BANTEN – Santri Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Bustanul Ulum Langsa, Wahyu Al Hudaya, menyumbangkan emas perdana untuk Aceh dari Cabang Kaligrafi di Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Nasional (POSPENAS) VII di Banten.

Penetapan itu berdasarkan Surat Keputusan Dewan Hakim yang dibacakan pada Minggu malam, 23 Oktober 2016 di Mesjid Al Bantani, Banten.

Perolehan emas perdana ini disambut gembira para Kotingen Aceh, karena prestasi perdana yang diraih Aceh di POSPENAS VI, sehingga membuat posisi perolehan medali Aceh merangkak naik.

Atas keberhasilan ini, Kakanwil Kemenag Aceh Drs. H. M. Daud Pakeh yang juga hadir ke Kota Banten bersyukur atas perolehan medali perdana dan juga menyampaikan selamat kepada Wahyu Al Hudaya. Ia juga memberi semangat kepada santri-santri lainnya.

“Selamat untuk anak kami Al Hudaya, alhamdulillah kita telah meraih emas perdana Cabang Kaligrafi, tetap semangat  dalam bertanding untuk kontingen Aceh,” ujar Kakanwil.

Pelatih Kaligrafi Munazir, S.Ag, mengaku bangga terhadap perolehan medali yang diraih oleh anak didiknya  “Dia orangnya pendiam, tetapi cermat dan pintar memanfaatkan waktu, imajinasinya juga bagus, semoga ke depan prestasinya lebih gemilang,” sebut guru kaligrafi MTsN Banda Aceh ini melalui siaran pers.

Kebanggaan itu juga di ungkapkan oleh Wahyu, karena ia bisa membawa pulang emas pertama untuk Aceh,  

“Alhamdulillah, ini semua berkat dukungan orang tua, guru-guru dan sahabat semuanya, terima kasih bapak Kanwil Kemenag Aceh, bapak pelatih dan terima kasih semuanya yang telah mendokan saya, ” tutur santri kelahiran Langsa, 10 April 1999 tersebut.[]