27.2 C
Banda Aceh
Rabu, Mei 19, 2021

Yayasan Geutanyoe Sorot Pemindahan Pengungsi Rohingya ke Luar Aceh

BERITA DAERAH

LHOKSEUMAWE – Koordinator Kemanusiaan Yayasan Geutanyoe, Teuku Nasruddin, menyoroti kebijakan pemindahan pengungsi Rohingya ke luar Aceh yang terkesan aneh sehingga menimbulkan sederet pertanyaan. Pasalnya, sejak dari 2009 sampai sekarang, kebijakan seperti ini terus saja dilakukan sekalipun dari segi fasilitas akomodasi yang telah dibangun NGO nasional dan internasioanl sudah cukup memadai.

“Saat fasilitas penampungan selesai dibangun, tiba-tiba ditimpali kebijakan yang mengeluarkan pengungsi ke luar Aceh, menjadikan seluruh bangunan beserta fasilitas lainnya menjadi sia- sia. Padahal, kita tahu itu dibangun dengan anggaran yang besar dari para donatur,” ujar Nasruddin dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis, 29 April 2021.

Di sisi lain, jika ditilik dari latar belakang penyelamatan ‘manusia boat asal Myanmar’ oleh masyarakat nelayan Aceh sejak 2009, termasuk juga budaya, makanan, dan kebiasaan hidup lainnya, umumnya hampir sama dengan masyarakat Aceh. Tidak heran jika perlakuan masyarakat setempat terhadap para pengungsi Rohingya ini kemudian sangat manusiawi.

“Bahkan, setiap hari anak-anak Aceh ikut bermain bersama dengan anak-anak pengungsi di kamp, beberapa di antaranya berteman cukup dekat. Ini bukti masyarakat Aceh memperlakukan pengungsi seperti saudaranya sendiri. Belum terhitung selama penanganan di Aceh tersebut berbagai organisasi kemanusiaan baik lokal maupun internasional saling bahu-membahu mengelola kamp,” Nasruddin menambahkan.

Itulah sebabnya, Nasruddin merasa aneh, kenapa kemudian perlu ada kebijakan pemindahan pengungsi Rohingya dari Aceh selama ini ke daerah lain? Padahal, selama ini berbagai pujian telah datang, baik dari pemerintah sendiri maupun komunitas internasional menganggap penanangan pengungsi di Aceh sangat baik dan luar biasa.

Nasruddin turut menanggapi alasan pemindahan karena di Aceh ‘tidak aman’ sehingga banyak pengungsi yang melarikan diri. “Ini menyakitkan hati masyarakat Aceh pascakonflik yang masih sensitif dengan penggunaan istilah tersebut,” tegasnya.

Dia menambahkan, siapa yang bisa menjamin begitu para pengungsi dibawa keluar dari Aceh mereka nantinya tidak akan melarikan diri kembali menuju Malaysia? “Bukankah itu justru lebih dekat dengan jalur ilegal yang sering digunakan para penyelundup manusia?”

Agar kebijakan relokasi tidak terkesan terburu-buru, Nasruddin atas nama Yayasan Geutanyoë meminta pemerintah nasional maupun lembaga internasional untuk meninjau kembali kebijakan ini. Setidaknya hingga seluruh perencanaan kebijakan penanganan pengungsi luar negeri dalam jangka panjang berhasil dibangun para pihak.

“Kami khawatir, ini berakibat kurang baik untuk penyelamatan pengungsi kedepannya. Bisa saja masyarakat Aceh meminta pihak pemerintah maupun lembaga internasional untuk langsung membawa pengungsi ke luar Aceh, karena khawatir kejadian serupa akan terulang kembali dan berdampak terhadap bantuan yang diberikan menjadi sia-sia akibat ditinggalkan begitu saja,” tuturnya.

Demi menyelesaikan dilema kemanusiaan ini, menurut Nasruddin, sebaiknya Pemerintah Aceh (dan dengan persetujuan pemerintah pusat) mulai menetapkan sebuah lokasi tempat penampungan pengungsi secara berkelanjutan di Aceh. Sehingga ke depan penanganan terhadap pengungsi tersebut dapat dilakukan secara sistematis dan efisien, sejak dari penyelamatan hingga keberangkatan ke negara ketiga (penampung akhir).

“Bukankah Ramadan ini momen yang tepat untuk menetapkan sebuah reception centre atau pusat penanganan terpadu pengungsi asing di Aceh yang kebetulan secara geografis menjadi titik pertama yang dilihat para ‘manusia boat’ dari sisi barat Indonesia (Asia Selatan, Asia Tengah dan Timur Tengah). Alih-alih memindahkan mereka ke luar Aceh dan menghampakan seluruh capaian dan pengorbanan yang telah diberikan masyarakat, NGO, pemerintah setempat maupun donor,” pungkas Teuku Nasruddin.[](*)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Berita Rekomendasi

Terbaru

GerTAK: Bupati Aceh Utara Penguasa, Bukan Pemimpin!

