27.1 C
Banda Aceh
Senin, April 12, 2021

Aceh Hari Ini: Teuku Umar Syahid dalam Perang Suak Ujong Kala

BERITA DAERAH

Pada tengah malam tanggal 10 menjelang 11 Februari 1899, Teuku Umar dan pasukannya mencoba turun ke Meulaboh untuk menyerang sebuah pusat pertahanan Belanda. Esok harinya dalam sebuah pertempuran di Suak Ujong Kala Meulaboh, Teuku Umar tewas tertembak militer Belanda.

Sehari sebelum perang yang menewaskan Teuku Umar tersebut, Teuku Umar pernah berkata kepada pasukannya, “Singoh beungoh tajep kupi di keude Meulaboh, atawa lon akan syahid.” Artinya, besok pagi kita minum kopi di pasar Meulaboh atau saya akan syahid.

Seakan telah mengetahui ajalnya sudah dekat, janji minum kopi di pasar Meulaboh itu tidak terlaksana, karena pergerakan pasukan Teuku Umar yang akan menyerang Belanda diketahui oleh Belanda, sehingga pasukan Belanda mencegatnya di  Suak Ujong Kala, Meulaboh. Pertempuran sengit terjadi, dua peluru Belanda mengenai dada Teuku Umar, suami kedua Cut Nyak Dhien itu syahid.

Baca Juga: Residen Aceh Memecat Para Pegawai yang Terlibat Perang Cumbok

Peristiwa itu terjadi karena Belanda melalui seorang cuak (mata-mata) berhasil mengetahui keberadaan Teuku Umar dan pasukannya. Ia pun dihadang saat pulang dari Pidie menuju Meulaboh, Aceh Barat melalui pegunungan. Pasukan Belanda yang sudah siaga pun menembaknya dalam perang terbuka ketika kelompok Teuku Umar sampai pada sebuah pantai. Dua peluru bersarang di tubuh Teuku Umar.

Pahlawan nasional kelahiran 1854 itu pun roboh. Ia segera dibawa lari oleh Pang Laot, salah seorang panglima perang dalam kelompok gerilyawan Teuku Umar. Jenazah Teuku Umar disembunyikan oleh pasukannya. Mula-mula dibawa ke daerah Calang, kemudian ke Batu Putih hingga ke daerah Arongan. Baru setelah Belanda tidak lagi mengejar, jenazah Teuku Umar dimakamkan di Desa Meugoe Rayeuk, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat.

Baca Juga: Pertama Kali Komandan GAM dan Komandan TNI Bertemu Satu Meja

Semasa hidupnya Teuku Umar pernah dikecam karena membelot dari perjuangan rakyat Aceh dengan membantu Belanda. Ternyata apa yang dilakukannya hanyalah praktik tipu-tipu yang dikenal dengan politik tipu Aceh.

Pada saat perang Aceh dengan Belanda meletus tahun 1873 Teuku Umar baru berusia 19 tahun. Karena usianya yang masih muda itu pula ia tidak diikutsertakan dalam perang. Meskipun demikian ia selalu terlibat memberikan latihan-latihan perang kepada pemuda-pemuda kampung calon prajurit. Selain itu ia juga sibuk menghubungi para pemimpin rakyat lainnya untuk diajak berunding mempersiapkan siasat perang melawan Belanda.

Dalam pertemuan itu, ia mengatakan harus ada satu orang saja yang akan dijadikan pemimpin para gerilayawan yang akan menentukan waktu dan tempat perang yang akan digelar. Perundingan bersama pemimpin gerilyawan itu kemudian sepakat untuk mengangkat Nanta Setia sebagai pemimpin tinggi dalam perjuangan melawan Belanda.

Pada tahun 1878, salah seorang panglima pemimpin gerilyawan Aceh, Tgk Ibrahim Lam Nga, suaminya Cut Nyak Dhien gugur dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Belanda. Berita itu tersebar ke seluruh pelosok Aceh. Sejak saat itulah Teuku Umar menaruh perhatian  khusus kepada Cut Nyak Dhien yang gigih melanjutkan perjuangan menentang Belanda, meski suaminya telah tewas.

Ketegasan dan ketabahan Cut Nyak Dhien dalam perang melawan Belanda membuat hati Teuku Umar kepicut. Ia pun melamar Cut Nyak Dhien untuk menjadi istrinya. Awalnya Cut Nyak Dhien menolak, tapi Teuku Umar tidak menyerah ia akhirnya mampu meluluhkan hati Cut Nyak Dhien untuk menikah dengannya.

Perkawinan Teuku Umar dengan Cut Nyak Dhien kemudian melahirkan seorang anak perempuan yang diberi nama Cut Gambang. Ia lahir disebuah tempat pengungsian yang jauh dari kampung halamannya, karena pada saat itu Teuku Umar sedang memimpin pertempuran melawan Belanda.

Baca Juga:Sejarah Pembentukan Dewan Perjuangan daerah Aceh

Dalam perjalanan perjuangannya, Teuku Umar kemudian memutuskan untuk menyerah kepada Belanda. Sikapnya itu dikecam oleh para pejuang Aceh. Namun ternyata Teuku Umar punya maksud lain. Tak lama kemudian ia membelot dan kembali memimpin perang. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada akhir Maret 1896.

