27.6 C
Banda Aceh
Selasa, April 20, 2021

Penduduk Dunia Buang Makanan 931 Juta Ton Saat 690 Juta Orang Kelaparan

BERITA DAERAH

Berdasarkan data Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada tahun 2019 jumlah
sampah makanan yang dihasilkan warga dunia mencapai 931 juta ton. Sedangkan di sisi lain, sekitar 690 juta orang terkena dampak kelaparan setiap tahun.

“Membuang makanan secara de facto berarti membuang sumber daya yang digunakan untuk produksinya,” kata Martina Otto, yang memimpin pekerjaan Program Lingkungan PBB di kota-kota.

Dilansir Sciencenews, jika limbah makanan berakhir di tempat pembuangan sampah, lanjutnya, itu sama saja membuat perubahan iklim makin tinggi. Berdasarkan perhitungan tahun 2019, jumlah makanan yang dibuang mencapai 931 juta ton. Jumlah itu sama saja sekitar 17 persen dari makanan yang diproduksi dibuang percuma.

Pada saat yang bersamaan, sekitar 690 juta orang terkena dampak kelaparan setiap tahun, dan lebih dari 3 miliar orang tidak mampu melakukan diet yang sehat. Sementara itu, makanan yang hilang dan terbuang menyumbang 8 hingga 10 persen dari emisi gas rumah kaca global.

Otto mengatakan, mengurangi limbah makanan dapat meredakan kedua masalah tersebut. Menurut Laporan Indeks Limbah Makanan 2021 yang diterbitkan beberapa waktu lalu oleh Program Lingkungan PBB dan WRAP, sebuah badan amal lingkungan yang berbasis di Inggris.

Peneliti menganalisis data limbah makanan dari 54 negara. Sebagian besar sampah – 61 persen – berasal dari rumah. Layanan makanan seperti restoran menyumbang 26 persen dari limbah makanan global sementara gerai ritel seperti supermarket hanya menyumbang 13 persen.

Anehnya, limbah makanan menjadi masalah substansial bagi hampir semua negara terlepas dari tingkat pendapatan mereka, tim menemukan.
“Kami pikir sampah merupakan masalah utama di negara-negara kaya,” kata Otto.

Otto merekomendasikan agar negara-negara mulai menangani limbah makanan dengan mengintegrasikan pengurangan ke dalam strategi iklim dan rencana pemulihan COVID-19 mereka.

“Limbah makanan sebagian besar telah diabaikan dalam strategi iklim nasional. Kami tahu apa yang harus dilakukan, dan kami dapat mengambil tindakan dengan cepat – secara kolektif dan individual,” katanya.[]sumber:sindonews.com

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Bazar Perpena, 100 Persen Keuntungan Disalurkan kepada Warga Kurang Mampu

SUBULUSSALAM - Ketua Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena) Kota Subulussalam, R Hidayat Putra Manurung mengatakan...

Pegawai Kejaksaan Gayo Lues Teken Komitmen Wilayah Bebas Korupsi

BLANGKEJEREN - Pegawai Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues melakukan penandatanganan komitmen bersama untuk mewujudkan...

Keuchik Diminta Pahami Permendes Terkait Penggunaan Dana Desa

BANDUNG – Para kepala desa (keuchik) diminta untuk memahami Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 5

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Dari atas...

Perkemahan Penghafal Alquran di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe Dibuka

LHOKSEUMAWE - Perkemahan Tahfidz Gerakan Pemuda Rihlah Shaum (PETA GPRS) ke-5 dan Daurah Ramadhan...

Pimpinan DPRK Surati Bupati, Kisruh Penetapan Komisioner Baitul Mal Gayo Lues Berakhir

BLANGKEJEREN - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues sudah melayangkan surat kepada...

Polisi Buru Tersangka Penganiayaan Ibu Rumah Tangga di Dewantara

ACEH UTARA - Polsek Dewantara, Aceh Utara, memburu pria berinisial D (24), diduga melakukan...

Ikamat Harap Dukungan Pemerintah Aceh

ISTANBUL - Pengurus Ikatan Masyarakat Aceh - Turki (Ikamat) menyampaikan apresiasi dan terima kasih...

Rintihan Putri Kamaliah, Putri Pahang dibalik Puing-Puing Kehilangan

Karya: Jamaluddin Peminat Sastra, Lhokseumawe. Perhiasan ini telah berdebu Rinduku takkan pernah lekang Apa yang telah terjadi Duhai Pemilik...

Rapat IPAL di Kantor Ombudsman Aceh, Ini Pandangan Mapesa

BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh melaksanakan rapat tentang Instalasi Pembuangan Air Limbah...

Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Tongkat Nabi Musa Dicari

Heboh penemuan Kota Emas berusia 3.000 tahun yang digadang-gadang peninggalan kerjaan Firaun melengkapi penemuan...

Anggota Dewan Gayo Lues ‘Dinonaktifkan’, Ini Surat Ketua DPRK

BLANGKEJEREN - Masyarakat Kabupaten Gayo Lues yang hendak berurusan atau menjumpai Anggota Dewan Perwakilan...

Operasi Senyap Kopassus Jalan Kaki Ratusan Km saat Puasa di Rimba Kalimantan

Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam. Selama...

Akhlak Calon Suami Antarkan Nadya Jadi Mualaf

Nadya Noviena, yang saat ini berusia 24 tahun, wanita yang baru saja memeluk Islam...

Bintang Borong Takjil Perpena, Bagikan kepada Abang Becak

SUBULUSSALAM - Lapak pedagang takjil menyediakan menu berbuka puasa milik  Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena)...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 4

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Setelah matahari...

Pemilik Tanah di Areal Waduk Keureuto Datangi BPN Aceh Utara Terkait Persoalan Ini

ACEH UTARA - Sejumlah pemilik tanah sah yang berada di Gampong Blang Pante, Kecamatan...

Perang Aceh-Portugis Dalam Lukisan Maestro Delsy Syamsumar

Memasuki ruang kontemporer Museum Aceh, Rabu, 14 April 2021 lalu, 28 lukisan dari para...

Putra Subulussalam ini Wakili Aceh jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara

SUBULUSSALAM - Kota Subulussalam, patut berbangga hati, dua putra putri terbaik di Bumi Syekh...

Anak 8 Tahun Diculik di Prancis, Penyelamatannya Mirip Operasi Militer

Seorang anak perempuan delapan tahun asal Prancis diselamatkan di Swiss kemarin setelah lima hari...