27.2 C
Banda Aceh
Selasa, Mei 18, 2021

Pimpinan Kelompok Salamullah Lia Eden Meninggal Dunia

BERITA DAERAH

Pimpinan kelompok Salamullah Lia Aminuddin alias Lia Eden meninggal dunia. Kabar tersebut dibagikan dalam akun Facebook Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (Sejuk).

“Selamat jalan, Lia Eden. Beristirahatlah dalam kemenangan yang mahadamai. Estafet perjuanganmu berlanjut senantiasa: urusan setiap warga dengan Tuhannya tidak bisa dibatasi dan dikurangi oleh negara, apalagi dipenjara,” tulis akun tersebut seperti dikutip Liputan6.com, Minggu 11 April 2021.

Lia Eden sudah beberapa kali menggemparkan Indonesia. Dia membuat geger pada 1997 usai mengaku mendapat wahyu dari Malaikat Jibril sehingga dia mempelajari aliran lintas agama. Meski beragama Islam, dia kemudian mempelajari agama Kristen.

Dia juga mempelajari reinkarnasi dalam ajaran Hindu dan mengklaim sebagai titisan Bunda Maria. Dia pun menyatakan putranya, Ahmad Mukti sebagai Yesus Kristus.

Dia pun mendeklarasikan agama baru, Salamullah.

Beberapa ajaran Salamullah yang membuat heboh antara lain, salat dalam dua bahasa sah, mengonsumsi babi halal, dan mengadakan ritual penyucian.

Pada Agustus 1999 silam, Lia bersama 75 orang jemaah Salamullah menggelar ritual perang melawan Ratu Pantai Selatan Nyi Roro Kidul. Dilakukan di bibir pantai Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Tujuannya, membasmi Nyi Roro Kidul, tokoh mitologi Samudera Hindia yang dianggap simbol kemusyrikan.

“Allahu Akbar. Lepaskanlah hamba dari kutukan Roro Kidul,” Lia Eden saat itu berteriak di hadapan 75 jemaah Salamulah, usai bersama menggelar salat selama 45 menit.

Sambil berteriak, Lia menghunus sebilah keris di depan dadanya. Heroik. Namun tak ada yang tahu bagaimana sesungguhnya luka yang diakibatkan keris itu. Toh Lia juga dikenal mampu menyembuhkan orang sakit.

“Saya mendapat karunia besar dari Allah,” kata Lia.

Pengakuannya ini diperkuat dengan pengakuan lain bahwa ia tak pernah belajar tentang pengobatan. Menurutnya, kemampuannya itu didapat usai salat tahajjud. Lia Eden merasa tubuhnya menggigil dan berkeringat. Kemudian tangannya seperti dituntun untuk mengobati orang sakit.

“Pegangan saya selama pengobatan hanya Surat Al-Fatihah,” kata Lia sang pemimpin Tahta Suci Eden saat itu.

Hijrah
Sebelum ngetren istilah berhijrah, Lia Eden sendiri secara berbusana sudah beberapa kali mengubah gaya. Ia sudah “berhijrah”. Awal kemunculannya, Lia mengenakan kerudung atau hijab yang ketat. Kemudian mulai Januari 2005, semua ia lepas.

Lia memilih menggunduli kepalanya. Tak dibiarkan sehelai rambutpun tumbuh di kepalanya. Pakaiannya juga lebih mendekati gaya ethical fashion, yakni mengenakan bentangan kain putih 7 meter yang hanya dililit-lilit. Tanpa mutilasi kain dengan gunting, juga tanpa luka lubang jarum akibat jahitan.

Gaya berpakaian Lia diikuti para pengikutnya. Sebagai aksesoris, ada simbol mahkota surga dan tanda lulus ujian Tuhan.

Dipenjara
Kerajaan Tahta Suci Eden pernah dianggap kerajaan aneh cenderung sesat. Ini mengingat Lia pernah dipenjara pada 29 Juni 2006 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat selama 2 tahun karena dianggap terbukti menodai agama, melakukan perbuatan tak menyenangkan, dan menyebarkan kebencian.

