27.1 C
Banda Aceh
Senin, April 12, 2021

Gampong Pande: Jejak Peradaban Aceh yang Terancam Punah

BERITA DAERAH

Oleh: Nab Bahany As
Budayawan, tinggal di Banda Aceh

Gampong Pande adalah sebuah perkampungan yang terletak sekira 1,5 kilometer sebelah barat pusat kota Banda Aceh. Perkampungan yang luasnya sekira 250,6 hektar. Dari luas itu, 32 hektar adalah pemukiman penduduk, dan sekira 200 hektar lebih terdiri dari tambak-tambak masyarakat dan rawa-rawa hutan bakau.

Dulunya sekira abad ke 15 hingga abad 17, Gampong Pande ini adalah pusat bandar dan pusat industri pertukangan kerajaan Aceh Darussalam yang paling maju dengan berbagai produk industrinya.

Itu sebabnya, perkampungan ini dinamakan “Gampung Pande”, artinya sebuah perkampungan tempat berhimpunnya orang-orang pandai sesuai keahliannya masing-masing dalam memproduksikan berbagai kebutuhan masyarakat, terutama produk-produk bernilai seni kerajinan, mulai dari pandai emas, perkakas rumah tangga, hingga batu nisan dengan berbagai ukiran dan ornamennya.

Kemudian, dalam kajian ilmu arkeologi, nisan-nisan yang dulunya diproduksikan di Gampong Pande ini sekarang dikenal dengan nama “batu Aceh”.

Selain pusat kerajinan dan pusat bandar paling sibuk, Gampong Pande ini dulunya juga sebagai komplek tempat tinggal keluarga kesultanan Aceh dan petinggi-petinggi kerajaan Aceh Darussalam. Hal ini dibuktikan hingga sekarang di Gampong Pande masih banyak terdapat nisan-nisan kuno yang berindentitas keluarga kesultanan Aceh. Juga nisan-nisan para ulama yang berpengaruh bagi kesultanan Aceh ketika itu.

Sayangnya, banyak di antara nisan-nisan kuno yang di Gampong Pande ini sekarang masih berserakan di rawa-rawa dan di tambak-tambak penduduk, akibat kurangnya kepedulian terhadap penyelamatan nisan-nisan kuno tersebut.

Sebagai pusat bandar paling sibuk pada zamannya, Gampong Pande ini sampai sekarang masih sangat sering ditemukan kepingan-kepingan mata uang dirham kerajaan Aceh, yang terbuat dari emas 18 karat, dengan berat rata-rata kepingan mata uang dirham emas ini 0,600 gram (600 mili gram). Konon, mata uang dirham emas Kesultanan Aceh ini dulunya juga diproduksikan di Gampong Pande. Dirham emas ini adalah alat tukar yang sah yang berlaku di kerajaan Aceh masa dahulu.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Es Teler Bang Gam

 BANDA ACEH - Bulan puasa tahun ini akan kita masuki esok, Selasa, 13 April...

Prihatin Insentif Imam Masjid Belum Dibayar, Salehati Sarankan BPKD Prioritaskan Pencairan Dana Desa

SUBULUSSALAM - Politikus Partai Aceh, Salehati menyarankan pemerintah melalui Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD)...

Ini Kata Kasatlantas Lhokseumawe Soal Pengaturan Lalu Lintas saat Ramadhan

LHOKSEUMAWE- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lhokseumawe memprediksi akan terjadi kepadatan dan kemacetan di...

Polres Gayo Lues Gelar Operasi Keselamatan-2021

BLANGKEJEREN - Polres Gayo Lues akan melaksanakan Operasi Keselamatan Seulawah-2021 selama 14 hari, mulai...

Nasib Pengungsi Rohingya di Aceh: Merajut Asa, Menunggu tanpa Kepastian

Muhammad Ismail (24 tahun), pengungsi Rohingya, datang dari Malaysia ke Aceh demi menemui istrinya...

Dilema “Lawan Covid-19” Pengungsi Rohingya Aceh

Pengungsi Rohingya diharuskan disiplin menerapkan protokol kesehatan demi terhindar dari infeksi Covid-19. Namun, masyarakat...

Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe Siapkan Ikan Asin untuk Menu Berbuka hingga Dikirim ke Medan, Begini Pengolahannya

LHOKSEUMAWE – Pengungsi Rohingnya di Lhokseumawe menyiapkan ikan asin untuk menu berbuka puasa di...

Over Kapasitas Lapas di Aceh Hampir 500 Persen

BANDA ACEH – Over kapasitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Aceh sudah hampir mencapai...

Sambut Ramadhan, Anggota DPRK Salehati Berikan Bantuan ke Masjid-masjid

SUBULUSSALAM - Anggota DPRK Subulussalam dari Partai Aceh, Salehati memberikan bantuan paket Ramadhan 1442...

Inilah Ragam Makanan Sehat untuk Jantung

Mengonsumsi makanan sehat untuk jantung dan menjalani pola hidup sehat dapat membuat Anda terhindar...

Ini Nama-nama Pengurus Dewan Perwakilan Mahasiswa USK 2021

BANDA ACEH - Struktural Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (DPM USK) Tahun 2021...

Pimpinan Kelompok Salamullah Lia Eden Meninggal Dunia

Pimpinan kelompok Salamullah Lia Aminuddin alias Lia Eden meninggal dunia. Kabar tersebut dibagikan dalam...

11 Kandidat Siap Rebut Kursi Ketum HMI Lhokseumawe-Aceh Utara

LHOKSEUMAWE - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe- Aceh Utara akan melaksanakan Konferensi Cabang...

Walkot Bintang: Harga Sembako Stabil, Tidak ada Lonjakan

SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang memastikan harga kebutuhan pokok di...

Jelang Ramadhan, Walkot Bintang Blusukan Cek Harga Sembako

 SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang blusukan di pasar mingguan Penanggalan...

3.264 Peserta Ikut UTBK SBMPTN di Unimal, Ini Aturannya

LHOKSEUMAWE - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi...

Ini Harga Daging dan Kepala Sapi di Pasar Geudong

ACEH UTARA - Harga daging sapi pada meugang pertama menyambut bulan puasa tahun ini...

Kepala Polisi New York Kawal Masjid Islamic Center

NEW YORK- Imam Besar Masjid Islamic Center New York, Amerika Serikat, Imam Shamsi Ali...

Ini 10 Orang Terkaya RI, Ada Bos Kamu?

Forbes kembali merilis daftar orang-orang terkaya di dunia melalui 'The Richest in 2021'. Sejumlah...

Dawn Maqsood, Muslim Skotlandia

Dawn Maqsood menghadapi tantangan yang tak mudah usai memutuskan menjadi Muslim. Namun, tantangan itu...