LHOKSUKON - LSM Gerakan Transparansi dan Keadilan (GerTAK) menyoroti kebijakan Pemkab Aceh Utara memangkas...

3.841 CJH Vaksinasi Covid-19, Pasien Baru Tambah 128 Orang di Aceh

BANDA ACEH — Sebanyak 3.841 Calon Jamaah Haji (CJH) telah mengikuti vaksinasi Coronavirus Disease...

Komandan Pussen Arhanud Cek Alutsista di Detasemen Arhanud-001

ACEH UTARA - Komandan Pusat Kesenjataan (Danpussen) Arhanud Kodiklat Angkatan Darat, Mayjen TNI Nisan...

Satpol PP Sita Rak Pedagang Bandel

BIREUEN - Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bireuen menyita rak milik...

Bandara Malikussaleh Kembali Ramai Usai Larangan Mudik

ACEH UTARA - Bandara Malikussaleh Aceh Utara kembali ramai penumpang pesawat usai pemberlakuan larangan...

TKI Asal Aceh Selatan Sakit Keras di Malaysia, Teuku Riefky Tanggung Biaya Pengobatan dan Pemulangan

  SUBULUSSALAM - Anggota DPR RI asal Aceh, Teuku Riefky Harsya (TRH) siap membantu biaya...

‘Tenaga Kontrak Itu Rakyat Juga, Gajinya Kecil Dipangkas Tersisa 7 Bulan, Peudeh That!’

LHOKSUKON – Lebih 2.000 tenaga kontrak dan hampir 2.000 tenaga bakti murni di lingkungan...

PHE Serahkan Blok B kepada PGE, Ini Kata BPMA Soal Potensi Pengembangan Migas

LHOKSUKON – PT Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Energi North Sumatra B-Block...

Banjir Landa Sultan Daulat, Lintas Aceh-Sumut Lumpuh Total

  SUBULUSSALAM - Hujan deras mengguyur wilayah Kota Subulussalam dan sekitarnya menyebabkan sejumlah desa di...

Laporan CIA: Israel akan Tumbang dalam 20 Tahun

Sebuah studi dilakukan Central Intelligence Agency (CIA) telah menimbulkan keraguan atas kelangsungan hidup Israel...

Gaji Tenaga Kontrak hanya 7 Bulan, Tunjangan Bupati, DPRK, TPK PNS, Perjalanan Dinas dan Belanja Pelatihan?

LHOKSUKON – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memangkas anggaran tahun 2021 untuk gaji tenaga kontrak...

Lawan KLB Deli Serdang, Tim Hukum AHY Menang Telak 4-0

  JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) kembali menolak gugatan hukum pelaku KLB...

Permasa Rayon Batam Kota Halal Bihalal di Pantai Melayu

BATAM - Demi mempererat silaturahim sesama warga. Persatuan Masyarakat Aceh (Permasa) Rayon Batam Kota mengadakan...

Pasien Covid-19 di RSUCM Aceh Utara Meningkat

LHOKSEUMAWE - Pasien Covid-19 dirawat di Ruang RICU Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM)...

Kejari Lhokseumawe Kembali Gelar Donor Darah, Ini Hasilnya

LHOKSEUMAWE - Kejaksaan Negeri Lhokseumawe dan Pengurus IAD Lhokseumawe melaksanakan donor darah di Kantor...

Perubahan APBK Aceh Utara 2021 dengan Perbup: Pendapatan Berkurang Belanja Bertambah, Mengapa?

LHOKSUKON – Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Utara tahun 2021 beberapa kali...

Alat Berat PUPR Bersihkan Tiga Titik Longsor Jalan Tripe Jaya, BPBD: Rumah Warga Aman

BLANGKEJEREN – Tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gayo Lues bersama...

Potret Super Model Bella Hadid Dukung Merdeka Palestina

Model dunia, Bella Hadid mengejutkan publik dengan ikut turun ke jalan mendukung gerakan Free...

Inspirasi Syawal

Oleh: Taufik Sentana Peminat literasi sosial dan dakwah. Dalam sebaris surat Alquran di surat Al Ankabut,...

Jalan Menuju Air Terjun dan Kolam Biru Tripe Jaya Longsor, Perumahan Warga Uyem Beriring Terancam

BLANGKEJEREN - Akses jalan menuju Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues, mengalami longsor, Ahad,...