27.2 C
Banda Aceh
Sabtu, September 25, 2021

Pemimpin Aceh 2024: Mualem, Tu Sop Jeunieb, Tgk Muhar

Oleh: Thayeb Loh Angen
Budayawan, Organisator, Penulis Novel Aceh 2025.

Perpolitikan merupakan hal penting bagi rakyat Aceh. Mereka membicarakan politik di mana saja. Di Aceh, secangkir kopi juga politik.

Di masa kini, setelah konflik bersenjata selama 29 tahun (1976-2005) dan memasuki perdamaian (MoU Helsinki tahun 2005), perpolitikan di Aceh semakin maju.

Para pelaku politik garis keras semakin beradaptasi. Mereka tidak lagi memaksa rakyat untuk memilih calon atau partai tertentu sehingga nilai-nilai demokrasi semakin terwujud. Namun, ironisnya, seiring majunya cara orang Aceh berpolitik, nilai-nilai keacehan di hati para politisinya menurun.

Menghilangnya nilai-nilai keacehan di hati para politisi kita, berganti dengan sikap oportunistik dan materialistis merupakan sebuah bencana sosial yang hanya terjadi di negara berkembang. Sementara di negara maju seperti Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Swedia, dan beberapa negara lainnya, hal seperti itu tidak terjadi lagi. Mereka telah dewasa dalam sistem ekonomi dan politik.

Dalam rentang dua puluh tahun ini, ada tiga negara besar yang memiliki pemimpin besar kelas dunia sehingga negara tersebut menuju sistem ekonomi dan politik negara maju. Mereka adalah Vladimir Putin di Rusia, Xi Jingping di Cina, dan Recep Tayyip Erdogan di Turki. Masing-masing mereka telah berkuasa lebih dari dua puluh tahun dan membuat rakyat negaranya bangga serta negara lain segan kepada negara tersebut.

Di bawah tangan kuat para pemimpin tersebut, ketiga negara itu telah menguatkan ekonomi, pertahanan, dan pemerintahan yang APBN-nya terkendali. Turki dan Rusia memenangkan perang-perang, meningkatkan teknologi militernya, dan meningkatkan pendapatan penduduknya. Sementara itu, Cina meningkatkan pengaruh dagangnya, tetapi belum mampu terlibat dengan perang di mana pun.

Walaupun berstatus provinsi di dalam Republik Indonesia, tetapi adalah hal yang biasa bagi Aceh untuk menjadikan pembangunan dari negara luar sebagai contoh. Aceh memiliki ingatan sejarah yang kuat tentang hubungannya dengan dunia internasional.

Sistem Politik

Dengan sistem politik yang diberlakukan sekarang di Aceh oleh pemerintah Republik Indonesia, maka penentu Aceh maju atau tidak adalah Gubernur Aceh. Undang-Undang No 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) telah membuat Gubernur Aceh sebagai raja kecil.

Maka, jabatan sebagai gubernur di Aceh harus dipegang oleh seorang Aceh yang memenuhi banyak syarat menjadi pemimpin, bukan politisi oportunis dan materialistis apalagi hanya bermodal kemasyhuran seperti monyet sirkus dalam politik.

Setiap dari kita tentu tahu apa saja syarat menjadi pemimpin. Selain itu, dalam masa sekarang, sebagai tambahan pertimbangan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjadi pemimpin Aceh.

Pertama, sebagai provinsi di dalam Republik Indonesia, Gubernur Aceh adalah harus orang yang direstui oleh istana negara.

Kedua, sebagai pemimpin di wilayah yang religius, maka pemimpin Aceh harus orang yang melindungi nilai-nilai Islam.

Ketiga, pemimpin di wilayah yang sebagian penduduknya berwatak baik hati tetapi keras dan berani, maka pemimpin Aceh harus orang yang berwatak petarung.

