ada upaya-upaya untuk melindungi beberapa pihak yang berkepentingan, sehingga prosesnya dianggap berjalan lamban. Jika ini terjadi maka akan menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum dan akan merugikan institusi kejaksaan itu sendiri,” ujarnya.

“Kita mengingatkan agar Kejari Lhokseumawe berhati-hati, dan punya komitmen yang serius mengungkap kasus ini hingga ke level aktor utama. Karena kasus ini benar-benar telah mendapatkan atensi publik yang sangat serius,” tambah Muslem.

Lihat pula: Kajari: Tidak Boleh Ada Orang Mendapatkan Keuntungan Pribadi dalam Perkara Tanggul Cunda-Meuraksa

Menurut Muslem, selama ini publik menyimak dan mencatat pernyataan-pernyataan disampaikan Kajari Lhokseumawe melalui media massa soal komitmennya terhadap nilai-nilai pemberantasan korupsi. “Bahkan, Bapak Kajari menyatakan akan serius menindak siapa saja pelaku korupsi. Maka kita berharap agar komitmen itu beliau tunjukkan dengan kerja yang cepat dan totalitas dalam menangani kasus tanggul Cunda-Meuraksa,” kata mantan Ketua BEM Unimal ini.

“Jika sebelumnya beliau berpesan akan menunggu hasil audit BPKP terlebih dahulu, hari ini kita semua tahu bahwa hasil audit BPKP telah lama diserahkan dan hasil audit tersebut juga jelas menyebutkan bahwa adanya upaya melawan hukum yang dilakukan dan telah merugikan keuangan negara. Sehingga dengan begitu jelas kasus tersebut murni kasus tindak pidana korupsi karena adanya kerugian negara yang disebabkan sebagaimana disebutkan di dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan tegas mengatakan bahwa korupsi adalah tindakan melawan hukum dengan maksud memperkaya diri atau orang lain berakibat merugikan keuangan negara. Hasil audit BPKP telah menyebutkan adanya dua pelanggaran dimaksud yaitu tindakan melawan hukum dan merugikan keuangan negara,” tuturnya.

Dia mengingatkan Kejari Lhokseumawe agar jangan mengabaikan suara-suara publik yang telah mendesak kasus ini segera diproses dengan cepat dan maksimal. “Artinya, pengungkapan kasus ini harus diusut sampai ke akar-akarnya. Siapa saja yang terlibat harus diungkap, jangan ada yang dilindungi. Baik itu dari pihak pemerintah maupun rekanan ataupun pihak-pihak lain yang dianggap terlibat,” tegas Muslem.

Baca: MaTA Pertanyakan Perkembangan Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa

Muslem mengatakan suara-suara desakan publik selama ini harus diingat oleh Kejari Lhokseumawe bahwa ada banyak pihak yang menginginkan agar kasus ini segera diselesaikan. “Kita tidak ingin sikap kritis yang ditunjukkan selama ini oleh masyarakat terkesan kurang mendapatkan atensi, karena tidak harus selalu ada aksi unjuk rasa yang dilakukan pada tiap-tiap kasus, baru mendapatkan perhatian dan tindakan yang serius,” ujarnya.

“Kita berharap tidak perlu sampai ke tahap itulah untuk menyadarkan pihak penegak hukum bahwa setiap kasus yang terkesan lamban prosesnya cenderung karena kurang mendapatkan peran pengawasan yang optimal dari masyarakat. Tapi semoga penegakan hukum ini dilakukan memang karena atas dasar keseriusan Kejari Lhokseumawe melihat kasus ini perlu segera untuk di selesaikan, sehingga masyarakat menaruh kepercayaan dan penghormatan yang besar pada hasil proses penegakan hukum nantinya, karena Kejari benar-benar punya komitmen yang tinggi dalam menindak kasus-kasus korupsi di Indonesia dan Aceh khususnya,” pungkas Muslem.[](red)

Lihat pula: Apakah Kejari Sudah Tetapkan Tersangka Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa? Ini Jawaban Kajari

 

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Perangkat Desa tidak Tamat SMA, Pemuda Merasa ‘Terpukul’

BLANGKEJEREN - Pemuda Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues, merasa “terpukul” lantaran masih ada perangkat...

