27.4 C
Banda Aceh
Sabtu, April 17, 2021

Aceh Hari Ini: Komisi Pengawas Harta Rampasan Perang Dibentuk

BERITA DAERAH

Pada 6 Februari 1946 Residen Aceh membentuk komisi untuk mendaftar, meyimpan dan mengawasi harta benda dan senjata rampasan dari Jepang.

Pembentukan komisi ini dilakukan di semua daerah Luhak (setingkat kabupaten) di Aceh. Selain senjata yang direbut dari tentara Jepang, komisi ini juga menyimpan logistik yang dijarah dari gudang-gudang milik pemerintah Jepang, seperti beras, padi, kain, dan berbagai barang kebutuhan masyarakat lainnya.

Di Luhak Aceh Besar Komisi ini diketaui oleh Teuku Muhammad Amin dengan anggota terdiri dari Said Abubakar, Keosen Tjokrosentono, Ishak Amin dan Teuku Muhammad Taib.

Pada hari yang sama, yakni 6 Februari 1946 Komite Nasional Daerah Aceh mengeluarkan Maklumat Nomor 4 yang berisi anjuran agar penduduk menyimpan uang dengan cara menabung di Posseparbank atau Bank Nasional. Anjuran tersebut dikeluarkan berkaitan dengan maksud pemerintah yang akan mengeluarkan mata uang Republik Indonesia (Rupiah), sehingga memudahkan pertukaran.

Baca Juga: Sejarah Pembentukan Lembaga Wali Nanggroe Aceh

Banyaknya senjata dan logistik Jepang yang dikuasai Residen Aceh disebabkan oleh keberhasilan para pejuang Aceh melucuti kekuasaan Jepang sebelum Sekutu/NICA masuk. Bila di daerah di Indonesia persenjataan Jepang dilucuti oleh Sekutu/NICA setelah Jepang menyerah kalah kepada Sekutu, tidak demikian dengan Aceh. Jepang di Aceh dilucuti oleh laksra-laskar dan kelompok pejuang Aceh sendiri atas sepengetahuan Residen Aceh, karena itu Sekutu/NICA tidak pernah bisa masuk ke Aceh.

Kekuatan pejuang Aceh mampu menghalau Sekutu/NICA untuk tidak masuk ke Aceh melalui perang di perbatasan Aceh dengan Sumatera Timur (kini Sumatera Utara). Perang pejuang Aceh menghalau Sekutu/NICA di Sumatera Timur itu dikenal sebagai perang front Medan area.

Dalam pertempuran di front Medan area itu pejuang Aceh mampu mengimbangi kekuatan pasukan Sekutu/NICA kerena memiliki beragai jenis senjata yang berhasil direbut dari Jepang, termasuk senjata berat dan lima pabrik senjata di seluruh Aceh.

Lebih jelas tentang hal tersebut bisa dibaca dalam buku Batu Karang di Tengah Lautan (Pejuang Kemerdekaan di Aceh) halaman 237. Buku ini ditulis oleh pelaku pejuang kemerdekaan di Aceh Teuku Alibasjah Talsya dan diterbitkan oleh Lembaga Sejarah Aceh (LSA) atas bantuan Menteri Koperasi Republik Indonesia Bustanil Arifin yang juga salah seorang tokoh pejuang kemerdekaan di Aceh.[]

Baca Juga : Sejarah Dihapusnya Nama Kota Banda Aceh oleh Pemerintah Kolonial Belanda

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

HMI Komisariat Hukum Unimal Bagikan Takjil untuk Tukang Parkir Hingga Fakir Miskin

LHOKSEUMAWE - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal) membagikan ratusan takjil...

Gubernur Aceh Sampaikan LKPJ 2020: Realisasi Pendapatan Rp14,4 Triliun, Belanja Rp13,2 T

BANDA ACEH – Realisasi Pendapatan Aceh Tahun Anggaran (TA) 2020 mencapai Rp.14,441 triliun lebih...

Profil CEO Brian Armstrong, Sosok yang Bawa Coinbase Melantai di Wall Street

Resmi melantai di wall street, perusahaan jual beli mata uang kripto, Coinbase mampu membawa...

Dishub Lhokseumawe Atur Lalu Lintas Jelang Buka Puasa di Lokasi Ini

LHOKSEUMAWE - Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Lhokseumawe ikut mengatur arus lalu lintas di sejumlah...

[Cerita Bersambung] KAPTEN LET PANDE: Episode 1

KAPTEN LET PANDE Episode 1 - Cerita Bersambung - Novel Serial Karya: Thayeb Loh Angen Seratus perahu...

Ini Pesan Khatib saat Shalat Jumat di Masjid Islamic Center Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Ramai jamaah melaksanakan shalat Jumat pada pekan pertama bulan suci Ramadhan 1442...

Dipecat dan Banyak Utang, Wanita Ini Bangkit dengan Rp 72 Ribu

Dipecat dari pekerjaan dengan gaji besar serta memiliki setumpuk utang memang bukan hal yang...

Perempuan Kreatif, Siti Juita Mastura Aktif Ciptakan Drone

BATU PAHAT - Kemunculan wanita dalam bidang teknologi dron amat kurang, sedangkan usaha itu...

Abu Bakar Omar, Aktor Senior Malaysia Meninggal Dunia

KUALA LUMPUR - Aktor senior Malaysia, Abu Bakar Omar, meninggal dunia pada pukul 9.04...

Ini Bahayanya Sering Isi BBM Saat Tangki Kosong

MENGISI bahan bakar minyak (BBM) sudah menjadi kewajiban bagi setiap pemilik kendaraan. Tanpa BBM,...

AS Jatuhkan Sanksi dan Usir Diplomat Rusia terkait Intervensi

Amerika Serikat menjatuhkan sanksi dan mengusir 10 diplomat Rusia pada Kamis 15 April 2021...

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 1,57 Miliar Dolar AS

JAKARTA – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Neraca perdagangan Indonesia Maret 2021 kembali...

Ini Penyakit yang Menyebabkan Bau Mulut

Bau mulut tidak hanya disebabkan oleh kebersihan mulut yang tidak terjaga, tapi juga bisa...

Dari Balik Penjara, Habib Rizieq Shihab Selesaikan Gelar S-3

JAKARTA - Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab (HRS), Aziz Yanuar menyampaikan kabar bahwa kliennya...

Artis Pakistan Menggubah Lagu Hubungan Turki, Azerbaijan, Pakistan

Seorang seniman nasyid Pakistan telah membuat lagu dan membuat video musik untuk menarik perhatian...

Puasa yang Sia-sia, Hati- Hati Ini Penyebabnya

Puasa yang sia-sia. Istilah ini sering terdengar namun apa maksudnya dan orang yang bagaimana...

Mualaf Inggris Olu Thomas: Saya Jatuh Cinta Pada Islam

LONDON -- Perantau Inggris bernama Olu Thomas adalah pengusaha yang sangat sukses di Uni...

Aksi Solidaritas untuk Nurhadi, AJI Banda Aceh: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Jurnalis

BANDA ACEH - Para jurnalis berhimpun dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh menggelar...

IOM Serahkan Pendingin Vaksin kepada Dinkes Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - International Organization for Migration (IOM) menyerahkan satu unit pendingin vaksin (TCW3000AC) kepada...

9 Resep Minuman Apel Cocok untuk Sahur, Bisa Kurangi Kantuk

Apel merupakan salah satu buah yang mudah ditemukan dan harganya terjangkau. Apel sangat baik...