IDI  RAYEK – Pimpinan Dayah Bustanul Huda Aceh Timur, Teungku H. M. Ali, mengatakan tidak baik jika seseorang menjual nama orang lain untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Hal tersebut disampaikannya menyikapi isu yang menggiring sejumlah nama ulama Aceh dalam kelompok-kelompok tertentu menjelang Pemilukada 2017.

“Saya tidak pernah menyuruh dan memberikan izin kepada siapapun untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak baik, apalagi untuk kepentingan pribadi dan golongan,” ujar Teungku H. M. Ali atau dikenal Abu Paya Pasi di Idi, Kamis, 28 April 2016.

Salah satu ulama kharismatik Aceh tersebut mengatakan, tidak baik meminta dan melakukan sesuatu dengan mengatasnamakan orang lain, apalagi menjual nama ulama untuk mengutungkan diri sendiri.

“Segala sesuatu harus dilakukan dengan cara yang sopan dan santun,” kata Abu Paya Pasi.

Abu Paya Pasi juga mencontohkan, Fir’aun memiliki sifat sombong dan angkuh. Fir’aun, kata dia, juga mendeklarasikan dirinya sebagai tuhan.

”Fir’aun itu sangat jahat dan sangat buruk, tapi Allah tetap meminta Nabi Musa untuk berbicara dengan Fir’aun secara lemah lembut agar hati Fir’aun lunak,” kata Abu Paya Pasi.

Abu Paya Pasi turut mengajak agar umat Islam untuk berbicara dengan baik kepada sesama.

“Jangan sembarangan berbicara, apalagi antarsesama Islam. Bicaralah dengan baik. Jika ada hal yang ingin kita sampaikan kepada seseorang, maka bicaralah dengan baik dan penuh akhlak sebagaimana tutur sapa Nabi Muhammad SAW,” kata Abu Paya Pasi.[](bna)