27.6 C
Banda Aceh
Selasa, April 20, 2021

Embargo Myanmar, Joe Biden Bekukan 14 Triliun Milik Junta

BERITA DAERAH

WASHINGTON DC – Amerika Serikat (AS) yang kini dipimpin Presiden Joe Biden terus menahan kegiatan militer Myanmar yang melakukan kekerasan kepada para demonstran di negara itu.

Media Reuters yang diteruskan kembali cnbcindonesia.com, mengabarkan, salah satu tindakan Washington adalah membekukan dana sekira 1 miliar dolar AS (Rp 14 triliun) yang sebelumnya ingin dipindahkan junta militer Myanmar dari Federal Reserve Bank of New York.

Transaksi pada 4 Februari atas nama Bank Sentral Myanmar pertama kali diblokir oleh pengamanan Fed. Pejabat pemerintah AS kemudian berhenti menyetujui transfer sampai perintah eksekutif yang dikeluarkan Biden memberi mereka otoritas hukum untuk memblokirnya tanpa batas waktu, kata sumber itu.

mengenai hal itu, juru bicara Fed New York dan Departemen Keuangan AS menolak berkomentar mengenai.

Uang cadangan Myanmar tersebut dikelola oleh bagian dari Fed New York atau Bank Sentral dan Layanan Akun Internasional (CBIAS), di mana banyak bank sentral menyimpan cadangan dolar AS untuk tujuan seperti menyelesaikan transaksi.

Upaya untuk mengosongkan akun dilakukan pada 4 Februari, tetapi diblokir secara otomatis oleh proses yang telah diberlakukan di Fed New York sebelum kudeta.

Sumber lain mengatakan, hal tersebut karena transaksi yang melibatkan Myanmar memerlukan pengawasan ekstra disebabkan negara itu tahun lalu ditempatkan dalam “daftar abu-abu” oleh Satuan Tugas Aksi Keuangan internasional atas dugaan pencucian uang.

Panduan kepatuhan CBIAS, dipublikasikan pada tahun 2016, mengatakan pedoman Fed New York mencakup ketentuan untuk menanggapi perkembangan di negara-negara pemegang rekening.

“Departemen hukum bank akan berkomunikasi dengan Departemen Luar Negeri AS, jika perlu, untuk mengklarifikasi peristiwa terkini dan setiap perubahan yang dapat mempengaruhi bank sentral dan kontrol terkait akun FRBNY,” ucap sumber itu.

AS, Kanada, Uni Eropa (UE), dan Inggris telah mengeluarkan sanksi baru setelah kudeta dan tindakan keras militer yang menewaskan para demonstran. PBB mengatakan pada Kamis 4 Maret 2021 bahwa sedikitnya 54 orang telah tewas sejak kudeta dan lebih dari 1.700 orang telah ditangkap, termasuk 29 wartawan.[]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Bazar Perpena, 100 Persen Keuntungan Disalurkan kepada Warga Kurang Mampu

SUBULUSSALAM - Ketua Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena) Kota Subulussalam, R Hidayat Putra Manurung mengatakan...

Pegawai Kejaksaan Gayo Lues Teken Komitmen Wilayah Bebas Korupsi

BLANGKEJEREN - Pegawai Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues melakukan penandatanganan komitmen bersama untuk mewujudkan...

Keuchik Diminta Pahami Permendes Terkait Penggunaan Dana Desa

BANDUNG – Para kepala desa (keuchik) diminta untuk memahami Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 5

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Dari atas...

Perkemahan Penghafal Alquran di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe Dibuka

LHOKSEUMAWE - Perkemahan Tahfidz Gerakan Pemuda Rihlah Shaum (PETA GPRS) ke-5 dan Daurah Ramadhan...

Pimpinan DPRK Surati Bupati, Kisruh Penetapan Komisioner Baitul Mal Gayo Lues Berakhir

BLANGKEJEREN - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues sudah melayangkan surat kepada...

Polisi Buru Tersangka Penganiayaan Ibu Rumah Tangga di Dewantara

ACEH UTARA - Polsek Dewantara, Aceh Utara, memburu pria berinisial D (24), diduga melakukan...

Ikamat Harap Dukungan Pemerintah Aceh

ISTANBUL - Pengurus Ikatan Masyarakat Aceh - Turki (Ikamat) menyampaikan apresiasi dan terima kasih...

Rintihan Putri Kamaliah, Putri Pahang dibalik Puing-Puing Kehilangan

Karya: Jamaluddin Peminat Sastra, Lhokseumawe. Perhiasan ini telah berdebu Rinduku takkan pernah lekang Apa yang telah terjadi Duhai Pemilik...

Rapat IPAL di Kantor Ombudsman Aceh, Ini Pandangan Mapesa

BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh melaksanakan rapat tentang Instalasi Pembuangan Air Limbah...

Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Tongkat Nabi Musa Dicari

Heboh penemuan Kota Emas berusia 3.000 tahun yang digadang-gadang peninggalan kerjaan Firaun melengkapi penemuan...

Anggota Dewan Gayo Lues ‘Dinonaktifkan’, Ini Surat Ketua DPRK

BLANGKEJEREN - Masyarakat Kabupaten Gayo Lues yang hendak berurusan atau menjumpai Anggota Dewan Perwakilan...

Operasi Senyap Kopassus Jalan Kaki Ratusan Km saat Puasa di Rimba Kalimantan

Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam. Selama...

Akhlak Calon Suami Antarkan Nadya Jadi Mualaf

Nadya Noviena, yang saat ini berusia 24 tahun, wanita yang baru saja memeluk Islam...

Bintang Borong Takjil Perpena, Bagikan kepada Abang Becak

SUBULUSSALAM - Lapak pedagang takjil menyediakan menu berbuka puasa milik  Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena)...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 4

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Setelah matahari...

Pemilik Tanah di Areal Waduk Keureuto Datangi BPN Aceh Utara Terkait Persoalan Ini

ACEH UTARA - Sejumlah pemilik tanah sah yang berada di Gampong Blang Pante, Kecamatan...

Perang Aceh-Portugis Dalam Lukisan Maestro Delsy Syamsumar

Memasuki ruang kontemporer Museum Aceh, Rabu, 14 April 2021 lalu, 28 lukisan dari para...

Putra Subulussalam ini Wakili Aceh jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara

SUBULUSSALAM - Kota Subulussalam, patut berbangga hati, dua putra putri terbaik di Bumi Syekh...

Anak 8 Tahun Diculik di Prancis, Penyelamatannya Mirip Operasi Militer

Seorang anak perempuan delapan tahun asal Prancis diselamatkan di Swiss kemarin setelah lima hari...