27.2 C
Banda Aceh
Sabtu, September 25, 2021

Politik Ulama Aceh di Mekkah

Para Ulama Aceh di Mekkah berhasil menginternasionalkan perang Aceh dengan Belanda. Konsulat Belanda di Jeddah kemudian mengawasi jamaah haji asal Aceh, doa-doa orang Aceh pun diperdebatkan.

Pemerintah Kolonial Belanda beranggapan bahwa pertemuan jamaah haji asal Aceh beserta beberapa ulama Aceh yang bermukim di Mekkah, bukan hanya pertemuan biasa yang membicarakan persoalan ibadah, tapi juga pertemuan politik. Orang-orang Aceh berhasil memperoleh dukungan dan simpati dari berbagai kalangan. Mereka mendukung gerakan perang sabil di Aceh.

Akibatnya, pada 12 September 1890, Wakil Pemerintah Belanda di Jeddah memberitahukan  atasannya Menteri Luar Negeri Belanda di Den Haag bahwa ulama-ulama Aceh sering mengirim surat-surat berbahasa Arab kepada berbagai perwakilan negara muslim di Arab, mereka meminta dukungan dalam perang melawan Belanda.

Baca Juga: Teungku Chik Di Bitay dan Jejak Turki di Aceh

Penulis Belanda E Gobee dan C Adriaanse dalam buku Nasihat-Nasihat C Snouck Hurgronje Semasa Kepegawaiannya Kepada Pemerintah Hindia Belanda 1889-1936, mengungkapkan, Kosulat Belanda di Jeddah kemudian memata-matai pergerakan orang Aceh di Mekkah karena doa-doa dan aktivitas politik mereka di Arab.

Bagi Belanda, doa-doa dari Arab itu memberikan aspek politik yang sangat penting bagi perjuangan rakyat Aceh. Dari Mekkah berita tentang perang Aceh kemudian tersebar ke seluruh dunia muslim.

Belanda menyebutkan, doa-doa yang dipanjatkan oleh para ulama di Mekkah itu sebagai ajakan untuk mendukung Aceh dalam perang melawan Belanda. Ini juga bagian dari politik ulama Aceh dalam menyiarkan masalah perang Aceh ke dunia internasional.

Di Mekkah, sekumpulan orang Aceh yang mengumpulkan uang untuk membayar sepuluh orang ulama membacakan doa-doa dan hadis Nabi Muhammad SAW melalui kitab dua perawi hadis, Bukhari dan Muslim dicurigai oleh Konsul Belanda di Jeddah, H Spakler.

Alasannya mereka membacakan hadis-hadis tentang kewajiban jihad fisabilillah dan keutamaannya, yang oleh Belanda disebut sebagai pematik nafsu perang orang Aceh. Belanda merasa itu sebagai sebuah spirit yang ditularkan dari Arab ke Aceh.

Apa lagi para jamaah haji Aceh itu kemudian mendapatkan kertas-kertas berisi tulisan-tulisan dan doa-doa untuk keselamatan dan kemenangan dalam medan perang.  Inilah yang kemudian menjadi asal mula sebab Belanda mendata setiap orang Aceh yang naik haji dan pulang dari Arab.

Namun Christian Snouck Hurgronje mengaku tak tahu pasti apa yang dilakukan orang Aceh di Mekkah itu, sehinga ia meminta kepada Pemerintan Belanda melalui Menteri Daerah Jajahan untuk mengizinkannya melakukan penelitian lebih lanjut.

Baca Juga: Laksamana Malahayati Membunuh Cornelis de Houtman

Surat Rahasia Snouck Hurgronje

Perdebatan tentang doa orang Aceh di Mekkah itu ditulis oleh Snouck Hurgronje dalam rubrik Ilmu-Ilmu Agama tanggal 24 Oktober 1890 dan tanggal 28 April 1891. Pada pembukaan suratnya Snouck Horgronje menulis.

Dengan menyampaikan kembali kiriman Pemerintah No.930 dan No.931 rahasia tertanggal 22 Oktober 1890, maka saya dengan segala hormat, berdasarkan kiriman Pemerintah yang pertama, mengemukakan catatan yang mungkin dapat digunakan untuk memenuhi permintaan Konsul di Jeddah untuk mendapat keterangan lebih lanjut.

Menurut Gobee, dokumen rahasia yang dimaksud dalam pembukaan surat Snouck Hurgronje tersebut, merupakan sebuah nota dari Konsul Belanda di Jeddah tanggal 12 September 1890. Nota itu ditujukan kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Buitenzorg (Bogor). Nota tersebut berkaitan dengan doa-doa yang diucapkan di Mekkah oleh para ulama yang memohon bantuan Allah SWT kepada orang Aceh dalam perang melawan Belanda.

Gobee melanjutkan, saat itu orang-orang Aceh yang bermukim di Mekkah, ketika menerima berita tentang perang Aceh melawan Belanda, mereka membuat berbagai usaha untuk membantu Aceh lepas dari mara bahaya perang.

Dengan perantara seorang tokoh Aceh yang sudah lama bermukim di Mekkah, yakni Tuanku Muhammad Saleh, terkumpul dana dari orang-orang Aceh di Mekkah sekitar 300 dolar. Dana itu kemudian diberikan kepada para ulama terkemuka untuk menyampaikan ceramah, petuah-petuah dan doa-doa untuk kemenangan Aceh dalam setiap peperangan.

Sekumpulan orang Aceh yang mengikuti cermah-ceramah tersebut diberikan kertas-kertas berisi doa dan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW dari kumpulan hadis dua perawi terkenal, Bukhari dan Muslim. Ceramah dan pembacaan kitab-kitab agama berlangsung sebulan dua kali di rumah Syekh Abdul Gani Aceh.

Ada sepuluh ulama terkemuka yang diundang oleh orang Aceh untuk berceramah dan pengajian berbagai kitab, salah satunya Hasan Bin Jahar Allail. Namun dalam tahun-tahun selanjutnya, jumlah orang Aceh yang naik sangat berkurang, hal ini kemudian menjadi tanda tanya besar bagi Konsul Belanda di Jeddah, H Spakler.

Pendapat Konsul Belanda di Jeddah, H Spakler dan kekhawatirannya terhadap kumpulan orang Aceh dan doa-doanya itu kemudian dibantah dan diperdebatkan oleh Christian Snouck Hurgronje.  Menurut Snouck orang Aceh di Mekkah berkumpul untuk belajar pada ulama-ulama yang mereka undang untuk membaca kitab-kitab tertentu, tidak ada hubungannya dengan situasi perang di Aceh.

Baca Juga: Ulama Aceh Pimpin Misi Haji Pertama Republik Indonesia

Meski demikian keberadaan orang Aceh di Mekkah tetap menjadi perhatian Pemerintah Belanda. Ketika Konsul Belanda di Jeddah digantikan dari H Spakler kepada JB van der Houven van Oordt, penelitian lebih lanjut tentang orang-orang Aceh di Arab dilakukan atas saran Christian Snouck Hurgronje.

Untuk kepentingan penelitian tersebut Belanda memperkerjakan seorang ilmuan Indonesia bernama Raden Abu Bakar Djajadiningrat. Ia diangkat sebagai penerjemah di Konsulat Belanda di Jeddah, Arab Saudi.

Berdasarkan hasil penerlitian tersebut Konsul Belanda di Jeddah, JB van der Houven van Oordt menyatakan pendapat H Spakler konsul sebelumnya di Jeddah sudah benar, nasehat Christian Snuock Hurgronje yang salah tentang keberadaan orang Aceh dan doa-doanya di Arab Saudi. Artinya ia mengakui memang ada gerakan politik dan keagamaan orang Aceh di Mekkah untuk membantu perjuangan Aceh berperang melawan Belanda.

JB van der Houven van Oordt kemudian pada 6 Januari 1891 mengirimkan hasil penelitain tersebut kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Buitenzorg (Bogor). Dan keberadaan orang-orang Aceh yang bermukim di Mekkah terus mendapat pengawasan dari Konsul Belanda.[]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Terbaru

Gayo Lues Tuan Rumah Pra-PORA Sepak Bola

BLANGKEJEREN - Kabupaten Gayo Lues  akan menjadi tuan rumah Pra-Pekan Olahraga Aceh (PORA) Cabang...

Palestina: Israel Haraus Tinggalkan Yerusalem Timur dalam 1 Tahun

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menuduh Israel menghancurkan prospek penyelesaian politik berdasarkan solusi dua negara  melalui permukiman di Tepi...

Saksikan Pacuan Kuda di Gayo Lues, Pengunjung Disuntik Vaksin, Dikasih Sembako

  BLANGKEJEREN - Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Gayo Lues menggelar latihan bersama...

Putri Bimbim Slank Mezzaluna Siap Go Internasional Lewat Lagu ‘In Situ’

Putri Bimbim Slank, Mezzaluna D'Azzuri mengikuti jejak sang ayah terjun di industri musik Indonesia. Bukan sebagai drummer,...

