30.1 C
Banda Aceh
Selasa, Agustus 3, 2021

Teka Teki Juara dan Fenomena Top Skor Gol Bunuh Diri Euro 2020

BERITA DAERAH

Oleh Yulia Erni

Tertunda selama satu tahun karena pandemi Covid-19, akhirnya 11 Juni hingga 11 Juli 2021 waktu lokal, secara resmi UEFA menetapkan jadwal pergelaran Euro 2020 dengan menunjuk Stadio Olimpico, Roma, Italia, yang ikonik sebagai tempat open ceremony dengan menghadirkan Turki kontra Italia pada laga pembuka.

Jika sebelumnya tuan rumah Euro maksimal hanya dua negara seperti Belgia-Belanda (Euro 2000), Austria-Swiss (Euro 2008), dan Polandia-Ukraina (Euro 2012), tahun ini sungguh spesial, sebelas negara dipersiapkan tampil sebagai tuan rumah di ajang bergengsi seantero Eropa tersebut. Sebenarnya dua belas negara, namun Irlandia Utara mengundurkan diri, sedangkan Spanyol hanya memindahkan venue saja dari Bilbao ke Sevilla. Dengan kata lain, tuan rumah Euro 2020 adalah negara Eropa. Hal ini jauh-jauh waktu telah dirancang guna menyambut ulang tahun Euro ke-60 sejak pertama kali digelar tahun 1960.

Untuk berikutnya akan kembali seperti biasa. Hingga kini Jerman unggul sebagai tempat penyelenggaraan Euro 2024 dibanding Turki (bisa jadi ada perubahan).

Tak ada alasan untuk menafikan bahwa sepak bola merupakan olahraga paling antusias yang memiliki peran penting mencakup dunia luas. Sebagai contoh, bagaimana murkanya Rusia saat FIFA ingin mencoret mereka sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018. Warga negara turun ke jalan melakukan aksi protes terhadap Vladimir Putin dan Menpora.

Beberapa hari kemudian di berbagai headline news, tak segan-segan Menpora Rusia memberi ultimatum lewat pidatonya bahwa ancaman perang dan krisis ekonomi Ukraina jadi sasaran utama jika FIFA tidak mencabut maklumat tersebut. Belum lagi ancaman serangan di berbagai situs yang membuat FIFA akhirnya berdamai. Padahal Rusia sendiri bukan negara yang diperhitungkan dalam laga sepak bola, ya, kembali ke antusiasme.

Di Indonesia sendiri sepak bola telah mempersatukan selera kelas kapitalis dan proletar di warung kopi. Sepak bola dan warung kopi ibarat dua sisi mata uang logam, tak bisa dipisahkan.

Sepak bola merupakan olahraga berpeluang tinggi mengaduk-aduk sportivitas larut dalam politik dan kejahatan apalagi ketika simbol-simbol ‘My Game is fair Play’ dan ‘Say No To Rasicm’ diinjak-injak oleh segelintir orang yang terlibat di dalamnya.

Masih ingatkah skandal Piala Dunia 2002 berbasis kepentingan politik Asia yang melibatkan sejumlah petinggi FIFA? Atau dua belas peluru menghujani Andreas Escobar setelah gol bunuh diri Kolombia yang membuat pailit salah satu rumah judi? Satu dari sekian kasus politik dan kejahatan di dunia sepak bola. Pepatah memang sulit dipatahkan “Ada politik ada kejahatan, ada kejahatan ada politik.”

Dalam sepak bola, gol bunuh diri ibarat dosa besar yang menghantui di setiap mimpi buruk sang eksekutor dalam melanjutkan karier atau reputasinya. Apalagi jika dilebel gelar pemain termuda own goal seperti Pedri atau Ampandu di posisi kartu merah. Noda hitam karier akan terus melekat. Dunia sepak bola memang keras. Satu kesalahan akan berdampak fatal.

Namun, Euro musim ini sepertinya ada sedikit nuansa berbeda yang terkesan lebih dingin. Laga pembuka Turki kontra Italia yang disaksikan hampir 17 ribu umat di Stadion Olimpico, Roma, Italia, diawali gol bunuh diri oleh pemain Turki, Merih Demiral. Dalam laga tersebut, Gli Azzurri sebutan timnas Italia sukses telak memaksa Turki tiga kali memungut bola di gawangnya sendiri.

Langkah pertama menentukan tampilan selanjutnya itu ada benarnya. Gol bunuh diri Demiral seperti melahirkan sugesti skuat lain untuk meniru secara berjemaah. Belum usai babak 8 besar, tercatat sudah 10 gol bunuh diri terjadi dan 6 kartu merah. Euro 2020 mencatatkan rekor gol bunuh diri terbanyak sepanjang sejarah Euro, bahkan mengalahkan jumlah gol sang top skor Cristiano Ronaldo yang mengoleksi 5 gol selama ia tampil di Euro 2020.

