eiring dengan berkembangnya zaman, berbagai pilihan kuliner pun hadir untuk memuaskan lidah dan perut. Akan tetapi, kenikmatan yang ditawarkan makanan-makanan tersebut ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan dampak kesehatan yang diberikan.
Berbagai produk pangan, mulai dari makanan ringan daging hingga minuman lezat banyak yang menyimpan 'ancaman' terhadap kesehatan. Berikut ini ialah 10 makanan yang seharusnya sama sekali tidak dikonsumsi demi menjaga kesehatan tubuh.
Daging hiu dan beberapa ikan lain
Menurut laporan CNN, daging hiu memiliki dampak negatif bagi kesehatan. Pasalnya, peneliti menemukan bahwa daging hiu memiliki kandungan merkuri yang sangat tinggi sehingga membahayakan. Jika dikonsumsi, kadar merkuri yang tinggi tersebut dapat menyebabkan menurunnya kemampuan koordinasi tubuh, kebutaan bahkan kematian.
Selain hiu, beberapa ikan laut lainnya juga patut dihindari karena kandungan merkurinya yang tinggi. Ikan-ikan tersebut ialah ikan todak (swordfish), ikan tenggiri raja (king mackerel) dan ikan tilefish. Jika ingin mengonsumsi hewan laut, para peneliti menyarankan agar mengonsumsi udang, tuna, salmon, dan pollock.
Kue
Donat, kue, biskuit hingga muffin merupakan deretan kudapan manis nan lezat yang sering dijumpai. Sayangnya, di balik kelezatan beragam kue tersebut, tersimpan 'bom gula' yang membahayakan kesehatan.
Banyaknya kandungan gula ini membuat total kalori dalam kue menjadi tinggi. Untuk satu buah donat misalnya, terdapat 200 hingga 500 kalori dengan 25 hingga 50 gram kandungan gula.
Sedangkan tiga keping biskuit cokelat mengandung 160 kalori dengan lemak sebanyak 8 gram. Konsumsi kue buatan pabrik ataupun rumahan dapat berisiko membuat berat badan bertambah dengan cepat hingga gangguan pada fungsi pencernaan.
Bagel
Bagel merupakan kudapan dengan bentuk menyerupai donat yang saat ini mulai populer di Indonesia. Kelezatan bagel yang mengenyangkan merupakan salah satu alasan mengapa bangel dengan mudah menjadi populer.
Sayangnya, di balik kelezatan bagel, ada kandungan karbohidrat tinggi yang menghantui. Satu buah bagel polos mengandung 70 gram karbohidrat serta sekitar 400 kalori. Jika ditambahkan dengan mentega atau krim keju, jumlah kalori yang tinggi tersebut akan bertambah kembali sebanyak 35 hingga 40 kalori. Kabar buruk lainnya, bagel mengandung indeks glycemic yang sangat tinggi, sehingga dapat meningkatkan insulin dan risiko inflamasi dalam tubuh, sekaligus mempercepat penuaan dan memperparah jerawat.
Sereal bergula
Sereal merupakan pilihan paling praktis sebagai menu sarapan. Sayangnya, tak jarang sereal hadir dengan kandungan gula yang sangat tinggi. Selain itu, banyak pula sereal yang mengandung gluten berlebih. Hal ini dapat meningkatkan risiko inflamasi pada lapisan perut. Jika ingin menyantap sereal, para ahli menyarankan agar beralih kepada sereal gandum yang segar, bukan sereal gandum kemasan.
Cokelat putih
Dark Chocolate atau cokelat hitam terkenal akan kandungan antioksidannya yang baik untuk tubuh. Sayangnya jenis cokelat lain tidak sebaik cokelat hitam. Cokelat susu misalnya, mengandung nutrisi yang lebih sedikit dan susu yang lebih banyak dibandingkan cokelat hitam, sehingga kandungan lemak di dalamnya lebih banyak.
Akan tetapi, di antara tiga jenis cokelat, cokelat putih memiliki dampak terburuk bagi kesehatan. Satu batang cokelat putih 85 gram mengandung sekitar 50 gram gula, atau sekitar 12 sendok makan. Mengonsumsi gula sebanyak itu tidak hanya meningkatkan risiko karies gigi tetapi juga obesitas. Jika ingin mengonsumsi cokelat, disarankan untuk memilih cokelat hitam dengan tidak melebihi jumlah 28 gram.
Kentang goreng
Kentang goreng diolah dengan cara digoreng dalam rendaman minyak sehingga mengandung lemak jenuh. Seperti yang telah diketahui, lemak jenuh merupakan penyebab utama dari serangan jantung. Selain itu, kentang juga memiliki indeks glycemic yang tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar insulin yang dapat berujung pada peningkatan berat badan. Kentang goreng juga diketahui mengandung acrylamide, karsinogen yang terbentuk ketika makanan dipanggang atau digoreng dalam suhu tinggi.
Margarin
Label bebas kolesterol pada margarin membuat olahan susu ini terkesan lebih sehat dari mentega. Padahal, margarin tak lebih dari sekedar tumpukan lemak jenuh. Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol dan merusak dinding pembuluh darah. Hal ini dapat berujung pada meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular dan serangan jantung.
Roti tawar putih
Berbagai sumber karbohidrat berwarna putih, seperti pasta putih, nasi hingga roti putih patut untuk dijauhi. Selama proses pembuatan roti tawar putih, misalnya, banyak kandungan manfaat yang terbuang seperti vitamin B hingga serat. Hal ini membuat roti tawar putih dapat meningatkan kadar insulin hingga meningatkan berat badan. | sumber : republika

