29.3 C
Banda Aceh
Selasa, April 20, 2021

Syakban Bulan Berselawat

BERITA DAERAH

Oleh: Tgk. Helmi Abu Bakar El-Langkawi*

Tidak terasa bulan Rajab telah berlalu, kini kita berada di Syakban. Salah satu amalan paling dianjurkan dalam bulan Syakban adalah ber-shalawat (selawat). Firman Allah SWT., “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS: al-Ahzab: 56).

Syaikh Ibrahim al-Qaththan mengatakan selawat Allah berbeda dengan selawat malaikat, juga manusia. Menurutnya, selawat Allah kepada Nabi Muhammad bermakna anugerah rahmat (kasih sayang) dan sanjungan tertinggi kepada Nabi Muhammad. Selawat malaikat bermakna istigfar (permohonan ampunan untuk Nabi Muhammad). Sementara selawat dari manusia bermakna mendoakan Nabi Muhammad dengan rahmat (Tafsir al-Qaththan, 3/114).

Dalam kitab Madza fi Sya’ban? Sayyid Muhammad bin Alawi al Maliki menyebutkan beberapa peristiwa penting yang berimbas pada kehidupan beragama seorang muslim. Salah satunya, pada bulan Syakban diturunkan ayat anjuran untuk berselawat kepada Nabi Muhammad SAW., yaitu QS. Al-Ahzab ayat 56.

Ibnu Abi Shai al-Yamani mengatakan Syakban adalah bulan selawat. Karena pada saat itulah ayat tentang anjuran selawat diturunkan.

Pendapat tersebut dikuatkan pendapat Imam Sihabuddin al-Qasthalani dalam al-Mawahib-nya, serta Ibnu Hajar al-Asyqalani yang mengatakan turunnya ayat tersebut pada bulan Syakban tahun ke-2 Hijriyah. Maka, berdasarkan hal tersebut Ibnu Abi al-Shaif al-Yamani menuturkan Syakban adalah bulan berselawat kepada Nabi Muhammad SAW. (Madza Fi Sya’ban, 26).

Disebutkan dalam sebuah hadis sahih riwayat Ibnu Majah No. 900, bacaan selawat. “Rasul keluar menemui kami, lalu kami berkata: kami tahu bagaimana caranya bersalam kepadamu, namun bagaimana caranya kami berselawat kepadamu? Rasulullah bersabda: Bacalah
Allahumma shalli ‘ala Muhammadin wa ‘ala aali Muhammadin kama shallaita ‘ala Ibrahim innaka hamidum majid. Allahumma barik ‘ala muhammadin wa ala ali muhammadin kama barakta ‘ala Ibrahim innaka hamidum majid”.

Artinya: “Ya Allah, rahmatilah Nabi Muhammad beserta keluarganya, sebagaimana Engkau memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau adalah dzat Yang Maha Terpuji dan Luhur. Ya Allah berkahilah Nabi Muhammad beserta keluarganya, sebagaimana Engkau memberikan berkah kepada Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau adalah dzat Yang Maha Terpuji dan Luhur. (HR. Ibnu Majah: 900).

Tentu akan sangat baik jika kita memperbanyak selawat kepada Rasulullah SAW di bulan Syakban. Karena selain bulan diturunkannya ayat tentang selawat, kita juga tidak ingin ketinggalan dengan malaikat. Malaikat saja berselawat kepada Rasul, tetapi kita tidak. Berselawat kepada Rasulllah SAW adalah salah satu bukti kecintaan seseorang itu kepada Allah SWT dan Rasulullah, selain mengerjakan segala perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya.

Dalam kitab al-Fawaaidul Mukhtaarah diceritakan bahwa Ibnu Abiy as-Shif al-Yamaniy berkata, “Sesungguhnya bulan Syakban adalah bulan selawat kepada Nabi SAW., karena ayat ‘Innallaaha wa malaaikatahuu yushalluuna ‘alan Nabiy…’ diturunkan pada bulan itu”.

Mari kita memperbanyak ibadah di bulan ini sebagai ladang amal dan bertaubat. Di antara amalan lainnya adalah: Pertama, meminta ampunan (beristigfar). Hendaknya pada bulan ini kita menggalakkan diri untuk bertaubat dan memohon keampunan di atas keterlanjuran dan dosa yang telah kita kerjakan, baik dengan Allah maupun dengan sesama manusia dan alam sekitar.

