DALAM mengarungi samudera kehidupan sering diterpa ombak dan badai yang mengancam. Karena itu, sebelum memulai sesuatu yang lain, harus membangun pikiran positif.
Keyakin dan optimisme bahwa kita sanggup menghadapi perubahan ini. Tanpa berpikir positif, kita akan enggan dan muak serta bosan dengan arus perubahan. Akhirnya kita akan menghindari perubahan, hidup di sisa-sisa dan akhir sebuah perubahan (revolusi), ujar Teungku Zulfikar Imran akrab disapa Abi Zulfikar, ditemui Selasa, 25 Oktober 2016.
Pimpinan Dayah Nasyrul Ulum Al-Aziziyah Namploh Papeun Samalanga ini menjelaskan, dengan pikiran positif, dan optimisme tinggi, Anda akan siap menghadapi perubahan.
“Pikiran kita akan menentukan tindakan dan sikap. Saat kita optimis, maka akan lahir dan bertindak untuk menyongsong perubahan. Sementara jika kita pesimis pasti kita akan menghindari perubahan itu, ujar ulama muda berpengaruh di Samalanga itu saat diskusi ringan di Warkop Aswaja Mideun Jok, Samalanga.
Diskusi semakin hangat dengan Abi Zulfikar ditemani secangkir kopi nikmat rasa Samalanga. Bangunlah sikap optimisme dan kepercayaan diri agar Anda menjadi pribadi tangguh dalam menghadapi perubahan hidup, kata pimpinan dayah bertangan dingin yang memiliki ratusan murid ini.
Abi Zulfikar melanjutkan, suatu perubahan selalu ada yang baru. Interpretasinya, kita harus mampu untuk mempelajari hal baru itu, terutama jika berkaitan dengan 'bisnis', dan kehidupan sehari-hari. Umpama kecilnya kita harus mengetahui cara menggunakan ponsel jika mau merasakan kemudahan komunikasi saat ini,” ujarnya.
“Pupuklah kemauan kita belajar, tanpa kemauan belajar kita akan tertinggal, dan tidak siap menghadapi perubahan hidup. Di samping itu positive thingking dan optimisme menjadi hal tidak dilupakan juga,” kata Abi Zulfikar mengakhiri diskusi itu.[]