Mobil Pegawai Puskesmas Terjun ke Jurang Genting

BLANGKEJEREN - Mobil hitam jenis Avanza milik pegawai Puskesmas Pintu Rime Kecamatan Pining, Kabupaten...

AJI Lhokseumawe Bikin Video Kreasi Tarian Likok Pulo Meriahkan HUT AJI

LHOKSEUMAWE - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe telah membuat video kreasi tarian Likok...

Ratusan Warga Binaan Lapas Lhoksukon Divaksin

LHOSUKON - Sebanyak 439 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB...

Sampah di Seputaran Kota Blangkejeren tidak Diambil Petugas, Ini Kata Kepala DLH

BLANGKEJEREN - Tumpukan sampah di daerah Centong Bawah, Kota Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, mulai...

Tersangka Dugaan Korupsi Uang Makan-Minum Hafiz Gayo Lues Kembalikan Sebagian Kerugian Negara

BLANGKEJEREN - Tiga tersangka kasus dugaan korupsi uang makan dan minum hafiz pada Dinas...

Serahkan Bantuan Pribadi, Bintang Sampaikan Turut Belasungkawa Kepada Korban Kebakaran

    SUBULUSSALAM - H. Affan Alfian Bintang menyampaikan turut belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang...

Nibong Bangkitkan Tradisi Let Tupe

LHOKSUKON - Puluhan warga kembali membangkitkan tradisi let tupe (perburuan tupai) di Gampong Alue...

Pemko Subulussalam Serahkan Bantuan Sembako dan Peralatan Rumah Tangga Kepada Korban Kebakaran

  SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota Subulussalam menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada keluarga korban kebakaran di...

Sekda Bener Meriah Datangi Ombudsman Aceh

BANDA ACEH - Sekretaris Daerah Bener Meriah, Drs. Haili Yoga, M.Si., mendatangi dan bertemu...

Kapolres Subulussalam: Kebakaran Diduga Arus Pendek Listrik, Total 13 Unit, Kerugian Ditaksir Rp 2 Miliar

SUBULUSSALAM - Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono mengatakan sebanyak 11 unit rumah hangus terbakar,...

Kebakaran Hebat Landa Subulussalam, Belasan Rumah Terbakar, Termasuk Kantor KUA

SUBULUSSALAM - Belasan rumah masyarakat di Kampong Subulussalam Selatan, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam...

Jurnalis Harus Disiplin Verifikasi, tak Boleh Emosi dalam Melahirkan Karya Jurnalistik

LHOKSEUMAWE - Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe, Saiful Bahri, menegaskan setiap...

Kapolres Subulussalam Kunjungi Petani Putus Kaki Tersambar Mesin Potong Rumput, Serahkan Bantuan

  SUBULUSSALAM - Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono, S.I.K mengunjungi korban putus kaki akibat tersambar...

Viral Isu Komunitas Dibaiat Air Tuak, Ternyata Hoax, Kapolres Subulussalam Ingatkan Warga UU ITE

SUBULUSSALAM - Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono, S.I.K mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan media...

Kemenkes Drop 38 Ribu Dosis Vaksin ke Aceh, Masyarakat Diimbau Vaksinasi

BANDA ACEH - Kementerian Kesehatan drop lagi 38.300 dosis vaksin Sinovac mengisi stok vaksin...

Youtuber Sonupaii Terima Donasi Rp100 Juta untuk Bantu Pedagang Kecil Terdampak PPKM

MEDAN – Youtuber sukses asal Medan, Sumatera Utara, Sonupaii akrab disapa Mak Karbol, berhasil...

Besok, Nelayan Asal Sabang Dipulangkan ke Aceh

JAKARTA - Setelah menjalani masa karantina sepekan di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, nelayan Aceh...

RTA Ajak Selamatkan Anak Aceh dari Kecanduan Game

BANDA ACEH – Organisasi santri Aceh, Rabithah Thaliban Aceh (RTA) mengajak masyarakat, terutama para...

Indigo Hackathon Festival; Ajang Bergengsi untuk Para Talent dan Geek Terbaik Indonesia

Banda Aceh, 30 Juli 2021. DILo Hackathon Festival pada tahun 2021 secara resmi berganti...