BANDA ACEH – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh melaksanakan Pelatihan Pembuatan Deterjen dan Pewangi Pakaian. Acara yang diikuti oleh perwakilan pemuda dan pemudi tersebut berlangsung selama tiga hari, sejak 25-27 Desember 2016 di Aula SMK 2 Banda Aceh.

Ketua DPD I KNPI Aceh, H. Jamaluddin, ST saat membuka acara pelatihan menyebutkan pentingnya para pemuda untuk memiliki skill dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang makin pesat.

“Ini pelatihan yang jarang dilakukan. Aceh belum banyak  industri yang memproduksi deterjen, sedangkan kebutuhan deterjen sangat banyak dalam kehidupan sehari hari,” kata Jamal saat membuka acara.

Jamal berharap peserta yang jauh-jauh datang dari daerah ke Banda Aceh untuk serius mengikuti pelatihan hingga selesai. Ia menyampaikan saat ini KNPI Aceh telah memiliki 200 lebih usaha pemuda di bawah binaan KNPI Aceh yang tersebar di kabupaten kota.

“Saudara harus ingat bahwa pelatihan ini untuk kepentingan bekal saudara pemuda dalam menatap masa depan yang lebih baik. Tugas kami KNPI hanya membantu fasilitasi pelatihan,” katanya seraya mengatakan, pihaknya akan terus memantau perkembangan peserta pelatihan ketika pulang ke daerahnya masing masing.

Jamaluddin berharap para peserta ketika pulang ke daerah masing-masing bisa memulai membuka usaha dan menampung pemuda lainnya yang membutuhkan pekerjaan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Hasbullah Yunur pada kesempatan itu melaporkan para peserta yang mengikuti pelatihan itu sebanyak 46 orang terdiri dari 2 orang perwakilan setiap DPD II KNPI Kab/Kota.

“Peserta dilatih oleh instruktur yang sudah berpengalaman, dengan sesi teori, kemudian langsung pada praktek pembuatan deterjen dan pewangi pakaian,” ujar Hasbullah.

Ia menambahkan peserta sangat aktif dan serius menyimak sesi materi yang diberikan. Instruktur juga menyampaikan tentang strategi pemasaran produk dan cara mendapatkan bahan baku pembuatan deterjen dan pewangi pakaian. 

“Pelatihan dilakukan dengan tiori, kemudian metode demo oleh instruktur, selanjutnya tugas kelompok diuji hasil setiap peserta.”

Pelatihan itu dilatih oleh Muhamad Fajar selaku instruktur yang kini sudah membuka usaha produksi deterjen dan pewangi pakaian di Banda Aceh.[]