BANDA ACEH Achehnese Civil Society Task Force (ACSTF) kembali menerima mahasiswa Prince of Songkla University (PSU) Patani, Thailand Selatan. Proses penerimaan mahasiswa magang asal Patani tersebut sudah berlangsung sejak tiga tahun lalu atas kerja sama ACSTF dengan Political Science PSU Patani.
Plt. Secretary General ACSTF, Hermanto, S.H., melalui siaran pers diterima portalsatu.com, Kamis, 2 Februari 2017, mengatakan, kedatangan mahasiswa tersebut di Aceh guna mempelajari tentang berbagai macam isu. Di antaranya, proses lahirnya Undang-Undang Pemerintah Aceh, skenario Aceh baru, Human Security during conflict in Aceh (IDP&Refurgee), Women Leadership di Aceh, Women Movement in Aceh (NGO perempuan masa konflik), Acehnese women in Bussiness & Entrepreneurship, Women and Human Right Advocacy in Aceh.
Tujuh mahasiswa ini akan berada di Aceh empat bulan sejak 9 Januari sampai 25 April 2017. Mereka akan melakukan banyak kegiatan. Di antaranya, menemui aktivis-aktivis pro-demokrasi di Aceh, Juru Runding GAM, LSM, dan roadshow ke beberapa universitas di Aceh.
Hermanto menjelaskan, Aceh dikenal di mata dunia akibat konflik lebih 30 tahun yang kemudian terjadi penandatanganan MoU Helsinki di Finlandia antara Pemerintah Indonesia dengan GAM, 15 Agustus 2005. Aceh dikenal di mata dunia juga berkat tsunami melanda provinsi ini tahun 2004 silam.
Pengalaman konflik dan damai Aceh dapat menjadi pembelajaran dalam menyelesaikan konflik bersenjata di wilayah konflik lainnya di Asia Tenggara maupun global, ujar Hermanto.[](rel)