Di antara beberapa nama yang disebutkan orang-orang untuk calon gubernur Aceh, maka kita sebut saja tiga orang di antara mereka, yaitu:

  1. Ketua Umum Partai Aceh, Muzakir Manaf (Mualem).
    Selain Malik Mahmud Al-Haytar, Mualem adalah pemimpin tertinggi dari para pejuang Aceh (GAM) yang memiliki jiwa baik hati dan petarung serta masih disegani oleh kawan dan lawannya. Dia juga masih diperhitungkan oleh pihak Jakarta.
    2. Ketua Himpunan Ulama Dayah (HUDA), Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab (Tu Sop Jeunieb).
    Tu Sop Jeunieb adalah seorang yang bijaksana dan ulama muda dayah yang wasathiyah (moderat), filantropis, dan pejuang nilai-nilai Islam.
    3. Ketua Partai Persatuan Indonesia (Perindo) DPW Aceh, Tgk. H. Muharuddin, S.Sos.I., M.M (Tgk Muhar). Tgk Muhar adalah seorang politisi muda yang berkarakter dari kalangan pejuang Aceh yang menjadi Ketua DPRA 2014-2018. Dia juga alumni dayah dan sekarang pengurus partai nasional yang dekat dengan istana.

Memilih Permimpin

Dari tiga nama tersebut, salah satu dari mereka dapat menjadi Gubernur Aceh, salah satu dari mereka sebagai Wakil Gubernur Aceh, dan salah satu dari mereka menjadi ketua tim pemenangan.

Apabila Anda memiliki nama lain, maka kita dapat memusyawarahkannya di dalam sebuah seminar politik di hadapan rakyat Aceh. Kita akan membedah profil dan sifat-sifat calon pemimpin di Aceh.

Semoga orang-orang yang bijaksana, visioner serta berjiwa negarawan yang memegang pemerintahan di Aceh. Kita harap, kehormatan Aceh kembali dan hubungannya dengan istana negara membaik seperti pada masa Ali Hasyimi dengan Sukarno dan masa Suharto dengan Ibrahim Hasan.

Dengan demikian, Aceh dapat maju dan keutuhan wilayah Republik Indonesia terjaga dengan baik dengan memilih orang yang benar sebagai pemimpin Aceh 2024. Insyaallah, wallahu ‘alam.[]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Terbaru

Gayo Lues Tuan Rumah Pra-PORA Sepak Bola

BLANGKEJEREN - Kabupaten Gayo Lues  akan menjadi tuan rumah Pra-Pekan Olahraga Aceh (PORA) Cabang...

Palestina: Israel Haraus Tinggalkan Yerusalem Timur dalam 1 Tahun

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menuduh Israel menghancurkan prospek penyelesaian politik berdasarkan solusi dua negara  melalui permukiman di Tepi...

Saksikan Pacuan Kuda di Gayo Lues, Pengunjung Disuntik Vaksin, Dikasih Sembako

  BLANGKEJEREN - Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Gayo Lues menggelar latihan bersama...

Putri Bimbim Slank Mezzaluna Siap Go Internasional Lewat Lagu ‘In Situ’

Putri Bimbim Slank, Mezzaluna D'Azzuri mengikuti jejak sang ayah terjun di industri musik Indonesia. Bukan sebagai drummer,...

Berikan Pemahaman kepada Masyarakat Pentingnya Vaksinasi Covid-19

SABANG – Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah M.Kes., menitipkan pesan kepada para kepala Puskesmas...

Aceh Hari Ini: Siasat Kawat Palsu Pemuda Atjeh Sinbun Untuk KNIL

Para pemuda pejuang Aceh di redaksi surat kabar Atjeh Sinbun membuat kawat palsu atas...

SMUR Minta Pemkab Aceh Utara Cabut Izin HGU PT SA

LHOKSEUMAWE – Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR) bersama warga Kecamatan Simpang Keuramat, meminta Pemerintah...