Esensi taubat itu merupakan pembersihan diri kita dari segala kesalahan dan dosa lahir dan batin walaupun sebesar zarrah (atom). Taubat itu menjadi suatu tuntutan dalam agama. Kita bukanlah sosok yang ma‘shum (terpelihara dari segala dosa), maka sepatut dan berkewajiban untuk melakukan taubat pada setiap saat. Rasulullah sendiri ma’sum, namun tetap beristigfar. Lantas, kita sebagai maakhluk berdosa masih tinggal diam?

Dalam sebuah hadis, beliau bersabda, “Syakban adalah bulanku dan Ramadhan adalah bulan umatku. Syakban ialah mengkifaratkan (menghapuskan) dosa dan Ramadan ialah menyucikan dosa (jasmani dan rohani).”

Disebutkaan dari Ibnu `Abbas, Rasulullah SAW., bersabda, “Sesiapa yang selalu memohon ampun (membanyakkan istihfar), niscaya Allah menjadikan untuknya setiap kesusahan itu ada kesenangan, setiap kesempitan ada jalan keluar dan dia diberi rezeki yang tidak disangka.” (Hadis riwayat Ahmad, Abu Daud dan Ibn Majah.)

Kedua, berdoa. Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW., bersabda, “Lima waktu tidak ditolak sesuatu doa itu yaitu pada malam Jumat, malam 10 Muharam, malam Nisfu Syaban, malam Idulfitri dan malam Iduladha.” (Riwayat Bukhari, Muslim dan Abdullah Umar.)

Imam Syafi’i telah menyebutkan dalam kitab “Al-Umm”, “Telah sampai riwayat kepada kami bahwa dikatakan doa dikabulkan pada lima malam, yaitu pada malam Jumat, malam hari raya adha, malam hari raya fithri, awal malam bulan Rajab dan malam Nisfu Syakban”. ( Kitab al-Umm, Muhammad bin Idris al-Syafi’i :I: 254).

Disebutkan dari Jabir bahwa “Saya mendengar Rasulullah SAW berkata bahwa dalam setiap malam terdapat satu waktu yang tidak ada hamba muslim berbetulan dengannya dimana ia meminta kebaikan kepada Allah SWT melainkan Allah SWT mengabulkan permintaannya, dan hal tersebut pada setiap malam”. (HR. Imam Muslim dalam kitab al-Jami’ al-Shahih al-Musamma Shahih Muslim, Muslim bin al-Hujaj al-Naisaburi:III: 160).

Ketiga, menghidupkan malam (qiamullail). Sunat menghidupkan malam Nisfu Syakban (15 Syakban) dengan berbagai amalan baik berzikir, membaca Alquran, salat dan lainnya. Alasannya malam tersebut adalah malam yang sangat mustajab dan penuh rahmat.

Disebutkan dari Muaz bin Jabal dan Abu Musa Al-Asy’ari r.a., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah pada malam Nisfu Syakban memerhati (mengawasi) seluruh mahluk-Nya dan mengampuni semuanya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan.” (Riwayat Ibnu Majah, Ibn Habban, Al-Baihaqi dan At-Thabarani).

Dalam hadis lain diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib bahwa Rasulullah SAW berkata, “Jika malam Nisfu Syakban tiba, maka salatlah di malam hari, dan berpuasalah di siang harinya, karena sesungguhnya pada malam itu, setelah matahari terbenam, Allah turun ke langit dunia dan berkata, adakah yang beristigfar kepada-Ku, lalu Aku mengampuninya, adakah yang memohon rezeki, lalu Aku memberinya rezeki, adakah yang tertimpa bala, lalu Aku menyelamatkannya, adakah yang begini, adakah yang begini, demikian seterusnya hingga terbitnya fajar?” (Riwayat Ibnu Majah).

Keempat, berpuasa. Hal ini seperti dituturkan Aisyah r.a., “Tidak pernah saya melihat Rasulullah SAW melakukan puasa satu bulan penuh kecuali pada waktu Ramadan. Dan, tidak satu bulan pun yang hari-harinya lebih banyak dipuasakan Nabi SAW daripada bulan Syakban”. (HR. Bukhari-Muslim).

Dalam hadis lain diceritakan, suatu kali, Usamah bertanya kepada Nabi SAW, “Wahai Rasulullah, kelihatannya tak satu bulan pun yang lebih banyak engkau puasakan daripada bulan Syakban?” Nabi menjawab, “Bulan itu sering dilupakan orang karena letaknya antara Rajab dan Ramadan, sedangkan pada bulan itulah diangkat amalan-amalan kepada Tuhan Rabbul ‘Alamin. Maka, saya ingin amalan saya dibawa naik selagi saya dalam keadaan berpuasa”. (HR. Abu Dawud dan Nasa’i).