Saat itu Lia berkomentar cukup nyeleneh. “Kalau saya dibebaskan, saya akan memohon kepada Tuhan supaya lumpur di Sidoarjo dan Gunung Merapi bisa reda. Jika saya tidak bisa membuktikan, biarlah saya dihukum mati.”

Kemudian pada 2 Juni 2009 Lia juga dipenjara 2 tahun 6 bulan. Dia dinilai terbukti menista dan menodai agama. Vonis itu setelah polisi menyita ratusan brosur yang dinilai berisi penistaan agama.

Ibu Rumah Tangga
Dilahirkan dan diberi nama asli Syamsuriati pada 21 Agustus 1947 di Surabaya. Ibunya bernama Zainab, dan bapaknya bernama Abdul Ghaffar Gustaman, seorang pedagang dan pengkhutbah Islam.

Sebelum dianggap aneh, Lia adalah seorang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai perangkai bunga. Namanya sempat ngetop setelah mempunyai acara khusus tentang merangkai bunga di TVRI.

Berbagai sumber menulis, Lia mengaku perubahan terjadi saat dia melihat sebuah bola bercahaya kuning berputar di udara dan lenyap di atas kepalanya. Hal ini terjadi sewaktu dia sedang bersantai dengan kakak mertuanya di kawasan Senen, Jakarta Pusat pada 1974.

Peristiwa ajaib kedua yang mampu mengubah prinsip hidupnya terjadi pada malam 27 Oktober 1995. Saat itu ia salat dan merasakan kehadiran pemimpin rohaninya, Habib al-Huda. Sang pemimpin rohani ini akhirnya mengaku sebagai Malaikat Jibril. Setelah itu Lia Eden mengaku dia menerima bimbingan Malaikat Jibril secara terus menerus sejak 1997.

Selama proses bimbingan, Lia Eden harus melewati berbagai ujian. Termasuk pengakuan-pengakuan kontroversial yang harus dinyatakannya kepada masyarakat atas perintah Jibril.

Dalam penyuciannya, ia mengatakan, Tuhan menyatakan Lia Eden sebagai pasangan Jibril sebagaimana ditulis di dalam kitab-kitab suci sebelumnya. Dan ia mengatakan bahwa dialah yang dinyatakan Tuhan sebagai sosok surgawi-Nya di dunia.

Lia merasa sebagai penyebar wahyu Tuhan dengan perantaraan Jibril. Berbagai karya ia lahirkan, lagu, puisi, syair dan juga buku 232 halaman berjudul, “Perkenankan Aku Menjelaskan Sebuah Takdir” yang ditulis dalam waktu 29 hari.

Dinyatakan Sesat
Pada 1998, Lia menyebut dirinya Imam Mahdi yang muncul di dunia sebelum hari kiamat untuk membawa keamanan dan keadilan di dunia. Lia menyebut dirinya sebagai reinkarnasi Bunda Maria dan mengatakan bahwa anaknya, Ahmad Mukti, adalah reinkarnasi Yesus Kristus.

Lia sukses meyakinkan banyak orang, mulai dari para pakar budaya, golongan cendekiawan, artis musik, aktor teater, dan juga pelajar. Mereka semua dibaptis sebagai pengikut Salamullah.

Pada Desember 1997, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah melarang perkumpulan Salamullah ini karena ajarannya dianggap telah menyelewengkan kebenaran mengenai ajaran Islam.

Kelompok ini lalu membalas balik dengan mengeluarkan “Undang-undang Jibril” (Gabriel’s edict) yang mengutuk MUI karena menganggap MUI berlaku tidak adil dan telah menghakimi mereka dengan sewenang-wenang.

Kelompok Salamullah mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi yang terakhir tetapi juga mempercayai bahwa pembawa kepercayaan yang lain seperti Buddha Gautama, Yesus Kristus, dan Kwan Im akan muncul kembali di dunia.

Sejak 2003, kelompok Salamullah memegang kepercayaan bahwa setiap agama adalah benar kebenaran. Kemudian berubah nama yang kini dikenal sebagai Kaum Eden.[]sumber:liputan6.com

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

GerTAK: Bupati Aceh Utara Penguasa, Bukan Pemimpin!

LHOKSUKON - LSM Gerakan Transparansi dan Keadilan (GerTAK) menyoroti kebijakan Pemkab Aceh Utara memangkas...