Realisasi PAD Getah Pinus Gayo Lues Baru 14 Persen

BLANGKEJEREN – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gayo Lues dari bagi hasil getah...

Kabid Humas Polda Aceh: Khana Darasa Naswa Hanya Alami Sikosomatik

BANDA ACEH – Khana Darasa Naswa (12) siswi SMK Negeri 1 Lkokseumawe yang tumbang...

Tim Polyrobocom PNL Ikuti Kontes Robot Indonesia 2021

LHOKSEUMAWE - Tim  Polyrobocom Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) mengikuti ajang Kontes Robot Indonesia (KRI)...

Ganti Rugi Lahan Jalan Tol di Padang Tiji Dinilai Bermasalah

BANDA ACEH - Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol di Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten...

Orang Tua Siswi Korban Vaksin di Lhokseumawe akan Tempuh Jalur Hukum

LHOKSEUMAWE – Aji Usman (52) akan tetap menempuh jalur hukum, setelah Khana Darasa Naswa...

Ritual Pagi Hari Demi Kualitas Hidup

Pebisnis sekaligus penulis buku "The Miracle Morning", Hal Elrod, mengakui, bangun pada pagi hari...

Risiko Berat Mualaf Juan Berjuang Sembunyikan Islamnya

Juan Dovandi (19 tahun) masih terus berproses sebagai mualaf. Karena hingga saat ini dia...

Conor McGregor Bikin Onar dan Patah Kaki, Nasibnya Kini

Kabar terbaru disampaikan Presiden Ultimate Fighting Championship (UFC) Dana White. Hal ini soal nasib Conor...

Kemenag dan Dinas Dayah Persiapkan Hari Santri Nasional

BANDA ACEH - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh dan Dinas Pendidikan Dayah Aceh...

Tak Layak Pakai, Delapan Ruang Belajar SMPN 1 Tanah Luas Direhab

LHOKSUKON – Delapan ruang belajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Tanah Luas,...

Polisi Selidiki Kasus Dugaan Penyerobotan Lahan di Simpang Keuramat

LHOKSEUMAWE- Tim penyidik Polres Lhokseumawe melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan penyerobotan lahan antara masyarakat...

Jika Bitcoin Jadi Sangat Sukses, Ini Prediksi Miliarder Ray Dalio

NEW YORK - Pendiri hedge fund terbesar di dunia, Bridgewater Associates, Ray Dalio memprediksi...

Premier Oil Andaman Cari Cadangan Migas Baru di Aceh

BANDA ACEH – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKSK) Premier Oil Andaman mencari cadangan minyak...
Butuh CCTV, dapatkan di ACEH CCTV. ALAMAT: Jln Tgk Batee Timoh lr Peutua II, Gampong (Desa) Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh. Kode Pos 23114. TLP/WA : 0822.7700.0202 (MUSRIADI FAHMI). Taqiyya Cake and Bakery, Tersedia: Brownies, Bolu pandan, Bolpis, Bolu minyak, Bolu Sungkish, Ade, Donat, Serikaya, Raudhatul Jannah (082269952496), Perum Gratama Residence No 5 Mibo Lhoong Raya Banda Aceh. Kunjungi Showroom Honda Arista. Jl. Mr. Teuku Moh. Hasan No.100, Lamcot, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh 23242. Hubungi: No Tlp/WA : 082236870608 (Amirul Ikhsan). Kunjungi Usaha Cahaya Meurasa/ Kue Kacang Alamat: Perumahan Cinta Kasih, Gampong (Desa) Neuheun, Kec. Masjid Raya, Aceh Besar. Tersedia Kue Malinda/Kacang dan Nastar. Hubungi TLP/WA: 085277438393 (Nurjannah) - Bimbel Metuah, Almt: Jl. Seroja No. 5, Ie Masen Kayee Adang, Ulee Kareng, Banda Aceh. HP/WA: 0823 6363 2969 (Ola). Instagram: @bimbelmetuah @metuah_privat