Beranjak dari itu, di bulan Syakban yang mulia ini, mari kita berlomba untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Mari kita introspeksi diri dan meningkatkan ibadah di bulan ini meraih rida-Nya.

Wallahu Muwaffiq Ila Aqwamith Thariq.

*Tgk. Helmi Abu Bakar El-Langkawi, Guru Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga, Dosen IAI Al-Aziziyah Samalanga, dan Ketua Ansor Pidie Jaya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Perkemahan Penghafal Alquran di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe Dibuka

LHOKSEUMAWE - Perkemahan Tahfidz Gerakan Pemuda Rihlah Shaum (PETA GPRS) ke-5 dan Daurah Ramadhan...

Pimpinan DPRK Surati Bupati, Kisruh Penetapan Komisioner Baitul Mal Gayo Lues Berakhir

BLANGKEJEREN - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues sudah melayangkan surat kepada...

Polisi Buru Tersangka Penganiayaan Ibu Rumah Tangga di Dewantara

ACEH UTARA - Polsek Dewantara, Aceh Utara, memburu pria berinisial D (24), diduga melakukan...

Ikamat Harap Dukungan Pemerintah Aceh

ISTANBUL - Pengurus Ikatan Masyarakat Aceh - Turki (Ikamat) menyampaikan apresiasi dan terima kasih...

Rintihan Putri Kamaliah, Putri Pahang dibalik Puing-Puing Kehilangan

Karya: Jamaluddin Peminat Sastra, Lhokseumawe. Perhiasan ini telah berdebu Rinduku takkan pernah lekang Apa yang telah terjadi Duhai Pemilik...

Rapat IPAL di Kantor Ombudsman Aceh, Ini Pandangan Mapesa

BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh melaksanakan rapat tentang Instalasi Pembuangan Air Limbah...

Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Tongkat Nabi Musa Dicari

Heboh penemuan Kota Emas berusia 3.000 tahun yang digadang-gadang peninggalan kerjaan Firaun melengkapi penemuan...

Anggota Dewan Gayo Lues ‘Dinonaktifkan’, Ini Surat Ketua DPRK

BLANGKEJEREN - Masyarakat Kabupaten Gayo Lues yang hendak berurusan atau menjumpai Anggota Dewan Perwakilan...

Operasi Senyap Kopassus Jalan Kaki Ratusan Km saat Puasa di Rimba Kalimantan

Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam. Selama...

Akhlak Calon Suami Antarkan Nadya Jadi Mualaf

Nadya Noviena, yang saat ini berusia 24 tahun, wanita yang baru saja memeluk Islam...

Bintang Borong Takjil Perpena, Bagikan kepada Abang Becak

SUBULUSSALAM - Lapak pedagang takjil menyediakan menu berbuka puasa milik  Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena)...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 4

KAPTEN LET PANDE Episode 4 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Setelah matahari...

Pemilik Tanah di Areal Waduk Keureuto Datangi BPN Aceh Utara Terkait Persoalan Ini

ACEH UTARA - Sejumlah pemilik tanah sah yang berada di Gampong Blang Pante, Kecamatan...

Perang Aceh-Portugis Dalam Lukisan Maestro Delsy Syamsumar

Memasuki ruang kontemporer Museum Aceh, Rabu, 14 April 2021 lalu, 28 lukisan dari para...

Putra Subulussalam ini Wakili Aceh jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara

SUBULUSSALAM - Kota Subulussalam, patut berbangga hati, dua putra putri terbaik di Bumi Syekh...

Anak 8 Tahun Diculik di Prancis, Penyelamatannya Mirip Operasi Militer

Seorang anak perempuan delapan tahun asal Prancis diselamatkan di Swiss kemarin setelah lima hari...

2 Kasat dan 2 Kapolsek Diganti, Ini Kata Kapolres Gayo Lues

BLANGKEJEREN - Empat perwira di jajaran Polres Kabupaten Gayo Lues digantikan dengan yang baru...

Mengenal Struktur Tulang Belakang dan Fungsinya

Tulang belakang memiliki peran penting dalam menopang tubuh manusia. Dengan mengenali struktur tulang belakang,...

Kisah Putri Tanjung Jatuh Bangun Jalani Bisnis Sejak Usia 15 Tahun

Putri Indahsari Tanjung dikenal dengan Putri Tanjung, adalah anak pertama dari Chairul Tanjung. Menjadi...

Ratusan Petani Jagung Gayo Lues Sulit Tebus Pupuk Subsidi, Pemda Diminta Ambil Tindakan

BLANGKEJEREN - Petani jagung di Kabupaten Gayo Lues mengaku kesulitan menebus pupuk subsidi dari...