Berikan Pemahaman kepada Masyarakat Pentingnya Vaksinasi Covid-19

SABANG – Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah M.Kes., menitipkan pesan kepada para kepala Puskesmas...

Aceh Hari Ini: Siasat Kawat Palsu Pemuda Atjeh Sinbun Untuk KNIL

Para pemuda pejuang Aceh di redaksi surat kabar Atjeh Sinbun membuat kawat palsu atas...

SMUR Minta Pemkab Aceh Utara Cabut Izin HGU PT SA

LHOKSEUMAWE – Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR) bersama warga Kecamatan Simpang Keuramat, meminta Pemerintah...

Realisasi PAD Getah Pinus Gayo Lues Baru 14 Persen

BLANGKEJEREN – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gayo Lues dari bagi hasil getah...

Kabid Humas Polda Aceh: Khana Darasa Naswa Hanya Alami Sikosomatik

BANDA ACEH – Khana Darasa Naswa (12) siswi SMK Negeri 1 Lkokseumawe yang tumbang...

Tim Polyrobocom PNL Ikuti Kontes Robot Indonesia 2021

LHOKSEUMAWE - Tim  Polyrobocom Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) mengikuti ajang Kontes Robot Indonesia (KRI)...

Ganti Rugi Lahan Jalan Tol di Padang Tiji Dinilai Bermasalah

BANDA ACEH - Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol di Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten...

Orang Tua Siswi Korban Vaksin di Lhokseumawe akan Tempuh Jalur Hukum

LHOKSEUMAWE – Aji Usman (52) akan tetap menempuh jalur hukum, setelah Khana Darasa Naswa...

Ritual Pagi Hari Demi Kualitas Hidup

Pebisnis sekaligus penulis buku "The Miracle Morning", Hal Elrod, mengakui, bangun pada pagi hari...

Risiko Berat Mualaf Juan Berjuang Sembunyikan Islamnya

Juan Dovandi (19 tahun) masih terus berproses sebagai mualaf. Karena hingga saat ini dia...

Conor McGregor Bikin Onar dan Patah Kaki, Nasibnya Kini

Kabar terbaru disampaikan Presiden Ultimate Fighting Championship (UFC) Dana White. Hal ini soal nasib Conor...

Kemenag dan Dinas Dayah Persiapkan Hari Santri Nasional

BANDA ACEH - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh dan Dinas Pendidikan Dayah Aceh...

Tak Layak Pakai, Delapan Ruang Belajar SMPN 1 Tanah Luas Direhab

LHOKSUKON – Delapan ruang belajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Tanah Luas,...

Polisi Selidiki Kasus Dugaan Penyerobotan Lahan di Simpang Keuramat

LHOKSEUMAWE- Tim penyidik Polres Lhokseumawe melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan penyerobotan lahan antara masyarakat...

Jika Bitcoin Jadi Sangat Sukses, Ini Prediksi Miliarder Ray Dalio

NEW YORK - Pendiri hedge fund terbesar di dunia, Bridgewater Associates, Ray Dalio memprediksi...

Premier Oil Andaman Cari Cadangan Migas Baru di Aceh

BANDA ACEH – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKSK) Premier Oil Andaman mencari cadangan minyak...
Butuh CCTV, dapatkan di ACEH CCTV. ALAMAT: Jln Tgk Batee Timoh lr Peutua II, Gampong (Desa) Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh. Kode Pos 23114. TLP/WA : 0822.7700.0202 (MUSRIADI FAHMI). Taqiyya Cake and Bakery, Tersedia: Brownies, Bolu pandan, Bolpis, Bolu minyak, Bolu Sungkish, Ade, Donat, Serikaya, Raudhatul Jannah (082269952496), Perum Gratama Residence No 5 Mibo Lhoong Raya Banda Aceh. Kunjungi Showroom Honda Arista. Jl. Mr. Teuku Moh. Hasan No.100, Lamcot, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh 23242. Hubungi: No Tlp/WA : 082236870608 (Amirul Ikhsan). Kunjungi Usaha Cahaya Meurasa/ Kue Kacang Alamat: Perumahan Cinta Kasih, Gampong (Desa) Neuheun, Kec. Masjid Raya, Aceh Besar. Tersedia Kue Malinda/Kacang dan Nastar. Hubungi TLP/WA: 085277438393 (Nurjannah) - Bimbel Metuah, Almt: Jl. Seroja No. 5, Ie Masen Kayee Adang, Ulee Kareng, Banda Aceh. HP/WA: 0823 6363 2969 (Ola). Instagram: @bimbelmetuah @metuah_privat