Provinsi Aceh siap menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantrenn Nasional (POSPENAS) VIII pada tahun 2019. Kesiapan ini disampaikan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh wakili Kasi Olahraga Usia Dini Pelajar & Mahasiswa Muksalmina. S. Pd dan Kanwil Kemenag Aceh diwakili Kabid PD Pontren H. Abrar Zym, S.Ag dalam Rapat Kooordinasi Nasional (Rakornas) Peningkatan Kualitas Pospenas kerjasama Menko PMK, Kementerian Agama dan Kemenpora. Acara itu dihadiri Perwakilan Kanwil Kemenag dan Dispora dari masing-masing provinsi se-Indonesia di Hotel Le Dian Kota Serang Banten, Rabu, 26/10/2016.

“Dalam rapat RAKORNAS tersebut yang pertama dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Pospenas ke VII di Banten. Secara keseluruhan pelaksanaan di Banten hampir bagus dari sebelumnya karena ada tambahan fasilitas dari Pemda setempat baik transportasi maupun akomodasi,” ujar Muksalmina

Ia mengatakan dalam rakor tersebut juga dibahas siapa yang mau mengajukan tuan rumah untuk pelaksanaan Pospenas VIII Tahun 2019

“Kami mewakili Pemerintah Aceh menyatakan Aceh siap menjadi tuan rumah POSPENAS VIII Tahun 2019. Tentu  sebelum kami mengutarakan usulan ini, kami telah melakukan komunikasi dengan pimpinan kami baik saya maupun Pak Abrar Zym di Kanwil Kemenag,” kata Muksalmina.

Adapun yang melatarbelakangi Aceh dalam pengusuluan menjadi tuan rumah adalah, pertama, Aceh merupakan daerah melaksanakan Syariat Islam. Aceh memiliki Pondok Pesantren dan santri dalam jumlah yang banyak

“Sepulang dari disini kita akan langsung menghadap pimpinan masing-masing baik Dispora maupun Kanwil Kemenag Aceh, kemudian membuat telaah staf untuk menghadap gubernur.”

Dalam rakor tersebut, selain Aceh, juga muncul Provinsi Sulawesi Selatan yang mengusulkan untuk menjadi tuan rumah. Namun hasilnya akan ada setelah pembahasan lebih lanjut pada level Kementerian yang menjadi pelaksana Pospenas.

“Mohon doanya agar santri seluruh Indonesia bisa berkumpul di Aceh nantinya, kami akan terus berusaha dan menyampaikan kepada Gubernur Aceh, DPR aceh, Dinas Syariat Islam, Dinas Pendiidkan dan instansi lainnya dalam hal keseriusan Aceh tehadap kesiapan menjadi tuan Rumah POSPENAS VIII,” harap H. Abrar Zym.

Ia mengatakan dari dulu pihaknya berharap even nasional di Kementerian Agama untuk dilaksanakan di Aceh sejak Musabaqah Qiratul Kutub, kemudian Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN), namun belum terwujud. Kini diusul lagi untuk tahun 2018, lalu Pospenas ini. “Mudah-mudahan Aceh ditetapkan jadi tuan rumah, karena Even Nasional Kementerian Agama belum pernah dilaksanakan di Aceh,” kata Abrar Zym.

Ikamaban mendukung

Tokoh Ikatan Keluarga Masyarakat Aceh Banten (IKAMABAN) Mendukung penuh Usulan Aceh menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantrenn Nasional (POSPENAS) VIII pada Tahun 2019. Hal ini disampaikan tokoh masyarakat Aceh Banten Ir. H. M. Husni saat menyaksikan langsung pertandingan Tenis Meja Tunggal Putra Aceh melawan Jawa Barat.

“Kita sangat mendukung Aceh sebagai tuan rumah Pospenas yang akan dating, akan tetapi persiapan harus dilakukan sejak sekrang dan harus lebih sukses dari pospenas Banten,” ujar Husni Putra Aceh yang kini sukses di Banten sebagai Kepala Badan Lingkungan Hidup Prov. Banten.

Selai itu, Ketua Masyarakat Adat Aceh (MAA) ini juga berpesan agar ke depan pembinaan atlet santri Aceh lebih ditingkatkan lagi. “Kalau perlu pembinaan atlet santri ini mulai dari sekarang,” ujar Husni Hasan.

Satu medali emas

Sampai saat ini Kontingen Aceh berhasil meraih medali emas pada Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) VII Banten oleh Wahyu Al Hudaya pada cabang kaligrafi putra.

Abrar Zym dalam keterangannya menyebutkan saat ini Aceh masih memiliki harapan untuk menambah koleksi medali pada cabang olahraga tenis meja tunggal putra dan seni pencak silat putri.

“Mohon doanya dari masyarakat Aceh sekalian untuk kesuksesan santri-santri Aceh dalam bertanding, semoga mereka tetap fit dan bisa bawa pulang mendali,” ujarnya.[]

Penulis: Nas staf Kemenag Aceh