3.841 CJH Vaksinasi Covid-19, Pasien Baru Tambah 128 Orang di Aceh

BANDA ACEH — Sebanyak 3.841 Calon Jamaah Haji (CJH) telah mengikuti vaksinasi Coronavirus Disease...

Komandan Pussen Arhanud Cek Alutsista di Detasemen Arhanud-001

ACEH UTARA - Komandan Pusat Kesenjataan (Danpussen) Arhanud Kodiklat Angkatan Darat, Mayjen TNI Nisan...

Satpol PP Sita Rak Pedagang Bandel

BIREUEN - Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bireuen menyita rak milik...

Bandara Malikussaleh Kembali Ramai Usai Larangan Mudik

ACEH UTARA - Bandara Malikussaleh Aceh Utara kembali ramai penumpang pesawat usai pemberlakuan larangan...

TKI Asal Aceh Selatan Sakit Keras di Malaysia, Teuku Riefky Tanggung Biaya Pengobatan dan Pemulangan

  SUBULUSSALAM - Anggota DPR RI asal Aceh, Teuku Riefky Harsya (TRH) siap membantu biaya...

‘Tenaga Kontrak Itu Rakyat Juga, Gajinya Kecil Dipangkas Tersisa 7 Bulan, Peudeh That!’

LHOKSUKON – Lebih 2.000 tenaga kontrak dan hampir 2.000 tenaga bakti murni di lingkungan...

PHE Serahkan Blok B kepada PGE, Ini Kata BPMA Soal Potensi Pengembangan Migas

LHOKSUKON – PT Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Energi North Sumatra B-Block...

Banjir Landa Sultan Daulat, Lintas Aceh-Sumut Lumpuh Total

  SUBULUSSALAM - Hujan deras mengguyur wilayah Kota Subulussalam dan sekitarnya menyebabkan sejumlah desa di...

Laporan CIA: Israel akan Tumbang dalam 20 Tahun

Sebuah studi dilakukan Central Intelligence Agency (CIA) telah menimbulkan keraguan atas kelangsungan hidup Israel...

Gaji Tenaga Kontrak hanya 7 Bulan, Tunjangan Bupati, DPRK, TPK PNS, Perjalanan Dinas dan Belanja Pelatihan?

LHOKSUKON – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memangkas anggaran tahun 2021 untuk gaji tenaga kontrak...

Lawan KLB Deli Serdang, Tim Hukum AHY Menang Telak 4-0

  JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) kembali menolak gugatan hukum pelaku KLB...

Permasa Rayon Batam Kota Halal Bihalal di Pantai Melayu

BATAM - Demi mempererat silaturahim sesama warga. Persatuan Masyarakat Aceh (Permasa) Rayon Batam Kota mengadakan...

Pasien Covid-19 di RSUCM Aceh Utara Meningkat

LHOKSEUMAWE - Pasien Covid-19 dirawat di Ruang RICU Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM)...

Kejari Lhokseumawe Kembali Gelar Donor Darah, Ini Hasilnya

LHOKSEUMAWE - Kejaksaan Negeri Lhokseumawe dan Pengurus IAD Lhokseumawe melaksanakan donor darah di Kantor...

Perubahan APBK Aceh Utara 2021 dengan Perbup: Pendapatan Berkurang Belanja Bertambah, Mengapa?

LHOKSUKON – Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Utara tahun 2021 beberapa kali...

Alat Berat PUPR Bersihkan Tiga Titik Longsor Jalan Tripe Jaya, BPBD: Rumah Warga Aman

BLANGKEJEREN – Tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gayo Lues bersama...

Potret Super Model Bella Hadid Dukung Merdeka Palestina

Model dunia, Bella Hadid mengejutkan publik dengan ikut turun ke jalan mendukung gerakan Free...

Inspirasi Syawal

Oleh: Taufik Sentana Peminat literasi sosial dan dakwah. Dalam sebaris surat Alquran di surat Al Ankabut,...

Jalan Menuju Air Terjun dan Kolam Biru Tripe Jaya Longsor, Perumahan Warga Uyem Beriring Terancam

BLANGKEJEREN - Akses jalan menuju Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues, mengalami longsor, Ahad,...