BANDA ACEH – Suhu politik di Aceh akan memanas jelang Pilkada 2017. Para tim sukses calon gubernur (cagub) Aceh diminta dapat menahan diri dengan tidak saling menyerang atau menghujat.
Harus menahan diri, jangan saling menyerang dan menghujat, kata tokoh muda Aceh yang kini menjadi akademisi di Jakarta, Iswadi, M.Pd., dalam pernyataannya diterima portalsatu.com, kemarin.
Mantan Dekan III FKIP Universitas Serambi Mekkah Aceh tersebut optimis, meskipun suhu politik akan memanas jelang pilkada, tidak akan berimbas pada roda pembangunan di Aceh. Boleh bersaing asal suasana tetap kondusif. Siapa pun gubernur Aceh berikutnya, yang penting bisa menyejahterakan warganya dan menciptakan peluang kerja seluas-luasnya,.
“Tugas yang paling penting bagi Gubernur Aceh mendatang adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat, karena itu tujuan bernegara sebagaimana diamanatkan UUD 1945. Saya berharap rakyat miskin tak lagi dirugikan oleh berbagai kebijakan yang diambil gubernurnya,” ujar Iswadi.
Mahasiswa program Doktoral Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta tersebut optimistis masyarakat Aceh tidak akan memilih gubernur yang hanya mengandalkan popularitas dan elektabilitas semata. Sebab pemimpin adalah faktor yang sangat menentukan rakyat akan sejahtera atau tidak. Karena kalau sampai salah pilih, maka akibatnya akan ditanggung selama lima tahun ke depan, katanya.
Dia juga mengharapkan ke depan proses lelang barang dan jasa di Pemerintah Aceh agar lebih dipercepat, sehingga penyerapan anggaran pun bisa lebih besar. “Kalau waktu pelaksanaan mepet dampaknya hasil pekerjaan juga kurang maksimal,” ujar Iswadi.[] (rel)