Saat membelot Teuku Umar membawa lari 380 senapan kokang modern, 800 senapan jenis lama, 250.000 butir peluru, 500 kilogram mesiu, 120.000 sumbu mesiu, dan lima ton timah untuk mengisi sendiri persediaan mesiu, serta uang sebanyak 18.000 ringgit Spanyol. Aksi tipu-tipu gaya Teuku Umar itu menjadi pukulan telak bagi Belanda. Semua orang pun tercengang menyadari menyerahnya Teuku Umar kepada Belanda dulu tak lebih dari siasat tipu Aceh.

Perang terus berkecamuk, pasukan marsose di bawah pimpinan Jendral van Huetz didatangkan langsung dari Batavia (sekarang Jakarta-red) untuk menyerang kelompok Teuku Umar. Kepada Van Huetz Gubernur Militer Hindia Belanda memerintahkan untuk menangkap Teuku Umar hidup atau mati. Dan akhirnya Teuku Umar Syahid dalam perang di Suak Ujong Kala.[]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

Es Teler Bang Gam

 BANDA ACEH - Bulan puasa tahun ini akan kita masuki esok, Selasa, 13 April...

Prihatin Insentif Imam Masjid Belum Dibayar, Salehati Sarankan BPKD Prioritaskan Pencairan Dana Desa

SUBULUSSALAM - Politikus Partai Aceh, Salehati menyarankan pemerintah melalui Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD)...

Ini Kata Kasatlantas Lhokseumawe Soal Pengaturan Lalu Lintas saat Ramadhan

LHOKSEUMAWE- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lhokseumawe memprediksi akan terjadi kepadatan dan kemacetan di...

Polres Gayo Lues Gelar Operasi Keselamatan-2021

BLANGKEJEREN - Polres Gayo Lues akan melaksanakan Operasi Keselamatan Seulawah-2021 selama 14 hari, mulai...

Nasib Pengungsi Rohingya di Aceh: Merajut Asa, Menunggu tanpa Kepastian

Muhammad Ismail (24 tahun), pengungsi Rohingya, datang dari Malaysia ke Aceh demi menemui istrinya...

Dilema “Lawan Covid-19” Pengungsi Rohingya Aceh

Pengungsi Rohingya diharuskan disiplin menerapkan protokol kesehatan demi terhindar dari infeksi Covid-19. Namun, masyarakat...

Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe Siapkan Ikan Asin untuk Menu Berbuka hingga Dikirim ke Medan, Begini Pengolahannya

LHOKSEUMAWE – Pengungsi Rohingnya di Lhokseumawe menyiapkan ikan asin untuk menu berbuka puasa di...

Over Kapasitas Lapas di Aceh Hampir 500 Persen

BANDA ACEH – Over kapasitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Aceh sudah hampir mencapai...

Sambut Ramadhan, Anggota DPRK Salehati Berikan Bantuan ke Masjid-masjid

SUBULUSSALAM - Anggota DPRK Subulussalam dari Partai Aceh, Salehati memberikan bantuan paket Ramadhan 1442...

Inilah Ragam Makanan Sehat untuk Jantung

Mengonsumsi makanan sehat untuk jantung dan menjalani pola hidup sehat dapat membuat Anda terhindar...

Ini Nama-nama Pengurus Dewan Perwakilan Mahasiswa USK 2021

BANDA ACEH - Struktural Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (DPM USK) Tahun 2021...

Pimpinan Kelompok Salamullah Lia Eden Meninggal Dunia

Pimpinan kelompok Salamullah Lia Aminuddin alias Lia Eden meninggal dunia. Kabar tersebut dibagikan dalam...

11 Kandidat Siap Rebut Kursi Ketum HMI Lhokseumawe-Aceh Utara

LHOKSEUMAWE - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe- Aceh Utara akan melaksanakan Konferensi Cabang...

Walkot Bintang: Harga Sembako Stabil, Tidak ada Lonjakan

SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang memastikan harga kebutuhan pokok di...

Jelang Ramadhan, Walkot Bintang Blusukan Cek Harga Sembako

 SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang blusukan di pasar mingguan Penanggalan...

3.264 Peserta Ikut UTBK SBMPTN di Unimal, Ini Aturannya

LHOKSEUMAWE - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi...

Ini Harga Daging dan Kepala Sapi di Pasar Geudong

ACEH UTARA - Harga daging sapi pada meugang pertama menyambut bulan puasa tahun ini...

Kepala Polisi New York Kawal Masjid Islamic Center

NEW YORK- Imam Besar Masjid Islamic Center New York, Amerika Serikat, Imam Shamsi Ali...

Ini 10 Orang Terkaya RI, Ada Bos Kamu?

Forbes kembali merilis daftar orang-orang terkaya di dunia melalui 'The Richest in 2021'. Sejumlah...

Dawn Maqsood, Muslim Skotlandia

Dawn Maqsood menghadapi tantangan yang tak mudah usai memutuskan menjadi Muslim. Namun, tantangan itu...