30.1 C
Banda Aceh
Selasa, Agustus 3, 2021

Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa, Mantan Kadis PUPR dan Kabid Bina Marga Buka Suara

BERITA DAERAH

LHOKSEUMAWE – Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Lhokseumawe, Dedi Irfansyah, dan eks-Kepala Bidang Bina Marga, Said Bachtiar, buka suara soal kasus proyek tanggul Cunda-Meuraksa sumber dana Otonomi Khusus.

Untuk diketahui, Dedi Irfansyah, kini menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lhokseumawe. Dia dimutasi dari Kadis PUPR menjadi Kepala DLH pada 30 September 2020. Bersamaan dengan itu, Safaruddin yang menjabat Kepala DLH dimutasi menjadi Kadis PUPR. Sedangkan Said Bachtiar yang menjabat Kabid Bina Marga saat Dedi Irfansyah Kadis PUPR, dimutasi menjadi Sekretaris DLH Kota Lhokseumawe.

“Ketika masih menjabat (Kadis PUPR), saya tidak tahu ada lebih (volume tanggul yang dikerjakan) waktu itu. Saya membayar sesuai dengan kontrak. Saya tahu ada lebih saat ada pemeriksaan (oleh Kejari Lhokseumawe). Saya bilang (tanya) kenapa bisa lebih (volume tanggul). Makanya saya sendiri tidak tahu sama sekali, dan tahunya waktu diperiksa,” kata Dedi Irfansyah didampingi Said Bachtiar saat ditemui portalsatu.com dan wartawan lainnya di DLH Lhokseumawe, Kamis, 24 Juni 2021.

Dedi Irfansyah menyatakan tanggul Cunda-Meuraksa yang dikerjakan tahun anggaran 2019 sesuai kontrak. “Tidak lebih dikerjakan. Karena kontraktor yang mengerjakan pada 2019 dan 2020 itu berbeda,” ungkapnya.

Akan tetapi, Dedi mengaku tidak tahu soal pembayaran pembangunan tanggul Cunda-Meuraksa pada tahun 2020. “Intinya, kami berangkat pindah ke DLH Lhokseumawe pada 30 September 2020 itu kegiatan masih nol (tidak ada pekerjaan tanggul Cunda-Meuraksa yang direalisasikan dari Januari sampai 30 September 2020), dan setelah itu saya tidak tahu lagi,” ucap Dedi.

Mantan Kabid Bina Marga Dinas PUPR Lhokseumawe, Said Bachtiar, juga mengatakan volume pekerjaan tahun anggaran 2019 sesuai kontrak. “Jadi, bekerja sesuai volume yang dikontrak untuk tahun 2019. Dan, ketika itu kita bekerja ada pengawasan dari tim Pengendali dan Percepatan Kegiatan (P2K). Mereka setiap minggu (pekan) turun ke lapangan dan dimonitoring oleh pihak Bappeda Lhokseumawe, karena ini (proyek tanggul Cunda-Meuraksa) sumber dana Otsus,” tuturnya.

“Saat itu, kita juga ada pengawalan dari Tim Pengawal, Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) dari kejaksaan. Jadi, semua laporan pada Desember 2019 sesuai terkontrak. Selebih dari itu saya tidak tahu, karena laporan yang diakui sesuai kontrak,” ujar Said.

“Bahkan proyek ini (tanggul Cunda-Meuraksa) sudah dua kali diaudit oleh BPK. Yang pertama diaudit masalah kinerja dan turun ke lapangan. Kedua, BPKP mengaudit yang kinerja (kegiatan) pada tahun 2020. Tapi, kalau dibilang lebih pekerjaan pada 2019, itu silakan tanya saja kepada mereka yang mengawas. Jangan saya yang menjawab, yang penting saya melaporkan dengan tim-tim itu sesuai volume terkontrak,” tambah dia.

Namun, Said mengaku tidak ingat berapa volume tanggul Cunda-Meuraksa yang dikerjakan tahun anggaran 2019. “Saya tidak ingat, karena (datanya) di dalam RAB (Rencana Anggaran Biaya),” ucap Said yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) paket tanggul Cunda-Meuraksa tahun anggaran 2019.

Diberitakan sebelumnya, Kajari Lhokseumawe, Dr. Mukhlis, S.H., M.H., mengatakan pembangunan fisik (tanggul Cunda-Meuraksa sumber dana Otsus tahun 2020) itu ada. “Sudah dikerjakan lebih dulu. Dan itu sudah tercatat sebagai aset pemerintah sekarang. Kemudian diakalin untuk membayarnya oleh pemerintah (Pemko Lhokseumawe) karena dikerjakan terlebih dahulu. Namun, (soal) tidak ada pekerjaan (yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2020), itu karena sudah dikerjakan sebelumnya,” kata Mukhlis.

Kajari menyampaikan itu dalam audiensi dengan mahasiswa di Kantor Kejari Lhokseumawe usai aksi demo, Rabu, 23 Juni 2021.

