SIGLI – Bupati Pidie Roni Ahmad alias Abusyik menyampaikan harapannya kepada seluruh desa yang berkonflik tentang tapal batas agar diselesaikan dengan cara “belah tebu” atau dibagi sama.
“Banyak sekali konflik tapal batas desa, jadi lakukan belah tebu saja,” kata Abusyik di hadapan masyarakat Tiro, Pidie yang melaporkan koflik tapal batas di desa mereka, di Pendopo Bupati Pidie, Minggu, 29 Oktober 2017, malam.
Kehadiran warga Tiro itu ketika Abusyik dan Wakil Bupati Pidie Fadlullah T.M. Daud melakukan jamuan makan malam bersama anggota DPR RI Teuku Riefky Harsya.
“Nanti masalah tapal batas ini akan ada payung hukumnya, Perbub. Namun sebelumnya diselasaikan secara musyawarah saja,” ujar Abusyik kepada masyarakat Tiro.
Menurut Abusyik, masalah tapal batas di Pidie kebanyakan terjadi turun temurun, sehingga harus ada keseriusan untuk penyelesaiannya.
“Nyang salah cit ureung-ureung tuha geutanyoe, hana gepeuseulesoe laju masa nyan, jino geutanyoe nyang saket ulee. Jadi, masalah itu harus sampai di sini, kita harus selesaikan, jangan sampai jadi masalah generasi nanti,” ujar Abusyik.
Direncanakan penyelesaian tapal batas dapat dituntaskan dengan musyarakah dan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan Muspida, ada kajian hukum yang tuntas, termasuk mengukur kembali dan dilakukan dengan cara “belah tebu”.[]


