27.6 C
Banda Aceh
Rabu, April 21, 2021

Pemerintah Vs Gampong Pande: Imej, Skeptik, dan Kunci Mati

BERITA DAERAH

Oleh: Nia Deliana
Pemerhati Sejarah dan Budaya Aceh, Relawan PuKAT, Kandidat PhD, dan Ibu Dua Anak

Tiga hari lalu pemerintah kota mengadakan temu wicara Live Walikota Menjawab yang disiarkan youtube.com. Menyimak siaran ini ada 3 hal yang lebih menonjol, Yaitu; A. Imej Baik Pak Wali Kota; B. Nisan-nisan Pindahan Belanda; C. Sosialisasi. D. Pengalihan bukan wewenang wali kota.

Dalam video berdurasi 1.19.40 detik ini, program dikemudi oleh MC membawa Wali Kota Banda Aceh, arkeolog lokal Husaini Ibrahim, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Bappeda Banda Aceh, dan Pimpinan DPRK Banda Aceh menyampaikan uneg-unegnya soal polemik IPAL Gampong Pande. Termasuk MC, Ke 6 orang pengambil kebijakan Aceh ini berbicara dalam waktu 33 menit keseluruhannnya. Selebihnya adalah sesi tanya jawab lewat telepon dan WA dengan 6 orang masyarakat.

Pak Wali Kota Berniat Baik

Wali Kota Aminullah Usman mengawali temuwicara ini dengan berbicara dalam keseluruhan durasi 3.46 detik soal kesadarannya pada pelestarian nilai sejarah bernilai jual, seperti wisata ziarah, selain penanganannya pada upaya cagar budaya lainnya.

Tak lupa juga, dia mengklaim dirinya termasuk pihak yang menghentikan proyek IPAL tersebut, tapi anehnya kemudian dia mengirim surat ke kementrian terkait soal pembukaannya kembali setelah melibatkan tim peneliti dan diskusi dengan pakar. Dia juga tidak lupa menyebutkan bahwa niatnya terhadap cagar budaya adalah baik.

Dalam durasi sesingkat itu barangkali masyarakat telah gagal ia yakinkan. Terutama setelah hampir 2 menit dia coba meluruskan bahwa dirinya adalah orang baik, namun pengiriman surat ke kementrian agar proyek dilanjutkan membuyarkan imajinasi tersebut.

Untuk menguatkan kebenaran keputusannya, dia mengatakan, “ini ada 1,2,3,4,5,6,7 orang di sini, semua 7 orang harus bicara!” sambil menghempas tangannya ke udara. Serasa bagaikan auman singa terhadap bawahannya yang hadir untuk bersiap-siap. Jelas saja, dari 7 orang tersebut, 5 diantaranya mendukung mutlak keputusan pak Wali Kota melanjutkan IPAL, sedangkan dua lainnya menyetujui dengan ‘kondisi’ tertentu.

Sepanjang durasi temuwicara ini, memastikan ‘niat baik’ pak Wali Kota dipahami betul, seakan menjadi tugas MC yang memegang kunci kendali arah program tersebut, agar berjalan sesuai ekspektasi yang bersangkutan.

MC berkali-kali mengingatkan ‘prestasi award’ Aminullah Usman, atau dengan mengatakan kalau bukan karena IPAL, tidak akan diketahui penemuan sejarah di sana, atau dengan menekankan pembangunan IPAL adalah pembangunan Banda Aceh, dan tanpa IPAL, anggaran nasional tidak bisa dikucurkan. Yah, ungakapan-ungkapan yang diharapkan menciptakan rasa takut bagi masyarakat awam.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Bazar Perpena, 100 Persen Keuntungan Disalurkan kepada Warga Kurang Mampu

SUBULUSSALAM - Ketua Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena) Kota Subulussalam, R Hidayat Putra Manurung mengatakan...

Pegawai Kejaksaan Gayo Lues Teken Komitmen Wilayah Bebas Korupsi

BLANGKEJEREN - Pegawai Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues melakukan penandatanganan komitmen bersama untuk mewujudkan...

Keuchik Diminta Pahami Permendes Terkait Penggunaan Dana Desa

BANDUNG – Para kepala desa (keuchik) diminta untuk memahami Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 5

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Dari atas...

Perkemahan Penghafal Alquran di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe Dibuka

LHOKSEUMAWE - Perkemahan Tahfidz Gerakan Pemuda Rihlah Shaum (PETA GPRS) ke-5 dan Daurah Ramadhan...

Pimpinan DPRK Surati Bupati, Kisruh Penetapan Komisioner Baitul Mal Gayo Lues Berakhir

BLANGKEJEREN - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues sudah melayangkan surat kepada...

Polisi Buru Tersangka Penganiayaan Ibu Rumah Tangga di Dewantara

ACEH UTARA - Polsek Dewantara, Aceh Utara, memburu pria berinisial D (24), diduga melakukan...

Ikamat Harap Dukungan Pemerintah Aceh

ISTANBUL - Pengurus Ikatan Masyarakat Aceh - Turki (Ikamat) menyampaikan apresiasi dan terima kasih...

Rintihan Putri Kamaliah, Putri Pahang dibalik Puing-Puing Kehilangan

Karya: Jamaluddin Peminat Sastra, Lhokseumawe. Perhiasan ini telah berdebu Rinduku takkan pernah lekang Apa yang telah terjadi Duhai Pemilik...

Rapat IPAL di Kantor Ombudsman Aceh, Ini Pandangan Mapesa

BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh melaksanakan rapat tentang Instalasi Pembuangan Air Limbah...

Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Tongkat Nabi Musa Dicari

Heboh penemuan Kota Emas berusia 3.000 tahun yang digadang-gadang peninggalan kerjaan Firaun melengkapi penemuan...

Anggota Dewan Gayo Lues ‘Dinonaktifkan’, Ini Surat Ketua DPRK

BLANGKEJEREN - Masyarakat Kabupaten Gayo Lues yang hendak berurusan atau menjumpai Anggota Dewan Perwakilan...

Operasi Senyap Kopassus Jalan Kaki Ratusan Km saat Puasa di Rimba Kalimantan

Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam. Selama...

Akhlak Calon Suami Antarkan Nadya Jadi Mualaf

Nadya Noviena, yang saat ini berusia 24 tahun, wanita yang baru saja memeluk Islam...

Bintang Borong Takjil Perpena, Bagikan kepada Abang Becak

SUBULUSSALAM - Lapak pedagang takjil menyediakan menu berbuka puasa milik  Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena)...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 4

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Setelah matahari...

Pemilik Tanah di Areal Waduk Keureuto Datangi BPN Aceh Utara Terkait Persoalan Ini

ACEH UTARA - Sejumlah pemilik tanah sah yang berada di Gampong Blang Pante, Kecamatan...

Perang Aceh-Portugis Dalam Lukisan Maestro Delsy Syamsumar

Memasuki ruang kontemporer Museum Aceh, Rabu, 14 April 2021 lalu, 28 lukisan dari para...

Putra Subulussalam ini Wakili Aceh jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara

SUBULUSSALAM - Kota Subulussalam, patut berbangga hati, dua putra putri terbaik di Bumi Syekh...

Anak 8 Tahun Diculik di Prancis, Penyelamatannya Mirip Operasi Militer

Seorang anak perempuan delapan tahun asal Prancis diselamatkan di Swiss kemarin setelah lima hari...