Mukhlis melanjutkan, ketika pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap pihak terkait, rekanan kemudian mengembalikan uang proyek sumber dana Otsus 2020 itu ke Kas Daerah Pemko Lhokseumawe. “Fisiknya (tanggul) masih ada, barangnya (uang) ada, tapi melanggar hukum cara membuatnya, dan apakah semua itu korupsi? Perlu disampaikan bahwa fiktif yang dimaksud itu adalah tidak ada sama sekali pembangunan, tetapi ini (proyek tanggul Cunda-Meuraksa) ada dikerjakan,” tutur Kajari Lhokseumawe itu. (Baca: Demo Kejari Lhokseumawe, Mahasiswa: Segera Tetapkan Tersangka Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa)

Sebagai informasi, pemerintah mengalokasikan dana Otonomi Khusus puluhan miliar secara bertahap sejak 2013 hingga 2020 untuk pembangunan pengaman pantai Cunda-Meuraksa, Lhokseumawe. Akan tetapi, proyek itu belum tuntas, walaupun paket tahun anggaran 2019 berjudul “Pembangunan Pengaman Pantai Cunda Meuraksa Tahap II (Tuntas)”. (Baca: Ini Data dan Fakta Proyek Pengaman Pantai Cunda-Meuraksa Bernilai Puluhan Miliar)[]

Lihat pula: Ini Penjelasan PUPR Lhokseumawe Soal Proyek Pengaman Pantai Cunda-Meuraksa

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Perangkat Desa tidak Tamat SMA, Pemuda Merasa ‘Terpukul’

BLANGKEJEREN - Pemuda Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues, merasa “terpukul” lantaran masih ada perangkat...

Mobil Pegawai Puskesmas Terjun ke Jurang Genting

BLANGKEJEREN - Mobil hitam jenis Avanza milik pegawai Puskesmas Pintu Rime Kecamatan Pining, Kabupaten...

AJI Lhokseumawe Bikin Video Kreasi Tarian Likok Pulo Meriahkan HUT AJI

LHOKSEUMAWE - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe telah membuat video kreasi tarian Likok...

Ratusan Warga Binaan Lapas Lhoksukon Divaksin

LHOSUKON - Sebanyak 439 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB...

Sampah di Seputaran Kota Blangkejeren tidak Diambil Petugas, Ini Kata Kepala DLH

BLANGKEJEREN - Tumpukan sampah di daerah Centong Bawah, Kota Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, mulai...

Tersangka Dugaan Korupsi Uang Makan-Minum Hafiz Gayo Lues Kembalikan Sebagian Kerugian Negara

BLANGKEJEREN - Tiga tersangka kasus dugaan korupsi uang makan dan minum hafiz pada Dinas...

Serahkan Bantuan Pribadi, Bintang Sampaikan Turut Belasungkawa Kepada Korban Kebakaran

    SUBULUSSALAM - H. Affan Alfian Bintang menyampaikan turut belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang...

Nibong Bangkitkan Tradisi Let Tupe

LHOKSUKON - Puluhan warga kembali membangkitkan tradisi let tupe (perburuan tupai) di Gampong Alue...

Pemko Subulussalam Serahkan Bantuan Sembako dan Peralatan Rumah Tangga Kepada Korban Kebakaran

  SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota Subulussalam menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada keluarga korban kebakaran di...

Sekda Bener Meriah Datangi Ombudsman Aceh

BANDA ACEH - Sekretaris Daerah Bener Meriah, Drs. Haili Yoga, M.Si., mendatangi dan bertemu...

Kapolres Subulussalam: Kebakaran Diduga Arus Pendek Listrik, Total 13 Unit, Kerugian Ditaksir Rp 2 Miliar

SUBULUSSALAM - Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono mengatakan sebanyak 11 unit rumah hangus terbakar,...

Kebakaran Hebat Landa Subulussalam, Belasan Rumah Terbakar, Termasuk Kantor KUA

SUBULUSSALAM - Belasan rumah masyarakat di Kampong Subulussalam Selatan, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam...

Jurnalis Harus Disiplin Verifikasi, tak Boleh Emosi dalam Melahirkan Karya Jurnalistik

LHOKSEUMAWE - Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe, Saiful Bahri, menegaskan setiap...

Kapolres Subulussalam Kunjungi Petani Putus Kaki Tersambar Mesin Potong Rumput, Serahkan Bantuan

  SUBULUSSALAM - Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono, S.I.K mengunjungi korban putus kaki akibat tersambar...

Viral Isu Komunitas Dibaiat Air Tuak, Ternyata Hoax, Kapolres Subulussalam Ingatkan Warga UU ITE

SUBULUSSALAM - Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono, S.I.K mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan media...

Kemenkes Drop 38 Ribu Dosis Vaksin ke Aceh, Masyarakat Diimbau Vaksinasi

BANDA ACEH - Kementerian Kesehatan drop lagi 38.300 dosis vaksin Sinovac mengisi stok vaksin...

Youtuber Sonupaii Terima Donasi Rp100 Juta untuk Bantu Pedagang Kecil Terdampak PPKM

MEDAN – Youtuber sukses asal Medan, Sumatera Utara, Sonupaii akrab disapa Mak Karbol, berhasil...

Besok, Nelayan Asal Sabang Dipulangkan ke Aceh

JAKARTA - Setelah menjalani masa karantina sepekan di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, nelayan Aceh...

RTA Ajak Selamatkan Anak Aceh dari Kecanduan Game

BANDA ACEH – Organisasi santri Aceh, Rabithah Thaliban Aceh (RTA) mengajak masyarakat, terutama para...

Indigo Hackathon Festival; Ajang Bergengsi untuk Para Talent dan Geek Terbaik Indonesia

Banda Aceh, 30 Juli 2021. DILo Hackathon Festival pada tahun 2021 secara resmi berganti...