Sejauh ini, terbanyak dilakukan oleh pemain Slovakia dan juara bertahan Portugal dengan catatan dua gol bunuh diri sekaligus dalam satu laga. Hitung-hitung mengikuti jejak Spanyol musim 2008-2012, ternyata modal optimisme saja tidak cukup untuk mempertahankan berturut trofi Henri Delaunay, meski sang mega bintang tampil cukup apik dan piawai pada laga terakhir versus Belgia.

Malang, kekalahan tipis membuat skuad Fernando Santos angkat koper lebih cepat. Apa benar itu kutukan Ederzito pahlawan tunggal Portugal juara Euro 2016 di partai final? Mitos jenis ini sering sekali dikait-kaitkan dalam dunia sepak bola seperti kutukan Mario Gotze atas Jerman di Piala Dunia 2018.

Padahal, secara penguasaan bola dan shoot on target, Portugal lebih unggul dibanding Belgia. Namun, Dewi Fortuna sering memberi kejutan di luar prediksi sehingga pertarungan di lapangan hijau sulit ditebak. Julukan kuda hitam yang dulu dianggap kerikil untuk menghentikan langkah tim-tim besar sepertinya sudah expired jika melihat nama skuat yang terpampang dalam daftar perempat final saat ini.

Lihat saja Belanda dilibas Ceko 2-0 di babak 16 besar, walau sempat garang di fase grup. Apakah ini sejarah kemalangan yang berulang menimpa pelatih saat tampil sebagai pemain skuat Orange pada Euro 2000 silam? Dunia sepak bola memang realistis namun di sisi lain mitos cukup kental di sana.

Berbalik 180 derajat dengan Spanyol. Babak 16 besar begitu garang meski masuk juga dalam daftar kontribusi gol bunuh diri dan kegagalan penalti Morata, namun di fase grup sempat terseok-seok mengejar poin. Beruntung di akhir laga sukses membobol gawang lawan bak kesurupan. Sekejap nasib Polandia berubah. Kekecewaan Lewandoski terbaca saat melalui sorotan kamera.

Perempat final sudah berlangsung dua laga. Italia satu-satunya negara yang menyapu semua kemenangan dengan torehan catatan dua kebobolan saat melawan Austria dan Belgia. Jika dilihat kembali pertarungan dengan Austria itu pun ada kejanggalan. Wasit asal Inggris, Anthony Taylor menambah perpanjangan waktu selama 32 menit di babak kedua. Sungguh ironis. Bukankah perpanjangan waktu per babak maksimal hanya 15 menit? Jika memang harus ditambah lagi mestinya beracu pada hasil imbang. Sedangkan Italia telah membobol 2 kali gawang Austria di menit 95 dan 105. Artinya, permainan benar-benar sudah harus diakhiri.

Kebijakan demikian tak begitu adil. Lebih baik penalti atau kembali ke masa lalu tarik sistem golden goal biar standar waktunya jelas. Ivan Zazzaroni mewakili keresahan publik Italia melalui Corriere Dello Sport edisi Jumat menulis sebuah artikel “Hati-hati wasitnya orang Inggris.” Anehnya, Carlo Ancelotti justru menyebutkan bahwa Anthony adalah wasit terbaik di Premier League.

Wasit adalah pemimpin laga yang memiliki otoritas mutlak terhadap jalannya pertandingan meski ia sendiri tak jarang melakukan pelanggaran. Peran wasit sangat seram jika kita membaca ulang dengan teliti kalimat itu. Tak jarang wasit melakukan hal-hal konyol di lapangan seperti yang dialami bek Kroasia tahun sebelumnya, Simunic menerima kartu kuning tiga kali atau sebelum kehadiran VAR, beberapa gol bantuan tangan disahkan sedangkan gol indah justru dianulir. Belum lagi simpang siur gol bunuh diri Pedri-Unai Simon di Euro musim ini. Di sini jelas terlihat, meski telah menghadirkan VAR, namun pertandingan tak akan berjalan dengan mulus-mulus saja.

Meski sudah melaju ke semifinal, Italia sendiri masih trauma dengan fenomena macam ini karena pernah didepak dari Piala Dunia Korea Selatan saat Byron Moreno ditunjuk sebagai wasit yang belakangan terungkap bahwa laga tersebut telah terjadi pengaturan skor atau match fixing. Terkadang kekalahan tim bukan karena faktor pemain melainkan karena ulah wasit.

Bukan hal tabu pertarungan sepak bola selalu menghadirkan hal-hal baru di luar prediksi yang tak terpikirkan oleh bravo atau pengamat sekali pun. Musim ini, tim-tim jagoan khalayak gugur satu persatu.

Dari Portugal, Perancis, Kroasia, Jerman, Belanda, dan Swedia, kita bisa belajar tentang kejamnya sepak bola. Jadi, wajar saja jika juara masih menjadi teka-teki. Baru dua nama terpampang dalam bagan semifinal yaitu Italia versus Spanyol. Sedangkan empat lainnya sedang memperebutkan dua tiket yang tersedia. Di sana ada Inggris versus Ukraina dan Republik Ceko menghadapi Denmark.

