Senin, Juli 15, 2024

Peringati Hari Bhakti Adhyaksa...

BLANGKEJEREN - Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues kembali menggelar bakti sosial (Baksos) dan...

Kapolres Aceh Utara AKBP...

LHOKSUKON - AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., kini resmi mengemban jabatan Kapolres...

Temuan BPK Tahun 2023...

BLANGKEJERN - Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan kelebihan pembayaran pada anggaran...

Pj Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan surat keputusan (SK) tentang...
BerandaNewsTerkait Standing Banner...

Terkait Standing Banner Cegah HIV/AIDS, Kepala Kantor Kesehatan Minta Maaf

SABANG – Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kota Sabang Kun Cahyo menyampaikan permohonan maaf terkait pemajangan standing banner (X banner) mencegah HIV/AIDS yang dinilai tidak beretika.

“Terkait kekeliruan penulisan di banner itu, kami atas nama Kantor Kesehatan Pelabuhan Sabang mohon maaf kepada semua masyarakat. Kita sudah menarik banner-banner yang terpasang dan di lokasi itu kita pasang selebaran permohonan maaf,” ujar Kun Cahyo saat dihubungi portalsatu.com via telepon, Jumat, 8 Januari 2016.

Kun Cahyo menyebut tidak sedikit pun ada faktor kesengajaan terkait kekeliruan penulisan pada standing banner (X banner) mencegah HIV/AIDS yang dinilai tidak beretika. Ia mengakui bahasa yang digunakan khususnya pada poin tiga itu tidak sesuai untuk wilayah Sabang dan Aceh, apalagi daerah ini menerapkan syariat Islam.

“Kesalahan penulisan di banner tidak ada sedikit pun kesengajaan. Kita paham betul itu kurang etis di Kota Sabang dan Aceh pada umumnya. Oleh karena itu sekali lagi kami mohon maaf,” ujar Cahyo.

Cahyo berjanji ke depan pihaknya akan lebih teliti dalam sosialisasi untuk mencegah HIV masuk ke Sabang melalui pelabuhan dan bandara. “Kita akan mengoreksi segala kejanggalan yang pernah terjadi,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Koordinator Peubudoh Sejarah dan Budaya Aceh atau Peusaba, Mawardi Usman, menyayangkan pemajangan standing banner (X banner) mencegah HIV/AIDS di tempat-tempat umum di Kota Sabang. Pasalnya di poin C banner tersebut juga tertulis saran berhubungan suami istri yang dinilai tidak pantas dibaca oleh anak-anak.

“Saya sangat menyesal dinas terkait yang sengaja atau tidak sengaja memajang tulisan yang tidak beretika ini,” kata Mawardi Usman kepada portalsatu.com, Selasa, 5 Januari 2015, malam. (Baca: Peusaba Nilai Standing Banner Cegah HIV/AIDs di Sabang Tidak Beretika) [] (idg)

Laporan Radzie di Sabang

Baca juga: