27.4 C
Banda Aceh
Sabtu, April 17, 2021

Sunda Kelapa Lama Mimpi Buruk Gampong Pande

BERITA DAERAH

Oleh: Nia Deliana
Pengamat Sejarah dan Budaya Aceh, relawan Pusat Kebudayaan Aceh dan Turki (PuKAT).
————————————————-

Bau amis tinja manusia tercium begitu menyengat saat menapaki gerbang memasuki Museum Bahari pada tahun 2015, tiga tahun sebelum insiden terbakar dan renovasi. Museum Bahari adalah museum yang menyimpan benda-benda kelautan dan perikanan purbakala yang terletak di Sunda Kelapa Lama, Jakarta Utara. Di kawasan yang dulunya pernah menjadi pelabuhan ini, Belanda mengatur barang dagangannya di gudang penyimpanan yang sekarang menjadi bagian dari Museum Bahari.

Seperti Gampong Pande, Museum Bahari ini terletak tak jauh dari pesisiran yang dulunya menjadi gerbang masuk pertama arus lintas maritim dan dagang nusantara dan internasional. Ia berada tak jauh dari Teluk Jakarta/Laut Jawa atau jika dalam peta lama, adalah Selat Sunda. Dari pesisiran Museum Bahari, siapa saja bisa melihat bagian pulau Sumatra dan Kalimantan.

Pembangunan Mesum Bahari tahun 1977 ini seakan menegaskan bahwa nilai pribumi era kesultanan telah usai. Saatnya merangkul identitas berbangsa dan bernegara dan mengintegrasikan diri di bawah pemerintahan Indonesia berazaskan legasi hukum dan tata negara Belanda, meskipun secara partial.

Begitu kaya isi museum ini, membuat pengunjung terkesima dengan segala koleksinya. Salah satu koleksinya adalah jejak replika pertarungan antara Laksamana perempuan Aceh Keumalahayati dengan Cornelis de Houtman serta awak kapalnya. Namun sayang, kesan baik ini kemudian harus tersungkur bujur ketika tinja manusia terlihat mengalir di bawah sela-sela lantai kayu bagian tengah bangunan tersebut.

Tak jauh dari Museum ini ada beberapa titik gunungan sampah, pemulung, dan kotak-kotak kardus yang menjadi rumah bagi rakyat miskin jelata dan pengangguran.

Tak bisa kulupakan pemandangan seorang ibu yang harus menempati pos jaga sekuriti yang berukuran 1×1 meter. Itupun dalam keadaan atap dan dinding miring seakan hampir rubuh. Sang Ibu tersebut tengah memasak dengan satu panci yang tebal kehitaman dengan seorang anak berumur 4 tahunan tertidur lelap di sampingnya.

Museum Bahari mengingatkanku pada masa depan Pesisiran Gampong Pande.

Bagi kalangan sejarawan dan budayawan, apa yang terjadi di Gampong Pande saat ini mendesak untuk dire-evaluasi dan dialihkan. Tentu dengan segala kerja-kerja kertas yang telah dilakukan antara Pemerintah dengan perusahaan penyedia realisasi IPAL bisa kian semrawut.

Sesemrawut apapun, pemerintah dilengkapi aparat hukum yang lengkap dan penyelamatan serta program-program memaknai secara kredibel dan ilmiah di situs sejarah kawasan ini lebih penting, tidak hanya bagi generasi sekarang tapi juga anak-anak cucu kita. Ya, mungkin tidak penting bagi para pemangku jabatan pemerintah dan birokrat ibukota, toh anak-anak mereka tidak akan mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah taraf rendah di Aceh.

Saat mereka besarpun dipastikan bisa berkarir, kalau bukan di kantor pemerintahan juga dikarenakan kapasitas intelektual yang tak seberapa, diperusahaan-perusahaan bergengsi di luar negeri.
Sejak hampir 6 tahun lebih, sengketa pembangunan IPAL timbul tenggelam.

Tahun ini pemerintah Kota Banda Aceh memperlihatkan taring lebih kuat, barangkali dikarenakan 3 proyek di Gampong Pande adalah proyek nasional dan indikasi korupsi yang tercium memanjang bagai jaring laba-laba, dari provinsi hingga pusat yang menyemangati gerus serakah terhadap situs sejarah di Gampong Pande. Apalagi, bertahun-tahun, tidak ada cabang KPK yang berhasil dibujuk untuk membuka kantornya di Aceh.

Siapa yang bisa menjamin bahwa anggaran ratusan milyar yang digelontorkan untuk IPAL di Gampong Pande tidak berakhir sama dengan 3,2 milyar proyek IPAL RSUD Meuraxa yang teridentifikasi korup oleh Gerakan Anti-Korupsi Aceh (GeRAK) tahun 2019. Direkturnya, Askhalani mengatakan, berdasarkan rujukan data dari hasil audit, ditemukan bahwa indikasi korupsi sub-kontrak proyek ini dilakukan secara sistematis. (lihat: www.ajnn.net)

Dalam situs berita yang sama, Askhalani menambahkan bahwa “penjualan pekerjaan ini (sub-kontrak) sangat dilarang dan bahkan ancaman pidana ini. Selaian menyalahi aturan tentang pengadaan barang dan jasa juga menyalahi UU No 31 tahun 1999 No UU 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi”.

Lagak penjualan pekerjaan yang dianggarkan pemerintah pada perusahaan aliansinya adalah praktek yang biasa. Perusahaan tersebut menarik perusahaan lain atau bahkan LSM non-profit untuk merealisasikan program yang disetujui pemerintah dengan anggaran yang tidak sepenuhnya transparan. Bahkan terkadang tanpa fondasi kontrak sama sekali.