Satu hal yang pasti, siapa pun juaranya pastilah mereka tim terbaik saat ini.[]

*Penulis adalah seorang guru.
Alamat: Jalan Banda Aceh-Medan Km. 121, Lampoih Saka, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Organisasi: PBSI Pidie periode 2020-2024. Hobi: Membaca, menulis, main badminton, main musik.

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Perangkat Desa tidak Tamat SMA, Pemuda Merasa ‘Terpukul’

BLANGKEJEREN - Pemuda Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues, merasa “terpukul” lantaran masih ada perangkat...

Mobil Pegawai Puskesmas Terjun ke Jurang Genting

BLANGKEJEREN - Mobil hitam jenis Avanza milik pegawai Puskesmas Pintu Rime Kecamatan Pining, Kabupaten...

AJI Lhokseumawe Bikin Video Kreasi Tarian Likok Pulo Meriahkan HUT AJI

LHOKSEUMAWE - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe telah membuat video kreasi tarian Likok...

Ratusan Warga Binaan Lapas Lhoksukon Divaksin

LHOSUKON - Sebanyak 439 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB...

Sampah di Seputaran Kota Blangkejeren tidak Diambil Petugas, Ini Kata Kepala DLH

BLANGKEJEREN - Tumpukan sampah di daerah Centong Bawah, Kota Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, mulai...

Tersangka Dugaan Korupsi Uang Makan-Minum Hafiz Gayo Lues Kembalikan Sebagian Kerugian Negara

BLANGKEJEREN - Tiga tersangka kasus dugaan korupsi uang makan dan minum hafiz pada Dinas...

Serahkan Bantuan Pribadi, Bintang Sampaikan Turut Belasungkawa Kepada Korban Kebakaran

    SUBULUSSALAM - H. Affan Alfian Bintang menyampaikan turut belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang...

Nibong Bangkitkan Tradisi Let Tupe

LHOKSUKON - Puluhan warga kembali membangkitkan tradisi let tupe (perburuan tupai) di Gampong Alue...

Pemko Subulussalam Serahkan Bantuan Sembako dan Peralatan Rumah Tangga Kepada Korban Kebakaran

  SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota Subulussalam menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada keluarga korban kebakaran di...

Sekda Bener Meriah Datangi Ombudsman Aceh

BANDA ACEH - Sekretaris Daerah Bener Meriah, Drs. Haili Yoga, M.Si., mendatangi dan bertemu...

Kapolres Subulussalam: Kebakaran Diduga Arus Pendek Listrik, Total 13 Unit, Kerugian Ditaksir Rp 2 Miliar

SUBULUSSALAM - Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono mengatakan sebanyak 11 unit rumah hangus terbakar,...

Kebakaran Hebat Landa Subulussalam, Belasan Rumah Terbakar, Termasuk Kantor KUA

SUBULUSSALAM - Belasan rumah masyarakat di Kampong Subulussalam Selatan, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam...

Jurnalis Harus Disiplin Verifikasi, tak Boleh Emosi dalam Melahirkan Karya Jurnalistik

LHOKSEUMAWE - Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe, Saiful Bahri, menegaskan setiap...

Kapolres Subulussalam Kunjungi Petani Putus Kaki Tersambar Mesin Potong Rumput, Serahkan Bantuan

  SUBULUSSALAM - Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono, S.I.K mengunjungi korban putus kaki akibat tersambar...

Viral Isu Komunitas Dibaiat Air Tuak, Ternyata Hoax, Kapolres Subulussalam Ingatkan Warga UU ITE

SUBULUSSALAM - Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono, S.I.K mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan media...

Kemenkes Drop 38 Ribu Dosis Vaksin ke Aceh, Masyarakat Diimbau Vaksinasi

BANDA ACEH - Kementerian Kesehatan drop lagi 38.300 dosis vaksin Sinovac mengisi stok vaksin...

Youtuber Sonupaii Terima Donasi Rp100 Juta untuk Bantu Pedagang Kecil Terdampak PPKM

MEDAN – Youtuber sukses asal Medan, Sumatera Utara, Sonupaii akrab disapa Mak Karbol, berhasil...

Besok, Nelayan Asal Sabang Dipulangkan ke Aceh

JAKARTA - Setelah menjalani masa karantina sepekan di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, nelayan Aceh...

RTA Ajak Selamatkan Anak Aceh dari Kecanduan Game

BANDA ACEH – Organisasi santri Aceh, Rabithah Thaliban Aceh (RTA) mengajak masyarakat, terutama para...

Indigo Hackathon Festival; Ajang Bergengsi untuk Para Talent dan Geek Terbaik Indonesia

Banda Aceh, 30 Juli 2021. DILo Hackathon Festival pada tahun 2021 secara resmi berganti...