Lagi-lagi saya bertanya, siapa yang bisa menjamin bahwa apa yang ditemukan tim audit dan direktur GeRAK tidak akan terulang.

Pertanyaan lain adalah siapa yang bisa menjamin, dengan realita ketiadaan regularitas pasokan air bersih dan asupan listrik secara umum di seluruh kota itu proyek IPAL tidak akan gagal saat selesai. Taman hijau yang Anda lihat dalam blue print arsitektur di bawah ini hanya bisa tumbuh tak serentak untuk kemudian tandus karena ketiadaan air dan listrik. Begitu juga dengan kinerja mesin-mesin limbah sebagaimana yang digemborkan saat ini.

Menko PMK Puan Maharani (kiri) bersama Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono (kanan) dan Wali Kota nonaktif Illiza Sa’aduddin Djamal (tengah) melihat pembangunan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan jaringan air limbah kota di Banda Aceh, Aceh, Kamis (24/11). @ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/aww/16.

Jika proyek IPAL saat selesai ternyata tidak efisien, maka Gampong Pande akan menjadi Museum Bahari baru atau lingkungan Sunda Kelapa Lama yang baru. Artinya ia akan menjadi perkampungan kumuh, lebih buruk dari keadaan saat ini.
Berbicara soal pelestarian sejarah saat itupun akan terlambat, bagaikan mengatakan Anda akan sembahyang ketika kiamat telah tiba.

Oleh karenanya sejarah situs Gampong Pande harus diselamatkan sekarang. Semoga Pemerintah Wali Kota bisa menimbang kembali dan mengevaluasi secara transparan.[]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

HMI Komisariat Hukum Unimal Bagikan Takjil untuk Tukang Parkir Hingga Fakir Miskin

LHOKSEUMAWE - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal) membagikan ratusan takjil...

Gubernur Aceh Sampaikan LKPJ 2020: Realisasi Pendapatan Rp14,4 Triliun, Belanja Rp13,2 T

BANDA ACEH – Realisasi Pendapatan Aceh Tahun Anggaran (TA) 2020 mencapai Rp.14,441 triliun lebih...

Profil CEO Brian Armstrong, Sosok yang Bawa Coinbase Melantai di Wall Street

Resmi melantai di wall street, perusahaan jual beli mata uang kripto, Coinbase mampu membawa...

Dishub Lhokseumawe Atur Lalu Lintas Jelang Buka Puasa di Lokasi Ini

LHOKSEUMAWE - Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Lhokseumawe ikut mengatur arus lalu lintas di sejumlah...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 1

KAPTEN LET PANDE Episode 1 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Seratus perahu...

Ini Pesan Khatib saat Shalat Jumat di Masjid Islamic Center Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Ramai jamaah melaksanakan shalat Jumat pada pekan pertama bulan suci Ramadhan 1442...

Dipecat dan Banyak Utang, Wanita Ini Bangkit dengan Rp 72 Ribu

Dipecat dari pekerjaan dengan gaji besar serta memiliki setumpuk utang memang bukan hal yang...

Perempuan Kreatif, Siti Juita Mastura Aktif Ciptakan Drone

BATU PAHAT - Kemunculan wanita dalam bidang teknologi dron amat kurang, sedangkan usaha itu...

Abu Bakar Omar, Aktor Senior Malaysia Meninggal Dunia

KUALA LUMPUR - Aktor senior Malaysia, Abu Bakar Omar, meninggal dunia pada pukul 9.04...

Ini Bahayanya Sering Isi BBM Saat Tangki Kosong

MENGISI bahan bakar minyak (BBM) sudah menjadi kewajiban bagi setiap pemilik kendaraan. Tanpa BBM,...

AS Jatuhkan Sanksi dan Usir Diplomat Rusia terkait Intervensi

Amerika Serikat menjatuhkan sanksi dan mengusir 10 diplomat Rusia pada Kamis 15 April 2021...

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 1,57 Miliar Dolar AS

JAKARTA – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Neraca perdagangan Indonesia Maret 2021 kembali...

Ini Penyakit yang Menyebabkan Bau Mulut

Bau mulut tidak hanya disebabkan oleh kebersihan mulut yang tidak terjaga, tapi juga bisa...

Dari Balik Penjara, Habib Rizieq Shihab Selesaikan Gelar S-3

JAKARTA - Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab (HRS), Aziz Yanuar menyampaikan kabar bahwa kliennya...

Artis Pakistan Menggubah Lagu Hubungan Turki, Azerbaijan, Pakistan

Seorang seniman nasyid Pakistan telah membuat lagu dan membuat video musik untuk menarik perhatian...

Puasa yang Sia-sia, Hati- Hati Ini Penyebabnya

Puasa yang sia-sia. Istilah ini sering terdengar namun apa maksudnya dan orang yang bagaimana...

Mualaf Inggris Olu Thomas: Saya Jatuh Cinta Pada Islam

LONDON -- Perantau Inggris bernama Olu Thomas adalah pengusaha yang sangat sukses di Uni...

Aksi Solidaritas untuk Nurhadi, AJI Banda Aceh: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Jurnalis

BANDA ACEH - Para jurnalis berhimpun dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh menggelar...

IOM Serahkan Pendingin Vaksin kepada Dinkes Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - International Organization for Migration (IOM) menyerahkan satu unit pendingin vaksin (TCW3000AC) kepada...

9 Resep Minuman Apel Cocok untuk Sahur, Bisa Kurangi Kantuk

Apel merupakan salah satu buah yang mudah ditemukan dan harganya terjangkau. Apel sangat baik...